Rabu,7 Sept 2016 09:00 WIB

Penulis: Fajar Diva

CAR- first drive

Daihatsu Sigra: LCGC Contender

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    Moving Daihatsu Sigra

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    Tampak muka Daihatsu Sigra

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    Buritan Daihatsu Sigra

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    Dasbor Daihatsu Sigra

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    Instrument panel Daihatsu Sigra

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    Tengah dasbor Daihatsu Sigra

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    Rem tangan Daihatsu Sigra

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    Air blower Daihatsu Sigra

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    Cup holder Daihatsu Sigra

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    Engine Daihatsu Sigra

Daihatsu dan Toyota kembali berkolaborasi menciptakan kendaraan dengan value for money tinggi. Duet kembar 7-seater Astra Daihatsu Sigra dan Astra Toyota Calya akan mengisi segmen Low Cost Green Car (LCGC). Apakah ‘duet maut’ ini akan kembali mendulang kesuksesan seperti Avanza-Xenia? Kita tunggu respons dari konsumen Indonesia.

Di hadapan Anda terpajang Astra Daihatsu Sigra R A/T, yang menjadi tipe tertinggi dari line-up Sigra. Memang bukan menjadi pionir LCGC 7-seater karena sebelum ini Datsun sudah mengawalinya melalui GO+ Panca dengan konsep . Bahkan beberapa tahun lalu Suzuki pun pernah memperlihatkan konsep Karimun Wagon R dengan tiga baris bangku.

Sigra dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat Indonesia. Desain modern, fitur melimpah, kapasitas 7-orang, hingga harga jual terjangkau menjadi kekuatannya. Dan untungnya kami diberi kesempatan emas untuk berkenalan lebih intim dengannya.

Nah, seperti apa profil Daihatsu Sigra? Kami jabarkan lengkap, mulai eksterior, interior, ergonomika kabin dan bagasi, serta fitur unggulannya. Meski pihak PT Astra Daihatsu Motor (ADM) belum memberikan data spesifikasi yang detail, semoga pengamatan kami bisa menjadi panduan Anda untuk mengetahui lebih jauh LCGC MPV lansiran Daihatsu ini sebelum diperkenalkan resmi kepada publik pada pameran internasional mendatang.


Eksterior

Jujur, eksteriornya dikemas apik dan dimanis. Melihat fascia depan, sekilas mirip Great New Xenia, tapi tentu dengan sedikit perbedaan. Headlamp-nya berdimensi besar dengan desain bersudut agak melancip. Permainan aksen krom terlihat pada bilah gril serta cover foglamp.

Sementara desain air dam mirip seperti gril New Sirion, berbentuk trapezoidal. Desain air dam yang besar ini memiliki sudut lebih tajam serta finishing warna hitam. Tak hanya mencuatkan kesan sporty atau agresif, namun fungsi lebihnya berguna untuk memberikan sirkulasi udara dingin ke mesin ketika melaju.

Untuk tipe tertinggi juga sudah dilengkapi foglamp berjenis halogen. Sedangkan velg alloy two-tone yang menjadi standar di varian tertinggi ini dibalut ban Bridgestone berukuran 175/65R14. Aksen krom juga bisa ditemui pada bagian samping, yakni bagian bawah lis kaca jendela dan pintu depan-belakang. Spion pun sudah dilengkapi sein sebagai standar.

Bagaimana buritannya? Kami melihat unsur desain stoplamp All New Innova diaplikasi pada Sigra. Garnish krom turut disematkan dalam satu bilah memanjang. Pada bagian bawah, ditempel emblem Astra Daihatsu sebelah kiri dan emblem Sigra di sebelah kanan bawah pintu bagasi.

Bicara dimensi, menurut informasi yang kami peroleh Sigra memiliki panjang 4.070 mm, lebar 1.655 mm, tinggi 1.600 mm. Angka tersebut beda tipis dari dimensi Great New Xenia (1.140 x 1.660 x 1.695 mm). Namun dibanding GO+ Panca, Sigra lebih unggul soal panjang (+75 mm), lebar (+20 mm), dan tinggi (+110 mm). Soal ground clearance, Sigra berada di angka 180 mm, sementara GO+ Panca 170 mm.


Interior

Siapapun pasti penasaran soal interior Sigra karena belum banyak terekspos. Saat kami membuka pintu pengemudi, kesan lega dan lapang masih terasa. Posisi duduk di jok depan cukup nyaman berkat desain jok yang terasa sedikit mendekap tubuh.

