Rabu,23 Nov 2016 12:04 WIB

Penulis: andy

TUNING - car

BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    BMW 116i 2012, Stay Low, Stay Cool

Keberadaan BMW Seri-1 di Indonesia memang tidak sepopuler kakaknya, Seri-3. Meski demikian bukan berarti hatchback ini tidak bisa dikemas menarik dan eye-catchy. Buktinya adalah kreasi Frido melalui BMW 116i lansiran 2012 yang memiliki konsep stance.

“Saya milih BMW Seri 1 karena bentuknya yang kompak dan praktis untuk dibawa beraktivitas, khususnya pas lagi ngampus. Meskipun gak setiap hari pakai mobil ini, tapi saya tetap modifikasi karena jarang untuk Seri-1 ada versi modifikasinya,” terang Frido panjang-lebar.

Pria yang punya pengalaman dalam memodifikasi mobil Jepang ini lebih memfokuskan pada dress up area kaki-kaki. Saat ini mobilnya menggunakan velg BBS RS Slanted 18 berukuran 18x(9,5+10,5) inci dengan slant lips dari Rotiform. Velg ini dibalut ban Falken ZIEX ZE522 215/35R18 untuk depan, dan Dunlop Direzza DZ101 225/40 R18 di belakang.

Agar tongkrongan makin stance, area kaki-kaki pun mengalami rombakan lewat penggunaan per custom dari workshop Mega Per BSD. Tak lupa area eksterior dibuat lebih menarik menggunakan add-on body kit ACS Style, serta merombak area fender dengan bantuan Rudy Motor BSD.

“Modifikasi paling rumit ada di bagian velg dan bodi, susah mencari fitment dari mobil yang belum pernah dibongkar sama tukang per, serta velg yang lumayan lebar buat dimasukin ke dalam fender. Ditambah setelah dipendekin banyak sensor mobil yang menyala di indikator, dan itu perlu reset di BMW dengan biaya yang spektakuler. Hahaha,” kekeh pria yang kini berkuliah di kawasan Jakarta Barat.

Meski tidak banyak ubahan dari sektor dapur pacu, namun saat mesin dinyalakan terdengar deru yang berbeda saat mobil ini berakselerasi. Usut punya usut ini semua disebabkan oleh custom pipe di exhaust yang turut berandil besar dalam meningkatkan mood saat berkendara.

Mood dan kesenangan berkendara pun ditunjang  area kabin yang mendapatkan trim khusus Urban Line sesuai pesanan Frido kepada dealer BMW. Trim ini melapisi area jok, panel pintu, dan panel dashboard dengan balutan aksen putih yang bikin nuansa kabin lebih ‘cool’.

“Kalau bisa dibilang puas atau enggak, saya cuma bisa bersyukur Alhamdulillah aja dengan semua yang ada. Tapi gak menutup kemungkinan untuk mobil ini kembali di-upgrade modifikasinya, terutama bagian kaki-kaki,” tutup Frido.


DATA DRESS UP

  • Velg BBS RS Slanted 18 18x(9.5+10.5) inci
  • Ban Falken ZIEX ZE522 215/35 R18 (depan), Dunlop Direzza DZ101 225/40 R18 (belakang)
  • Per custom
  • Add-on body kit ACS Style
  • Widebody, radius fender
  • Exhaust pipe custom
  • Interior optional BMW Urban Line

Workshop
Rudy Motor, BSD Autopart, Tangerang Selatan
Mega Per BSD, Jl. Ciater Raya, Tangerang Selatan
Eurogarage, Condet, Jakarta Timur
Indojaya Knalpot, Jl. Panjang No.84, Jakarta Barat

 

EDITOR

andy

TERPOPULER

Top