Jumat,20 Nov 2015 15:30 WIB

Penulis: otomotifnet.com

Honda Brio Satya 2014 Tiga ARENA

Honda Brio Satya 2014 Tiga ARENA

  • Foto: Hardy

    Mesin terlihat standar hanya upgrade stage 1

  • Foto: Hardy

    Jok Sparco tipe Speed sudah FIA approved

  • Foto: Hardy

    Roll bar sesuai dengan regulasi yang terkoneksi tanpa baut alias dilas langsung

  • Foto: Hardy

    Setting suspensi sangat pegang peranan supaya dapat masuk dan keluar tikungan dengan cepat

  • Foto: Hardy

    Bodi standar hanya dibungkus stiker keluaran Oracal

Membangun kendaraan lebih enak kalau bisa multifungsi. Mau ikut balap turing, drag race dan kontes tidak masalah

Jakarta - Memadukan tiga tujuan terkadang tidak terlalu sulit. Terpenting cari mana yang masuk kategori prioritas. Seperti LCGC (Low Cost Green Car) milik Rangga Musbandi ini. Karena balap turing merupakan prioritas tentunya seluruh ubahan harus mengacu pada buku regulasi balap turing nasional.

Urusan mesin kelas HBSC (Honda Brio Speed Challenge) dan ITCC (Indonesia Touring Car Championship) tidak boleh banyak ubahan. Salah satu kunci meraih tenaga lebih besar tentu mengadopsi saluran pembuangan yang lebih besar atau setidaknya tanpa catalytic converter. Dari downpipe hingga muffler menggunakan produk Under Control dan TS Kustom Garage. “Untuk memaksimalkan debit bahan bakar dan ignition timing perlu menggunakan piggyback keluaran Dastek,” ujar pemuda yang menggunakan Mini Cooper S untuk kendaraan harian ini.

Sementara itu, demi mendapatkan stabilitas maksimal ketika melintasi trek Sentul, perlu kaki-kaki yang andal. Pilihan coilover jatuh pada Buddy Club N+ tipe one way yang memiliki setelan damping 15 klik. “Jika mau drag race tinggal ubah setelan sokbreker belakang saja dan mengubah camber depan,” terang mahasiswa salah satu universitas di Queensland, Australia.

Interior tentunya harus memperhatikan safety. Roll bar wajib menggunakan bahan seamless, dibuat model 6 titik. Bahan roll bar ini diklaim buatan Jerman yang memiliki kelebihan pipa lebih tebal, namun lebih ringan dibanding seamless yang banyak beredar di pasaran.

Sayangnya kendaraan ini baru saja kelar. Jadi belum pernah coba balap turing. “Rencananya untuk seri terakhir tanggal 22 November nanti. Tapi di ajang drag race sudah pernah menang juara 1 kelas 19 detik pada Sentul D2 seri 2. Waktu masih full standar,” jelas pemuda yang juga mengkoleksi Honda Civic EG6. Sedangkan untuk kontes modifikasi sudah mendapatkan 2 piala pada salah satu kontes yang digelar di Pantai Indah Kapuk belum lama ini. Dapat Best Racing Look dan Best Interior Racing.

Semoga dapat hasil yang memuaskan ya bro. • (otomotifnet.com)

Plus:
- Bisa memadukan modifikasi tiga peruntukkan

Minus:
- Tidak cocok buat kendaraan harian

DATA MODIFIKASI:

Mesin Piggyback Dastek Unichip Q ,Dastek Throttle Module, TS Performance Full Exhaust System, Engine Mounting Polyurethane, Saringan Udara BMC , Strutbar Under Control Eksterior Body Full Wrapping Oracale, Tow Strap Sparco Interior Jok Bucket Sparco Speed, Roll Bar Seamless 6 Titik, Setir Sabelt, Seatbelt Takata 4 Titik, Engine Cut Off Hella, Tachometer Defi, Custom LED Rain Light Kaki-kaki Pelek Rega Master 15x7, Ban GT Radial Champiro SX2 195/50 R15, Coilover Buddy Club N1, Kampas Rem Nissei, Slang Rem Braided

 

EDITOR

advetorials

Top