Selasa,29 Nov 2016 18:30 WIB

Penulis: Rachmat Sadeli

GUIDE - in car teinment

Mitsubishi Grandis GLS 2009 Detail Jelas Dan Lantang

  • Foto: Rachmad Sadeli

    Mitsubishi Grandis GLS 2009 Detail Jelas Dan Lantang

  • Foto: Rachmad Sadeli

    Mitsubishi Grandis GLS 2009 Detail Jelas Dan Lantang

  • Foto: Rachmad Sadeli

    Mitsubishi Grandis GLS 2009 Detail Jelas Dan Lantang

  • Foto: Rachmad Sadeli

    Mitsubishi Grandis GLS 2009 Detail Jelas Dan Lantang

  • Foto: Rachmad Sadeli

    Mitsubishi Grandis GLS 2009 Detail Jelas Dan Lantang

  • Foto: Rachmad Sadeli

    Mitsubishi Grandis GLS 2009 Detail Jelas Dan Lantang

  • Foto: Rachmad Sadeli

    Mitsubishi Grandis GLS 2009 Detail Jelas Dan Lantang

  • Foto: Rachmad Sadeli

    Mitsubishi Grandis GLS 2009 Detail Jelas Dan Lantang

  • Foto: Rachmad Sadeli

    Mitsubishi Grandis GLS 2009 Detail Jelas Dan Lantang

Sebagai pemilik Mitsubishi  Grandis, Mr. WH tak puas dengan sistem audio standarnya. Makanya ia mendatangi Utanto Wibowo, instalatur audio Elixir Car Stereo, di jalan Kenari, Yogyakarta untuk meng-upgrade sistemnya agar detailnya terdengar jelas dan lantang.

“Pemiliknya ingin penempatan speakernya di tempat standar atau model OEM,” bilang Utanto atau biasa disapa Yungyung. Lantaran Mr. WH ingin suaranya harmonis, bertenaga, dan staging mantap, Yungyung memilihkan speaker ScanSpeak R6.2 2-way.

Pilihan pada speaker ScanSpeak R6.2 2 way jelas lantaran mutunya yang prima. “ScanSpeak itu produsen speaker yang sudah lama ada di dunia. Ibarat mobil ScanSpeak itu seperti Mercy. Kelas high-end,” ujar instalatur yang gemar makan sate ini. Pilihan speaker 2-way, agar bisa ditaruh pada dudukan standar. Tweeter dan midbass bisa masuk dengan pas pada dudukan standar.

Biar bisa bersuara lantang, speaker depan menggunakan power langsung dari head unit, melalui x-over pasif standar bawaan ScanSpeak R6.2.

Bagimana caranya agar suaranya bisa optimal? Nah, untuk hal ini, Yungyung memakai software Fuzz Measure  untuk pengaturan time delay dan equalizer. Dengan software Fuzz Measure dapat dibaca grafik time delay untuk speaker kanan dan kiri. Juga didapat pengaturan equalizer yang bisa menghasilkan suara yang baik.

“Komputer ini sebagai alat bantu, kita lihat grafik, lalu atur di head unit,” kata Yungyung. Nah, setelah itu baru lakukan tes dengar, biasanya dengan alat ini tak jauh-jauh melesetnya.

Kami membuktikan sendiri, bagaimana sistem audio ini bekerja optinmal. Khusus time delay, benar-benar bisa diandalkan. Suara vokal penyanyi dan instrumen musik, berada di area atas dashboard. Terdefinisi dengan jelas, penyanyi berada di tengah dan pemain musik berada di belakangnya ketika dites memakai beberapa CD lagu. Suaranya bertenaga dan detailnya juga jelas.


Aplikasi subwoofer JL Audio 10W3v3b 10 inci

Selain suara tinggi dan menengah yang bagus, bass juga tak kalah mantap. Subwoofer JL Audio 10W3v3b 10 inci. “Power eksternal Lanzar 100 watt digunakan untuk drive subwoofer, dengan custom sealed enclosure,” kata Yungyung.

Boks sealed yang dipakai bervolume sekitar 18 liter dengan setting frekuensi 50 Hz. Subwoofer ketika dihidupkan benar-benar solid dan bulat, datang dari arah depan.


DATA DRESS UP
Head Unit Pioneer AVH-X8750BT
Speaker depan ScanSpeak R6.2 2-way
Subwoofer JL Audio 10W3v3 10 inci
Power amplifier Lanzar Power Mosfet 100 100 Watt

Workshop
Elixir Car Stereo, Jl. Kenari 83 Timur SGM, Yogykarta

 

EDITOR

andy

Top