Kamis,1 Sept 2016 15:03 WIB

Penulis: Vierko Moviarto

CAR - test drive

BMW 330i M Sport (F30): Next Level

  • Foto: Andi Arsi

    Tampak muka BMW 330i M Sport (F30)

  • Foto: Andi Arsi

    BMW 330i M Sport (F30) tengah beraksi

  • Foto: Andi Arsi

    Headlamp BMW 330i M Sport (F30)

  • Foto: Andi Arsi

    Sisi samping BMW 330i M Sport (F30)

  • Foto: Andi Arsi

    Buritan BMW 330i M Sport (F30)

  • Foto: Andi Arsi

    Velg BMW 330i M Sport (F30)

  • Foto: Andi Arsi

    Dasbor BMW 330i M Sport (F30)

  • Foto: Andi Arsi

    Kursi depan BMW 330i M Sport (F30)

  • Foto: Andi Arsi

    Sunroof BMW 330i M Sport (F30)

  • Foto: Andi Arsi

    Tuas transmisi BMW 330i M Sport (F30)

  • Foto: Andi Arsi

    BMW 330i M Sport (F30) menggunakan sistem audio harman/kardon

  • Foto: Andi Arsi

    Mesin BMW 330i M Sport (F30) 4-silinder Turbocharged 1.998 cc, tenaga 252 hp dan torsi 350 Nm.

Rasanya agak susah untuk menampik bahwa BMW Seri 3 adalah salah satu sedan terbaik di kelasnya. Dari awal, BMW memang merancang Seri 3 sebagai sedan yang sanggup memberikan ‘racun’ kepada mereka yang ingin tampil beda, tapi sanggup memberikan kepuasan dari sisi performa. Tidak heran, apabila lebih dari 40 tahun, Seri 3 menjadi salah satu line up BMW yang laris manis dan menjadi favorit banyak orang di seluruh penjuru dunia.

Unit tes yang ada di halaman ini adalah BMW 330i M Sport. Kehadirannya melengkapi varian lain yang sebelumnya sudah hadir seperti BMW 320i maupun BMW 320i M Sport. Bicara M, maka kita akan teringat dengan pendahulunya milik E46 atau E92. Bedanya, kedua pendahulunya itu dibekali mesin 6 silinder yang sangat bertenaga serta mampu mendengarkan raungan mesin lebih merdu di telinga.
    
Seperti bisa dilihat, tampilan sedan empat pintu ini terlihat lebih menarik dibandingkan 320i karena ia menggunakan aerodinamika M package. Desain bumper depan dan belakang terlihat lebih kekar untuk menegaskan tulisan M yang ada di samping mobil. Velg 18 inci di keempat rodanya mirip dengan yang digunakan oleh BMW M235i. Pembeda lainnya ada di headlamp. Pada 330i M Sport, terdapat garis lurus yang fungsinya seperti DRL.
    
Bagi pecinta kecepatan, ruang kabin 330i M Sport sudah mewakili nuansa tersebut. Mayoritas ruang kabin menggunakan warna merah sebagai warna dominan. Kemudi M Sport palang tiga semakin menegaskan kesan sporti yang ada di ruang kabin. Jok elektrik untuk pengemudi dan penumpang depan sudah menjadi standarnya. Begitu juga dengan paddle shift yang ada di balik kemudi serta sunroof sudah tersedia untuk menambah kenyamanan selama berkendara.
    
Ada perasaan berbeda tangan kiri menekan tombol Start/Stop untuk mengaktifkan mesin. Seperti sudah sedikit kami ulas di atas, kalau versi M Sport E46 dan E92 dibekali mesin 6 silinder yang menghasilkan suara merdu di telinga, maka tidak demikian dengan 330i M Sport.
    
Ketika mesin dinyalakan, raung mesin terdengar sangat sopan. Mesin 4 silinder 1.998 cc sudah dilengkapi turbo persis seperti yang digunakan oleh 320i. Hanya saja, kemampuan mesin 330i ditingkatkan melalui mapping computer hingga kemampuannya menjadi 252 HP dengan torsi 350 Nm. Spesifikasi mesin ini dikawinkan dengan transmisi 8 percepatan otomatis untuk menggerakkan kedua roda belakang.
    
