Selasa,15 Nov 2016 19:00 WIB

Penulis: Rahmat Hirnomo

TUNING - car

Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

  • Foto: Rahmat Hirnomo

    Aura Romantis Honda Brio A/T 2016

Motivasi pemilik mobil untuk melakukan ubahan pada mobil kesayangan begitu banyak dan beragam. Inspirasinya bisa dari mana saja, namun pada umumnya acuannya tidak jauh dari tren modifikasi yang tengah hangat di dunia otomotif.

Perjumpaan kami dengan Honda Brio yang satu ini memang bukan kali pertama. Kini pencitraan dan penampakannya semakin kuat karena ulah pemiliknya. Ada tujuan berbeda yang diterapkan untuk memodifikasi mobilnya ini.

Wisye Pranadewi sang pemilik, awalnya fasih sebagai pengguna Honda Freed. Karena alasan dimensinya yang lebar maka dipilihlah mobil mungil agar mobilitasnya lebih fleksibel. Walaupun begitu, kesehariannya tidak lepas dari perannya sebagai ibu rumah tangga.

Menemani sang suami dan ketiga putrinya telah menjadi rutinitasnya. Itulah yang melatarbelakangi tersematnya berbagai pernik yang sedikit tak lazim untuk mobil setipe. Hashtag #frombandungwithlove menggambarkan konsep modifikasi yang diusungnya, yang tak lain sebagai bentuk perasaan sayang untuk keluarga tercinta.

Keberadaan roof box di atas kabin tampak kontras dengan kodrat Brio sebagai city car. Wanita yang tengah kebanjiran order roti lumer cokelat ini mengerti betul akan kebutuhan keluarga.

Dengan dimensi Honda Brio yang jauh lebih mungil tentu saja mengurangi kapasitas untuk membawa barang. Apalagi ruang bagasi belakang sudah berkurang volumenya karena keberadaan boks subwoofer.

“Itu juga sudah diganti ukuran subwoofer yang lebih kecil, sebelumnya ruang bagasi full box audio. Jadi mau bawa dorongan buat anak susah,” bilang Wisye lagi. Itulah sebabnya roof box Pacific 100 seharga Rp 4,5 juta duduk manis di atap mobil.

Bukan cuma sekedar membawa barang untuk bepergian, roof rack Thule yang ada juga dilengkapi roof bike. Ternyata penambahan ini dilatarbelakangi hobi sang suami menggowes sepeda.

Tak pelak fitur pada mobil mungil ini berubah drastis, seolah membongkar paradigma dan kemampuan Honda Brio yang sempit untuk membawa barang. Satu lagi hal penting yang patut dijadikan rujukan adalah fungsionalitasnya. Bermanfaat dan juga sedap dipandang adalah dua hal vital dimana tidak semua pemilik mobil mampu mengkolaborasikannya dengan cara yang unik.

Sektor eksterior tetap dibuat manis dan menawan, kuncinya ada pada gril dan body kit Modulo orisinal yang menempel di depan, samping, dan belakang. Velg Enkei IRS pun turut memainkan tajinya.

Pernik lainnya adalah keberadaan washer lamp menggunakan komponen milik Daihatsu Rugger, di Indonesia lebih familier dengan nama Taft GT. Washer ini berukuran lebih panjang, berbeda dari aksesori dummy yang banyak beredar.

Walaupun terlihat sederhana, banyak sekali detail yang disematkan di eksterior. Coba saja lirik lampu depan dan belakangnya. Bentuknya memang standar sesuai keluaran pabrik, namun rona warna mikanya sedikit berbeda.

Aplikasi stiker bening diterapkan, warna kebiruan untuk lampu depan dan warna hitam bening untuk lampu belakang. Efek yang didapatkan semakin menarik apalagi di lampu belakang ada sedikit aksen warna pink jika dilihat dari samping.  

Menuju ke dalam kabin pun tak lagi terlihat sama. Sepasang Recaro sudah menggantikan fungsi jok depan. Jika diperhatikan posisinya jauh lebih mundur dari jangkauan stir, maklum sang suami berpostur cukup tinggi.

Dengan tinggi 184cm sang suami memang kerap duduk di posisi kemudi. Jok Recaro dengan sandaran jaring ini dilengkapi pompa untuk meniup balon udara, sehingga bisa menyesuaikan lekuk tubuh orang yang duduk di atasnya. Efeknya jelas akan membuat lebih nyaman saat mengemudi.

Semua detail tuning pada mobil ini disajikan dengan cara yang indah dan unik, mungkin memang demikian kebahagiaan di keluarga tercipta. Honda Brio ini memang kental dengan nuansa romantika. Mewakili sang pemilik sebagai harta terindah yang sangat berharga bagi suami dan ketiga putri kecilnya.

Begitulah kisah dan ekspresi cinta yang menggaung dengan manis bersama Honda Brio dalam episode #frombandungwithlove.


DATA DRESS UP

  • Body kit, gril Modulo
  • Velg Enkei IRS 15 inci PCD 4x100 ET 38/30
  • Lowering kit Eibach
  • Roof rack Thule
  • Roofbox Thule Pacific 100 800L
  • Roof bike Thule
  • Washer lamp Daihatsu Rugger
  • Stiker transparan smoke lamp
  • Setir Nardi
  • Jok Recaro semi-bucket
  • Pivot throttle controller
  • Filter udara K&N
  • Head unit double DIN Pioneer Mixtrax AVH-X8550BT

Workshop
RKups Garage, Jl. Titiran 20, Bandung
SS Performance, Jl. Supratman 40, Bandung
Radius Audio, Jl. Wastukencana 11, Bandung
ZC Distromotive, Jl. Burangrang 43, Bandung

 

EDITOR

andy

Top