Selasa,23 Agust 2016 17:00 WIB

Penulis: Atha

TUNING - cars

Datsun GO Panca: Turbo Pertama Datsun

  • Foto: Atha

    Tampilan depan DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Tampilan belakang DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Tampilan lampu utama DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Over fender DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Velg DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Spion DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Spoiler samping DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Spoiler belakang DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Knalpot DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Mesin DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Bangku pengemudi DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Dasbor tengah DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Turbo timer DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Indikator DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Bangku penumpang depan DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Kersi belakang DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

  • Foto: Atha

    Audio DATSUN GO PANCA Turbo Pertama

Pertama kali Datsun beredar di Indonesia, Evan Sumanto langsung tertarik untuk memilikinya. Dan setelah berada di tangannya, ia pun ingin segera melakukan ubahan pada sektor mesin. Maklum Evan sendiri adalah modifikator, sekaligus pemilik workshop Auto Concept di Surabaya.

Niat ini tak segera terwujud, karena di tahun 2015 ubahan yang dilakukannya masih terbilang ‘standar’. Apalagi waktu itu hatchback bermesin 1.200 cc miliknya ini masih relatif baru. Memasuki tahun 2016, ia tak lagi sabar untuk segera mengup-grade kemampuan mesin, dan ini menjadikan Datsun miliknya terpasang turbo.

Memakai produk keluaran HKS, brand asal Jepang, turbo bertipe TD04 lah yang menjadi pilihan Evan untuk terpasang pada Datsun GO miliknya. Bukan lantaran terbentur dana atau model, tapi hanya tipe itu yang cocok dengan mesin berkapasitas kecil.
“Bukan asal comot part racing, kalau tidak mengerti spesifikasi dan kegunaannya bisa rugi dong. Makanya setiap pembelian mesti jelas peruntukannya,” beber lulusan S2 Universitas Katolik Petra ini.

Pemasangannya tidak berjalan dengan mudah, lantaran belum ada yang menjual parts bolt-on. Jadi semua pipa yang terpasang pada Datsun miliknya itu adalah murni bikinan sendiri. Bukan hanya pipa saja, tapi dudukan pipa dan turbo yang membuat Evan harus putar otak selama 3 minggu.

“Pembuatan dudukan dan penempatan pipa custom yang benar-benar susah dan menyita waktu. Maklum pemasangan mesti pas supaya turbo tidak bocor dan terpasang sempurna,” terang juragan Auto Concept yang ada di jalan Darmo Indah P-15, Surabaya ini.
Sayangnya, setelah pemasangan ternyata masih belum bisa seratus persen sempurna. Bukan lantaran kesalahan pemasangan, akan tetapi musti ditambbah piggy back supaya turbo mau bekerja sempurna. “Masih pakai ECU Dastek Q, kalau ditambah piggy back makin sempurna lagi. Hanya saja settingnya masih susah nih,” ungkapnya lagi.

Body Kit Custom
Menemani pemasangan turbo, bagian eksterior seperti pemasangan bodi kit menjadi sasaran Evan selanjutnya. Tidak mau dibilang nanggung, makanya bodi kit custom langsung dibuat untuk mengejar tema racing. Lirik saja macam bodi kit keliling dan wing sampai spoiler dibikin custom.

Mesin
Pergantian juga meliputi bagian mesin, bisa dilihat part macam I drive, filter udara open K&N, oil cooler D1, ground cable HKS, slang HKS, dan voltage stabilizer XCS 3 melengkapi ruang mesin ketika dibuka.
“Strut bar pakai Huricane milik Honda Jazz. Karena kepanjangan mesti dipotong sekitar 3-5 cm supaya bisa terpasang di Datsun,” tutupnya.

Coilover Nissan
Pengantian suspensi terbilang menyeluruh, dengan aplikasi BC Coilovers keluaran Jepang yang langsung ditebus menggantikan bawaan pabrik. “Saya tebus seharga Rp 12,5 juta. Enaknya bisa setting sendiri tinggi rendahnya. Part-nya diperuntukkan Nissan March berkapasitas 1.200 cc. Untungnya tinggal plug n play kok, kebetulan juga sama persis,” cerita Evan dengan nada lega.
Enaknya lagi, setting suspensi disediakan 3 macam yaitu naik-turun untuk per, naik-turun untuk sokbreker, dan pengaturan soft-hard-rebound yang bisa disesuaikan kebutuhan.

Audio
Namanya juga mobil kontes, jadi kurang afdol jika tidak mengaplikasi perangkat audio yang sesuai. Makanya sistem in car-tainment yang dipasang pun tidak tanggung-tanggung. Berbagai merek perangkat audio seperti Cello, Audison, Critical Mass, Rockford Fostage, dan Eton mengisi penuh bagasi hatchback berwarna dasar putih ini.

 

DATA DRESS UP

Velg OZ 17x7,5-9 inci
Ban Dunlop 205/45R17
I drive, filter udara open K&N, oil cooler D1
Ground cable HKS, slang HKS, voltage stabilizer XCS 3
Head unit Sony
Speaker 3-way Cello (depan)
Speaker 3-way Eton (belakang)
Subwoofer DD 15 inci
Power amplifier 4-channel Audison
Power amplifier 4-channel Audio System
Power amplifier mono 12k
Capasitor bank Critical Mass 50F

Workshop
Auto Concept, Jl. Darmo Indah P-15 Surabaya, telp. 0817333334

EDITOR

andy

Top