Selasa,6 Sept 2016 08:10 WIB

Penulis: otomotifnet

In Car Entertaintment Mitsubishi Outlander Sport, Kesabaran Berbuah Prestasi

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Head Unit Alpine ICA-W900E dipilih lantaran fitur pengaturan suara yang cenderung lengkap

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Focal Utopia 11 inci untuk hasilkan frekuensi rendah yang jempolan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tweeter andalkan Genetic Prelude meski midrange-midbass SB Acoustics, demi blind spot yang tidak terlalu besar

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Dua amplifier Planet Audio Tube HVY 754 digunakan karena topologi yang baik meski namanya kurang dikenal

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Diffuser pun ditambahkan untuk menghindari pantulan suara yang tidak diinginkan

Dua tahun jatuh bangun belajar audio bareng komunitas, akhirnya berbuah hasil membanggakan
    
Jakarta
- Bergabung di salah satu komunitas dengan anggota yang banyak main aliran SQ (Sound Quality), jadi awal pria yang satu ini memulai rancahnya di dunia audio. “Teman-teman di Gravity (Grand Avega Community) jadi ‘racun’ yang bikin saya ketagihan main audio,” terang Eddyanto Lok, pemilik Mitsubishi Outlander Sport ini.

Bukan hanya jadi senjata penghibur kuping harian, namun SUV miliknya tersebut juga berhasil menggaet piala dari berbagai kontes audio. Ubahan yang dilakukan dimulai dari penggantian speaker depan dengan kombinasi midbass dan midrange dari SB Acoustics Satori, sedangkan tweeter dari Genetic Prelude.

“Kalau tweeternya pakai merek yang sama, ukurannya terlalu besar sehingga placement-nya akan mengganggu visibilitas,” terang pria yang sering dipanggil Eddy tersebut. Sistem 3-way dipilih karena spektrum frekuensi yang dicapai lebih luas dibanding 2-way, speaker pun bekerja pada frekuensi ‘nyaman’ masing-masing.

Uniknya, pengeras suara tersebut dipasangkan ke power amplifier yang gaungnya jarang terdengar di dalam negeri, Planet Audio HVT 754. “Pada dasarnya amplifier ini punya topologi yang baik, disebut hybrid, alias kombinasi Tube dan Solid Stage dengan harga yang relatif murah,” jelas Eddy lagi. Satu amplifier 4-channel ini dipasangkan ke midrange dan tweeter, sedangkan satu lagi ke midbass.

Menemukan posisi mendengarkan yang tepat, digunakan alat ukut BBpro untuk pengaturan staging dengan time alignment, namun tetap mengandalkan telinga untuk hasil akhir yang tepat. “Pemilihan komponen yang tepat, baru awal untuk warna suara seperti yang diinginkan. Sedangkan untuk unggul di ketepatan suara, perlu tuning dengan alat dan telinga yang teliti,” tambah pria yang akrab disapa ‘Gubernur MGK’ oleh anggota komunitasnya tersebut.

Tidak sia-sia setelah ‘racun’ yang diberikan sekaligus diajarkan teman-temannya, Outlander Sport andalannya berhasil mendapat piala 1st Place di kelas 60K pada salah satu kontes audio. Komentar juri soal suara sistem yang natural dan warm dari perpaduan driver SB Acoustics dan amplifier Tube, membuat usahanya selama 2 tahun ini tidak sia-sia. “Dari sini saya belajar, hal yang penting membangun car audio adalah instalasi dan kelistrikan sempurna, membuat proses tuning jadi lebih mudah,” tutupya. * Sano
    
 Data Modifikasi:
Head Unit: Alpine ICA-W900E
Prosesor: NS Processor
Speaker (Tweeter): Genetic Prelude
Speaker (Midrange): SB Acoustics Satori 5 Inch
Speaker (Midbass): SB Acoustics Satori 7 Inch
Subwoofer: Focal Utopia 11 Inch
Power Amplifier: 2 Planet Audio Tube HVT 754 4-channel
Power Amplifier: Zapco 2-channel
Kabel: Western Electric USA
RCA: Custom
Extra: Eon Fuse Labs, Tuning Device BBpro

 

EDITOR

Bagja

Jumat,23 Sept 2016 10:30 WIB

Toyota Sienta - Test Drive Review

Senin,19 Sept 2016 15:15 WIB

All New Honda BeAT ESP 2016 - Test Ride

Jumat,9 Sept 2016 13:30 WIB

KUN Bali & Banyuwangi 2016

Top