Selasa,29 Nov 2016 18:00 WIB

Penulis: Iman Firman

TUNING - car

Red Hot Sleeper VW Scirocco 2.0 TSI 2012

  • Foto: Iman Firman

    Red Hot Sleeper VW Scirocco 2.0 TSI 2012

  • Foto: Iman Firman

    Red Hot Sleeper VW Scirocco 2.0 TSI 2012

  • Foto: Iman Firman

    Red Hot Sleeper VW Scirocco 2.0 TSI 2012

  • Foto: Iman Firman

    Red Hot Sleeper VW Scirocco 2.0 TSI 2012

  • Foto: Iman Firman

    Red Hot Sleeper VW Scirocco 2.0 TSI 2012

  • Foto: Iman Firman

    Red Hot Sleeper VW Scirocco 2.0 TSI 2012

  • Foto: Iman Firman

    Red Hot Sleeper VW Scirocco 2.0 TSI 2012

Dari awal beli VW Scirocco ini Robin memang sudah berniat ingin meningkatkan penampilan dan performa mesinnya. “Saya kepincut Scirocco karena modelnya keren dan parts aftermarketnya cukup banyak, jadi gampang modifikasinya,” ujar Robin.

Tadinya cuma ganti velg saja, akhirnya malah merembet ke modifikasi performa mesin. “Awalnya cuma naik ke stage 2, reflash ECU, ganti exhaust system, dan pasang intercooler,” bilang pria ramah ini.

Dari situ ia mencoba adaptasi lagi dengan settingan baru mesinnya sampai sekitar 6 bulan. “Lama-lama mobil terasa seperti standar lagi, butuh di up-grade lagi nih. Hahaha.” ceritanya sambil tergelak.

Akhirnya sekarang mesinnya ditingkatkan ke stage 4. “Saya pernah coba sampai 290 km/jam waktu morning run, nyusul BMW 335i F30. Saya sih enggak lihat spidometer. Teman saya yang di BMW itu bilang kecepatan mobilnya segitu. Hehehe,” kata Robin.

Wow!


Ganti Turbo Lebih Besar

Setelah kembali 'tidak puas' dengan modifikasi mesin stage 2, Robin pun kembali menaikkan performa mesin VW Scirocco miliknya ini. “Kali ini saya mau naik ke stage 4!” serunya. Ckckck

Akhirnya turbo standar bawaan mobil dilungsurkan untuk diganti dengan turbo Revo K04 yang lebih besar, sekalian juga intercooler diganti dengan lansiran Neuspeed yang juga lebih besar. Agar lebih enteng, puli mesin diganti dengan Neuspeed, kemudian ECU direflash dengan Revo stage 3.

Lalu upcharge dan discharge dari Neuspeed juga ditambahkan, "Upcharge yang dari intake ke intercooler, kalau yang discharge dari intercooler ke turbo. Kalau yang aslinya kan bahan plastik gitu, ini dari bahan billet yang lebih kuat dan lebih besar," bilang Anthony dari Revo Technik yang bertanggung jawab untuk modifikasi mobil ini.

Kepalang tanggung, Water Methanol Injection (WMI) Cooling Mist juga dipasang. “Dengan WMI ini pembakaran bensin jadi lebih bagus karena ada udara dingin tambahan dari WMI tadi,” bilang Robin.


BBK Depan Belakang

Mesin sudah kencang, tentunya faktor safety juga harus ditingkatkan. Langsung aja BBK Brembo GT 380 mm 4 pod dipasang di depan, sementara rem belakang pakai disc Neuspeed dengan brakeline dari Neuspeed juga. Lalu kaliper rem belakang Scirocco R dan brake pad-nya dari Stoptech.

Kemudian untuk suspensi dipasang coilover KW DDC setelah velg diganti dengan SSR matte black ukuran 19x8,5+9,5 inci dengan ban Yokohama Advan Neova AD08R 235/35R19 dan 265/35R19.

Sekarang kalau ngebut jadi lebih yakin dong? “Pastinya. Buat nikung aja enak banget kok, enggak ngebuang sama sekali,” bilang pemukim di kawasan Kuningan, Jakarta Pusat ini.

Power mesin sampai 400 dk enggak nih? “Mungkin sampai ya, soalnya belum sempat dyno.Hahaha,” katanya tergelak.


DATA DRESS UP

  • Bodywrap 3M Red
  • Turbo Revo K04
  • Coil pack Audi R8
  • Twin intake gabungan antara K&N dan Forge
  • Downpipe Akrapovic
  • DSG reflash stage 2
  • Upcharge dan discharge Neuspeed
  • WMI Cooling Mist
  • Swaybar depan belakang Neuspeed 28 mm spek racing
  • Underbrace CPM Tech
  • Brembo GT 380 mm 4 pot disc
  • Brakeline Neuspeed dengan kaliper Scirocco R
  • Brake pad Stoptech
  • Coilover KW DDC
  • Velg SSR matte black 19x8,5+9,5 inci
  • Ban Yokohama Advan Neova AD08R 235/35R19 dan 265/35R19

Workshop
Revo Technik, Jakarta Pusat

 

EDITOR

andy

Top