Jumat,14 Okt 2016 14:00 WIB

Penulis: Fajar Diva

TUNING - cars

All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    All New Mazda2 Skyactiv GT A/T 2015 Soul Red Project

Reinaldo Giovanni mengaku hobinya di dunia otomotif semakin membuncah. Apalagi ketika Mazda2 Skyactiv warna Soul Red miliknya sudah berada di tangan. Beragam ide kreativitas akhirnya muncul. Meski proyek awalnya sebatas modifikasi sederhana dan daily use.

“Saat awal kepemilikan tak pernah berfikir akan menjadi seperti ini. Bahkan belum mengerti tahapan modifikasi. Tak ada konsep penting. Selang beberapa lama mobil datang, yang terbersit hanya ingin ganti velg aftermarket saja,” jelas Aldo, panggilan akrabnya. Lantas, karena sering berselancar di dunia maya, paradigma modifikasi ke arah expertise pun menjadi hobi barunya.

“Konsep modifikasi muncul bertahap. Inspirasinya dari Japan Sports Car dan aliran JDM (Japanese Domestic Market). Dan bagi saya, modifikasi sebuah kendaraan merupakan refleksi atau karakter dari sang pemiliknya. Hingga akhirnya tercetus konsep besar yang ingin mengubah eksterior bergaya street racing dan interior dikemas nuansa sport elegan,” tambah mahasiswa Jurusan Musik Universitas Pelita Harapan ini.

Seperti apakah proyek dress up yang dilakukan Aldo?

 
Knalpot

Langkah awal adalah upgrade suara dari knalpot. Semua berkat sosial media Youtube. Idenya muncul ketika melihat knalpot HKS yang diaplikasi pada Subaru BRZ dan Toyota FT86. Aldo pun akhirnya mendesain sendiri dari pipe, muffler, glasswool hingga header custom setelah konsultasi ke workshop DD Exhaust di bilangan Srengseng, Jakarta Barat.

“Akhirnya didapat suara yang pas. Konsep dual layer pada muffler, serta permainan pipa knalpot serta resonator menjadikan suara yang lebih soft. Sempat baca artikel cara bikin header anti reverse, sehingga ketika pedal gas dilepas maka tidak ada suara ngorong. Dari situ saya malah ingin melabeli knalpot custom ini biar bisa jadi wirausaha..hehe,” kekehnya.

 
Body Kit dan Lapis karbon

Tak lengkap jika aplikasi double pipe knalpot tanpa diffuser belakang. Aldo mendapat ide dari website 3dtuning.com dan mendesain ulang yang dirancang di DD Exhaust bersama satu paket body kit berlapis karbon mulai dari lips bumper depan dan side skirt. Finishingnya ada pada cover spion dan panel kaca jendela yang dilapis karbon.

Prosesi modifikasi berikutnya memberi sentuhan interior. Kombinasi sporty, elegan dan berkelas. Jok lapis kulit warna coklat didapat inspirasi dari Bentley. Sedangkan aura sporty dikemas melalui permainan lapis karbon pada panel-panel dan setir.


Velg dan Over Fender

Jika dilihat lebih detail, konsep wide body dituangkan Aldo. Fender bertambah sekitar 2-2,5 inci dengan bahan fiber. Ide liarnya diambil dari rancangan wide body Rocket Bunny versi 2.0 yang dipakai Subaru BRZ dan FT86. Bukan tanpa sebab, wide body terpaksa diaplikasi karena untuk mendukung velg Work VSXX berukuran 18 inci dengan lebar 9 inci (depan) dan 10 inci (belakang).

“Untuk aplikasi velg 3-piece butuh banyak perjuangan. Lantaran mengubah PCD 4x100 menjadi 5x114 dengan metode bubut di workshop Sarinande. Alhasil, ditambah spacer adaptor setebal 3 cm untuk mengakomodir velg tersebut. Ya, semua demi fitment kaki-kaki yang enak dilihat.. hehe,” cerita seru Aldo.

 
Lampu

Biar tampang depan lebih agresif. Aldo memodifikasi lampu di workshop AvantGarde Auto Style. Lensa proyektor di ukir motif honey comb dipadu dengan Demon Eye. Sementara untuk foglamp, Aldo anti-mainstream dengan model proyektor dengan bohlam HID 3.000 Kelvin.    Sedangkan lampu belakang diberi aksen sticker yang membuat desainnya terlihat seperti Mazda CX-5.


DATA DRESS UP:

  • Velg Work VSXX 18x(9+10) inci
  • Ban Toyo Proxes T1 Sport 215/40ZR18 (depan), 225/40ZR18 (belakang)
  • Wide body custom
  • Custom body kit
  • Cutom engine hood
  • Panel karbon kevlar
  • Headlamp (Demon Eye, Engraved Lens)
  • Foglamp proyektor
  • Jok lapis kulit Autoleder
  • Custom setir karbon
  • Filter udara K&N
  • Custom intake pipe
  • Custom header
  • Custom muffler and resonator


Workshop:
Body Kit & Karbon: DD Exhaust, Srengseng, Jakarta
Lampu: Avant Garde Autostyle, Paramount, Serpong

EDITOR

andy

Top