Jok depan memiliki desain sandaran yang menyatu dengan headrest seperti Astra Daihatsu Ayla dan Datsun GO+ Panca. Namun ketimbang Xenia, busa jok Sigra terasa lebih tipis. Langkah tersebut tak hanya menekan harga jual, tapi insinyur Daihatsu lebih menitikberatkan sisi ergonomika dan kelegaan kabin baris dua.

Sempat terkejut melihat panel instrumen Sigra. Tertera angka hingga 200 km/jam, sementara Xenia saja hanya berada pada angka 180 km/jam. Meski begitu layout panel instrumennya mirip Xenia, dilengkapi takometer, spidometer, dan layar MID. Layar Multi Information Display-nya sendiri menampilkan tripmeter, konsumsi bbm rata-rata, hingga indikator aktif/non-aktif-nya fitur Eco.

Jok baris dua berkonfigurasi 60:40 dengan mekanisme pelipatan model One Touch Tumble. Mekanisme pelipatan lebih mudah dioperasikan ketimbang milik GO+ Panca. Selain itu jok baris kedua juga bisa diatur maju-mundur (sliding) dan sandaran direbahkan (reclining) adlam 3 step.

Di atas jok baris kedua juga disematkan blower AC yang desainnya mirip sirip pesawat terbang menjelang landing. Adanya blower AC kedua ini membuat penumpang jok baris dua dan tiga dapat menikmati embusan udara sejuk.

Nah, yang paling mengundang rasa penasaran adalah keleluasan kabin di baris ketiga. Saat road tester kami dengan tinggi badan 168 cm duduk di bangku baris paling belakang, ruang kepala terasa agak mentok dengan plafon pilar D. Namun setidaknya jauh lebih lapang ketimbang GO+ Panca.

Saat kami ukur, jarak dudukan jok baris tiga ke plafon Sigra berada di angka 85 cm, sementara GO+ Panca 78 cm. Legroom Sigra pun unggul 3 cm dari GO+ Panca.

Pada jok baris ketiga yang sudah dilengkapi headrest dengan safety belt dua titik terdapat storage di kiri dan kanan. Selain untuk tempat barang dan cup holder, rasanya bisa menjadi sandaran untuk tangan. Sayangnya ketika duduk di sebelah kiri jok baris ketiga, jemari kaki kanan Anda tidak leluasa karena terhalang cover rel jok baris kedua.

Selanjutnya kami mengukur dimensi ruang bagasi. Saat jok baris ketiga terpasang, didapat lebar bagasi 125 cm, panjang 28,5 cm, dan tinggi 55 cm. Sementara GO+ Panca memiliki lebar 124 cm, panjang 11 cm, dan tinggi 51 cm. Ketimbang Xenia, Sigra sedikit lebih sempit.

Kelebihan lain lagi dari Sigra, jok baris ketiga bisa dilipat penuh ke depan tak seperti GO+ Panca yang hanya dilipat sandarannya saja. Efeknya, volume bagasi pun menjadi lebih luas dengan lantai yang rata.


Mesin

Bicara dapur pacu, menurut data yang kami peroleh, Sigra R A/T disematkan mesin 3NR-VE, DOHC dual VVT-i. Berkapasitas 1.197 cc, 4 silinder yang menyemburkan tenaga 86 ps dan torsi 104 Nm. Sementara rival yang meluncur lebih dulu, GO+ Panca, bermesin 3 silinder 1.198 cc dengan tenaga 70 ps dan torsi 104 Nm.

Menariknya, Sigra tipe tertinggi juga dilengkapi transmisi otomatis 4-percepatan dengan penempatan tuas transmisi pada bagian tengah dasbor, di bawah head unit. Melihat desainnya, penempatan posisi tersebut, mirip tata letak tuas transmisi Gran Max dan Luxio.


Fitur

Bicara fitur memang menyenangkan. Inilah salah satu poin utama untuk mencuri perhatian calon konsumen. Lebih dari itu, pabrikan menyematkan demi kepentingan keamanan serta kenyamanan lebih ketika berkendara.

Sigra telah dilengkapi segudang fitur, seperti immobilizer, dual SRS airbag, side impact beam, front seatbelt with pretensioner, Anti-Lock Braking System (ABS), sensor parkir di depan dan belakang, electric mirror, serta Eco Indicator untuk mengemudi hemat bahan bakar.

Ada satu fitur tambahan yang sangat membantu ketika mengemudi saat hujan. Wiper belakang bisa bekerja otomatis. Caranya, aktifkan mode wiper depan terlebih dahulu. Masukkan tuas transmisi posisi ‘R’ dan lajukan kendaraan. Maka otomatis, wiper belakang akan aktif.

EDITOR

andy

Top