Selasa,17 Nov 2015 10:02 WIB

Penulis: pewete pewete

Grand New Toyota Fortuner 2.5 G VNT A/T, Nikmatnya Torsi 700 Nm

Foto: SANO

Grand New Toyota Fortuner 2.5 G VNT A/T, Nikmatnya Torsi 700 Nm



Waktu masih pakai ban AT dan pelek diameter 17 inci, torsinya selalu bikin spin saat berbelok


Jakarta - Bukan rahasia lagi, mesin 2KD-FTV milik Toyota Fortuner dan Kijang Innova memang salah satu jeroan diesel yang paling enak dimainkan. Diutak-atik sedikit, tenaga meloncat jauh. Nah, itu juga alasan Andri Hendarsyah meminang SUV ladder frame Toyota ini.



Pengatur Dastek bersebelahan dengan prosesor audio JBL, tetap cinta musik meski demen ngebut

"Awalnya sudah tahu kalau dipasang piggyback saja sudah bisa sangar. Jadi langsung bawa ke om Soleh di Sigma Speed untuk dipasangi Dastek," jelas ayah dari satu anak tersebut. Pilih aman di jalan, ia ‘hanya' menaikkan output hingga 280 dk. Sedangkan torsi, dimaksimalkan hingga 700 Nm!



Transmission cooler wajib ketika torsi dimaksimalkan hingga 700 Nm


Selain itu, dipasang juga transmission cooling Hayden. Uniknya, pria yang berdomisili di Bekasi ini tidak tinggal diam saja setelah Fortuner-nya dipasangi Dastek. Bermodalkan bengkel sendiri, piston dan bagian lainnya di-balance agar aman mengatasi torsi gambotnya.



Pelek 22 inci bikin bantingan jadi terasa keras, biar elegan tercampur sporty maka sebagian di-plastidip hitam

"Sekarang boost-nya 1,7 bar, tadinya mau dimaksimalkan lagi sama anak saya, tapi perlu upgrade transmisi pakai Trans Go. Karena buat harian, jadi enggak saya turutin, nanti jadi enggak enak, hehehe," jelas Andri.



Agar lebih stabil saat menikung, sok belakang diganti Bilstein dan ditambahkan stabilizer

Toh ternyata tidak dipasang pun, hampir selalu spin ketika berbelok dengan ban standar atau AT. Namun pemakaian pelek 17 inci itu waktu tampil ALTO style di tahun 2013-2014. Karena sekarang dipakai untuk harian, alhasil dipilih ring 22 inci agar terlihat elegan. Tapi efek pelek berat, Andri mengakui tidak semudah dulu untuk melakukan spin lagi.



Sempat main tanah di awal dulu, sekarang dengan pelek 22 inci jadi terlalu keras dan tidak se-fun sebelumnya

Kemudian untuk mengatasi bantingan yang katanya terlalu empuk, kaki-kaki mendapat sentuhan lebih lanjut. Selain stabilizer belakang, sokbreker diganti lansiran Bilstein. "Sekarang menikung jadi lebih pede, tapi justru terlalu keras. Mungkin habis ini giliran per saya ganti W123," tambah pemilik Kia Sportage dan Honda Accord Cielo tersebut. • (otomotifnet.com)

Plus:
- Konsumsi tetap irit meski tenaga besar

Minus:
- Interior kurang personal

Data Modifikasi:

Eksterior: Matte Black Sticker by Dice Sticker, Tail lights LED Bar, Head lights custom LED Bar & Angle Eyes, Custom DRL, Strobo 90W Competition (4Lamp) by Whelen, other parts by Federal Signal Audio: Flux Split Speaker, Personal Power Amplifier, Blaupunkt GTB 8200A 8 Inch, Digital Sound Processor JBL MS-8 Mesin: Piggyback Dastek Unichip Q+ turbo boost 1,7 bar, Hayden Transmission Cooler, Replacement Filter K&N, Balance Piston, Dastek Throttle Controller Kaki-kaki: Pelek 22 inci, Ban Achilles 285/40R22, Sok Breker Bilstein BE5-C175/C176, Rear Stabilizer







EDITOR

fauzi

Top