Bukan lagi menjadi rahasia kalau berada di balik kemudi Seri 3 selalu menyenangkan. Kemudi dapat diatur posisinya plus lingkar kemudi ideal, membuat kami percaya diri ketika berkendara. Feedback yang diberikan pada kemudi sangat terasa ketika melakukan beberapa manuver. Plus, visibilitas luas menjadi poin menyenangkan lain yang kami temui pada sedan seharga Rp 849 juta (Off The Road) ini.
    
330i M Sport memiliki beberapa pilihan mode berkendara. Eco Pro, Comfort, Sport, dan Sport Plus menjadi mode yang bisa dipilih. Pada pengujian ini, kami lebih memilih mode Sport. Pemilihan mode ini akan menyesuaikan bantingan suspensi dan tentu memberikan kenikmatan lebih ketika pedal gas ditekan.
    
Pada pengujian yang kami lakukan, untuk kecepatan 0-100 km/jam membutuhkan waktu 6,6 detik.  Kami begitu menikmati entakan demi entakan ketika perpindahan gigi terjadi. Jarum putaran mesin bergerak cepat menjadi kenikmatan tersendiri. Tidak membutuhkan effort berlebihan untuk mencapai kecepatan 200 km/jam. Itu yang kami rasakan.
    
Satu hal lain yang membuat kami terkejut adalah suspensi yang digunakan oleh mobil ini. Betul, ia menggunakan Adaptive M Suspension yang akan menyesuaikan pilihan mode berkendara. Tapi kami merasakan bahwa suspensi mobil ini terasa lebih lembut. Ketika memilih mode Comfort, kami terasa bukan mengendarai Seri 3. Lebih seperti mengendarai Audi A4 atau Jaguar XE. Meski begitu, hal ini tak mempengaruhi tajamnya handling.
    
Ketika melakukan uji konsumsi bahan bakar, hasilnya menurut kami tidak terlalu mengecewakan. Dengan kecepatan rata-rata 22,5 km/jam, konsumsi BBM untuk rute dalam kota adalah 8,8 km/liter. Sementara ketika dibawa menempuh jalan bebas hambatan, data yang terekam adalah 17,1 km/liter dengan rata-rata kecepatan 59,3 km/jam.

 

SPESIFIKASI

APM PT BMW Indonesia
MODEL BMW 330i M Sport (F30)
HARGA Rp 849 juta (Off The Road)
MESIN:  
Tipe 4-silinder Turbocharged
Kapasitas 1.998 cc
Jumlah katup 16
Tenaga (HP/RPM) 252/5.000  
Torsi (Nm/RPM) 350/1.250
DIMENSI (MM):  
PxLxT  4.633 x 2.031 x 1.429
Wheelbase 2.810
TRANSMISI:  
Tipe Otomatis 8-percepatan,RWD
REM:  
Depan Ventilated disc
Belakang Disc
SUSPENSI:  
Depan Strut front suspension, coil springs
Belakang Multi-link rear suspension, coil spring
BAN:  
Ukuran 225/45 R18 (depan), 255/40 R18 (belakang)

 

DATA TES  
0-60 km/jam 3,1 detik
0-100 km/jam 6,6 detik
20-40 km/jam 1.0 detik
40-80 km/jam 2,3 detik
80-100 km/jam 1,9 detik
Konsumsi BBM Tol 17,1 km/liter
Konsumsi BBM Dalam Kota 8,8 km/liter

 

EDITOR

andy

Jumat,23 Sept 2016 10:30 WIB

Toyota Sienta - Test Drive Review

Senin,19 Sept 2016 15:15 WIB

All New Honda BeAT ESP 2016 - Test Ride

Jumat,9 Sept 2016 13:30 WIB

KUN Bali & Banyuwangi 2016

Top