Senin,31 Okt 2016 17:30 WIB

Penulis: Rachmad Sadeli

GUIDE - in car tainment

Honda HR-V 1.8 Prestige 2016 Akomodir Tiga Aliran Musik

  • Foto: Rusli Ilfan

    Honda HR-V 1.8 Prestige 2016 Akomodir Tiga Aliran Musik

  • Foto: Rusli Ilfan

    Honda HR-V 1.8 Prestige 2016 Akomodir Tiga Aliran Musik

  • Foto: Rusli Ilfan

    Honda HR-V 1.8 Prestige 2016 Akomodir Tiga Aliran Musik

  • Foto: Rusli Ilfan

    Honda HR-V 1.8 Prestige 2016 Akomodir Tiga Aliran Musik

  • Foto: Rusli Ilfan

    Honda HR-V 1.8 Prestige 2016 Akomodir Tiga Aliran Musik

  • Foto: Rusli Ilfan

    Honda HR-V 1.8 Prestige 2016 Akomodir Tiga Aliran Musik

  • Foto: Rusli Ilfan

    Honda HR-V 1.8 Prestige 2016 Akomodir Tiga Aliran Musik

  • Foto: Rusli Ilfan

    Honda HR-V 1.8 Prestige 2016 Akomodir Tiga Aliran Musik

  • Foto: Rusli Ilfan

    Honda HR-V 1.8 Prestige 2016 Akomodir Tiga Aliran Musik

Seorang instalatur audio mesti tahu keinginan kastemernya ketika melakukan perombakan tata suara sebuah mobil. Nah, kemampuan menerjemahkan ini dimiliki Hartono, instalatur audio HK Audio,

Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat saat membangun sistem audio Honda HR-V, milik Fiku. “Karena pemiliknya suka beragam jenis musik, mulai aliran SQ, SQL, dan SPL, maka saya berikan setting dengan 3 pengaturan suara,” bilang Hartono.

Lantaran sistem yang diinginkan bisa main untuk sound quality, sound quality loud, dan sound pressure level, maka pemilihan subwoofer jadi perhatian utama. Intinya subwoofer yang digunakan harus bisa untuk diajak main musik lembut sampai keras.

Pilihannya jatuh pada subwoofer Crescendo Evo 110 10 inci yang bisa diajak menghasilkan bass yang frekuensi rendah dan keras. “Kita buat boks subwoofer 21 liter,” bilang Hartono. Tujuannya mendapatkan gebukan bass yang diinginkan sesuai rekomendasi pabriknya.

Bagaimana mengatur sistemnya agar bisa memainkan semua aliran musik dengan baik? Hal ini dijawab dengan melakukan pengaturan prosesor Alpine H800. Ya, dengan prosesor ini Hartono dapat menyimpan 3 memori yang berbeda dari setting suaranya.

“Memori P1 untuk SQ, P2 untuk SQL, dan P3 untuk SPL,” kata Hartono. Dengan adanya pengaturan ini, pemilik tinggal memindahkan memori 1 sampai 3 sesuai jenis music yang ingin dimainkan.
Pengaturan frekuensi suara subwoofernya, untuk SQ dan SQL ditauruh di 71 Hz, sementara SPL 80 Hz. “SPL butuh bass yang dinamis, makanya disetting 80 Hz,” ujar Hartono. Untuk pengaturan level suara subwoofer, dilakukan setting equalizer, buat SQ posisi 0, SQL +1, dan SPL +10.

Hasilnya ketika saya coba memang ada perbedaan menyolok ketika mendengarkan ketiga pengaturan memori tersebut. Kalau saya pribadi suka dengan SQ dengan bass yang empuk dan berada di depan. Tapi kalau Anda suka bass keras,  pilih menu P2 untuk SQL atau P3 SPL, sangat terasa getaran suara yang ditimbulkan bass-nya.

 
Pengaturan Power Amplifier
TENAGA BESAR

Sistem audio HR-V ini memakai 2 power amplifier Genesis ProfileFour Black (GT Four) 4x100 Watt. Pembagiannya, power amplifier pertama sejumlah 4 kanal dibagi untuk tweeter dan midrange, masing-masing mendapat 100 Watt.

Lalu power amplifier kedua, dua kanal untuk midbass kiri kanan, dan 2 kanal untuk subwoofer. “Subwoofer dapat 2 kanal di-bridge mono 4 Ohm, sehingga dapat mengerahkan daya 170 Watt,” ungkap Hartono.


DATA DRESS UP

  • Speaker Crescendo Evolution7 3-way
  • Dua power amplifier Genesis ProfileFour Black (GT Four)
  • Subwoofer Crescendo Evo 110 10 inci
  • Prosesor  Alpine PXA-H800
  • Controller Alpine RUX-C800
  • Capasitor Batcap X400
  • Kabel Harmonic-Harmony Interlude
  • Peredam STP AutoFun


Workshop:
HK Car Audio, Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat

EDITOR

andy

Top