Selasa,25 Okt 2016 13:45 WIB

Penulis: Fajar Diva

TUNING - cars

EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

  • Foto: ADLISAL RIVAI

    EX-tra Ordinary Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT 2008

Awalnya pria muda berusia 20 tahun bernama lengkap Harby Febiakto naksir berat kepada Mitsubishi Lancer Evolution X. Namun apa daya harga jualnya masih selangit.

“Akhirnya tahun 2014, saya main ke showroom mobkas dan melihat Lancer EX ini. Bentuknya mirip-mirip Evo X, harganya lebih terjangkau. Jadi langsung sikat deh,” buka Harby, panggilan akrabnya.

Ya, Mitsubishi memang mengembangkan EX sebagai generasi kedelapan dari Lancer dan merupakan model basis dari Evo X. Jadi boleh dibilang Lancer EX merupakan versi kalem bagi pengemudi yang tak terlalu antusias dengan nuansa balap dan kecepatan.

Tanpa pikir panjang, Harby menebus EX berwarna dasar grey untuk keperluan daily use termasuk pergi ke kampus. Ternyata hasrat untuk memiliki Evo X masih terpendam dalam hatinya. Ia pun mencari akal agar EX miliknya mampu tampil ala Evo X.

Demi mewujudkan keinginannya ini Harby berselancar dunia maya untuk mencari referensi gambar Mitsubishi Lancer Evolution X. Setelah gambar didapat, ia bergegas ke workshop F1 Bodywork di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat untuk merealisasikan mimpinya.

Setelah berkonsultasi kepada owner workshop spesialis body kit tersebut akhirnya diaplikasi beberapa bagian bergaya Evo X di depan dan belakang. Persisnya pada kap mesin, roof fin, dan spoiler belakang.

“Butuh waktu sekitar 2 bulan untuk mewujudkan mimpi ini. Meski begitu, tidak semua tampilan dibuat mirip Evo X. Saya masih meninggalkan ciri khas EX pada eksterior. Selanjutnya saya tambahkan body kit seperti lips bumper depan-belakang dan side skirt biar tampilan jadi lebih sporty lagi,” ujar Harby.

Khusus eksterior, tahap akhirnya ada pada aplikasi cutting sticker silver grey metallic Oracal 970. “Alasannya, karena warna stiker seperti warna standar mobil. Dan suka dengan warna doff. Selain itu, saya pernah lihat Lancer dengan warna seperti ini untuk lapis stikernya. Bagus juga.. haha,” candanya.

Untuk sektor kaki-kaki, Harby punya selera khusus. Ia mengganti velg standar EX dengan velg Avant Garde M590 yang desainnya terinspirasi dari Evo X. “Desainnya mirip-mirip seperti velg standar Evo X. Saya memilih velg berukuran 19 inci dengan lebar 8,5 inci (depan) dan 9,5 inci (belakang) yang dibalut dengan ban Falken Azenis 245/35R19,” sahut pria pehobi otomotif, seni dan musik.

Untuk interior, Harby memberi sentuhan dengan mengganti jok baris pertama menggunakan replika Recaro Top Fuel berwarna merah dan kombinasi hitam. Aura sporty semakin terasa dengan disematkannya indikator temperatur oli merek Greddy dan voltmeter keluaran Defi – keduanya dipasang di atas dasbor.

Sistem audio pun juga kena jamah. Head unit standar diganti menggunakan Kenwood DDX415BT. Keluaran suara dari head unit diperkuat oleh power amplifier Rockford Fosgate 4-channel, dan dentuman bass semakin mantap dengan penggunaan subwoofer Consonance.

Nah, yang terakhir jadi sasaran  Harby adalah sektor dapur pacu. Harby pun memboyong EX miliknya ke workshop Sigma Speed untuk menambahkan Dastek Unichip Q4+ agar tarikan putaran bawah lebih responsif. “Biar lebih responsif dan lebih galak hingga kecepatan 100 km/jam. Jadi berasa sensasi berkendaranya.. Hehe,” ujar penikmat kecepatan ini.

Selain itu, komponen lain yang disematkan adalah air filter replacement K&N, busi iridium NGK, header Kansai, resonator custom, HKS HiPower bolt-on. Setelah itu ia juga menambahkan Hurricane spring buffer. Apakah sudah puas dengan performanya?

Ternyata Harby masih menyimpan hasrat untuk mengganti mesin mobil kesayangannya dengan kepunyaan Evo X. “Pernah main ke bengkel untuk tanya harga mesin Evo X. Ditawarkan dengan harga Rp 250 juta. Wow, harganya lumayan yaa,” tutup pria yang tidak mau diekspos wajahnya.

DATA DRESS UP

  • Custom body kit
  • Roof spoiler Evo X
  • Headlamp
  • Stoplamp Eagle Eye
  • Stiker Oracal 970 Silver Grey Metallic
  • Greddy oil temp
  • Defi voltmeter
  • Header Kansai
  • Dastek Unichip q4+
  • HKS kompresor
  • Jok replika Recaro Top Fuel
  • Head unit Kenwood DDX415BT
  • Power amplifier Roksford Fosgate
  • Subwoofer Consonance
  • Velg Avant Garde m590 18x8,5+9,5
  • Ban Falken Azenis 245/35R19
  • Hurricane spring buffer

WORKSHOP
Mesin: Sigma Speed
Body: F1 BodyWork
Velg: SM Motorsport
Sticker: SuperStasion

 

EDITOR

andy

Top