Sabtu,13 Feb 2016 10:15 WIB

Penulis: erie

Aksi Korporasi

Tahun 2020, Pabrikan Jepang Cuma Ada 3?

Foto: eRie

Tokyo Motor Show 2015, isu peningkatan biaya riset dan regulasi emisi bikin resah pabrikan Jepang

Jakarta- Gelombang wacana penggabungan pabrikan nampaknya semakin menguat saja.

Sebelumnya diberitakan kalau bos FCA (Fiat Chrysler Automobiles), Sergio Marchionne, sedang berupaya keras untuk bisa mewujudkan merger antara FCA dan General Motors.   

Dan seperti diberitakan oleh Bloomberg jelang akhir pekan ini (11/2), pada tahun 2020 pabrikan mobil di Jepang juga bakal bisa jadi hanya ada 3 nama saja.

“Kalau cuma ada satu atau dua produsen di satu negara, ini bukan hanya akan menciptakan persaingan yang alami, tetapi juga memperkuat faktor kompetitif mereka sendiri,” sebagaimana disebutkan oleh Takaki Nakanishi dari Jefferis Group LLC, perusahaan investasi.

Hal itu ditegaskan bahwa pabrikan Jepang seperti Mazda, Mitsubishi, atau Suzuki harus berupaya keras untuk bisa eksis di pasar global jika ingin bertahan.

Opsi diakuisi oleh pabrikan yang lebih besar akan membuat satu pabrikan yang lebih kecil tetap bisa menjaga nilai kompetensi mereka.  

Nakanishi-san melihat hal itu dari informasi yang diperolehnya, setelah mengakuisisi total Daihatsu ternyata Toyota melirik Suzuki.

Dan ternyata Toyota memang sudah memegang 5 persen saham Suzuki.

“Semakin menigkatnya biaya produksi ditambah regulasi soal emisi yang semakin ketat membuat pabrikan yang lebih kecil berpotensi mengalami pelemahan kinerja.

 

EDITOR

erie

Top