Minggu,28 Agust 2016 10:00 WIB

Penulis: Hafiz Fauzan

Guide - teknopedia

Head-Up Display iScout: Mempermudah Akses Informasi

  • Foto: iScout-HUD

    berbagai jenins iScout HUD

  • Foto: iScout-HUD

    Mengemudi dengan panduan iScout-HUD

  • Foto: iScout-HUD

    iScout-HUD

  • Foto: iScout-HUD

    Mengikuti lajur sesuai tujuan dengan iScout-HUD

  • Foto: iScout-HUD

    Kamera depan iScout-HUD

  • Foto: iScout-HUD

    Kamera samping iScout-HUD

  • Foto: iScout-HUD

    Mengikuti panduan Scout-HUD

Penggunaan head-up display di kendaraan sejatinya sudah dimulai jauh sejak era 1980-an, yaitu melalui proyek yang dijalankan General Motors pada tahun 1988. Sejak saat itu perkembangan head-up display mulai berkembang di era 2000-an dengan fungsi sebagai penunjuk kecepatan, putaran mesin, dan arah navigasi.

Kini head-up display sudah dibuat menjadi jauh lebih ‘pintar’. Keberadaannya mulai menjadi penting karena dianggap mampu mengurangi insiden kecelakaan akibat berkurangnya konsentrasi saat mengemudi.

Hal ini dibaca oleh para kreator aftermarket maupun pabrikan mobil untuk menciptakan perangkat head-up display yang lebih intuitif, cerdas, dan tidak mengurangi konsentrasi saat berkendara.

Salah satu produk head-up display yang terbilang inovatif adalah iScout HUD, yang dikreasikan oleh perusahaan asal Singapura, Spade Techs. Head-up display ini diklaim mampu membuat pengemudi semakin cerdas dan lebih aman kala berkendara.

Head-up display ini didesain untuk mengkoneksikan informasi yang ada di mobil dan smartphone dalam satu tampilan. Jika informasi dari mobil didapat dari koneksi dengan On-Board Diagnostics, maka untuk informasi di smartphone menggunakan teknologi Bluetooth dan aplikasi khusus yang tersedia untuk sistem operasi iOS maupun Android.

Seperti head-up display pada umumnya, iScout dipasang di atas dashboard tepat segaris dengan pandangan mata pengemudi. Menariknya, tampilan iScout mampu beradaptasi cepat dengan kondisi jalanan berkat penggunaan lapisan kaca photochromic. Adapun dua kamera digital tersemat di bagian samping boks iScout, dengan satu kamera di bagian belakang iScout, yang memiliki fungsi ‘tak biasa’.
 
Ya, salah satu fungsi ‘tak biasa’ ini ialah penampilan blind-spot display saat Anda menyalakan lampu sein dan akan berbelok. Fitur blind spot display ini akan mengaktifkan kamera di samping boks iScout, sekaligus menampilkan visual di sisi samping mobil agar Anda terhindar dari efek blind spot saat berkendara. Tersedia pula satu kamera yang berfungsi sebagai dashcam sebagai salah satu fitur pengingat jalan sekaligus untuk keamanan saat berkendara.
 
Selain penggunaan kamera, di dalam fitur iScout terdapat sebuah sensor yang berfungsi membaca gerakan tangan. Cukup mengkibaskan tangan, Anda bisa mengangkat dan menutup telepon, mengontrol pemutar lagu, membaca notifikasi dari apps smartphone seperti WhatsApp. Asyiknya lagi, iScout sudah didukung voice dictation, yang mampu mengkonversi suara menjadi teks dan digunakan untuk membalas pesan yang disampaikan di WhatsApp.

Meski memiliki dua fitur jagoan, head-up display iScout ini tetap mampu menampilkan informasi seputar kondisi mobil. Seperti sisa bahan bakar di tangki, kecepatan mobil, dan informasi-informasi lainnya. Nah, jika bahan bakar di mobil sampai habis di jalan, sistem iScout akan memberikan informasi dan merekomendasikan SPBU terdekat dari lokasi mobil Anda berada secara cepat.
 
Untuk bisa merekomendasikan lokasi SPBU terdekat, iScout didukung sistem navigasi terpadu yang terintegrasi di dalam boks pengontrolnya. Saat di tampilkan di kaca photochromatic, sistem navigasi iScout akan menunjukkan posisi mobil di jalur berkendara, arah navigasi menuju lokasi tujuan, sekaligus rekomendasi jalan yang dipiliih.

Dengan segala kelebihan yang ada, produk Spade Techs ini dibanderol dengan harga terjangkau. Saat ini harga iScout berada di kisaran harga 269-299 dolar AS (sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta) dengan jalur pre-order di kanal crowdfunding Kickstarter.

EDITOR

andy

Top