Rabu,16 Des 2015 12:58 WIB

Penulis: parwata

Mercedes-Benz E320 1998 Brabus Minded

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Ini dia kuncian tampil full single tuner. Mesin Brabus 3.800 cc yang pasti bikin tarikan puas banget...

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Salah satu pembeda spidometer adalah top speed yang menunjukkan angka 300 kpj

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Interior pun sudah dipenuhi beragam aksesori Brabus

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Enaknya pakai pelek Brabus khusus W210, fitment-nya sudah pas tanpa ubahan

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Tampilannya tak beda dengan W210 lain, baru kentara begitu didekati

Fanatismenya terhadap rumah modifikasi asal Jerman ini memang patut dapat acungan jempol

Jakarta - Sepertinya legacy Mercedes-Benz E-Class dengan kode bodi W210 memang enggak ada matinya. Penggemarnya terbilang banyak dan setia, seperti RB. Angga Widyapati dengan Mercedes-Benz E320 tahun 1998 miliknya. “Buat saya W210 ini modelnya abadi dan masih terlihat mewah,” ujar Angga, sapaan akrabnya.

Sebagai salah satu penggemar berat Mercy, maka ia pun memilih rumah modifikasi khusus Mercy untuk memodifikasi. “Dari dulu saya memang senang Brabus, lebih keren dan berkelas,” tukas Angga lagi.

Untuk eksterior, pria ramah ini memasang lips depan belakang dan side skirt orisinal Brabus khusus W210. “Head lamp juga saya ganti dengan yang versi Avantgarde berikut washer-nya, itu juga side marker W210 USDM saya pasang,” jelasnya panjang lebar.

Kemudian peleknya ia memilih Brabus Monoblock IV multi-pieces construction ukuran 18x8,5+9,5 inci dengan balutan ban Toyo C1S 235/40R18 depan dan 265/35R18 belakang. Sementara suspensinya pakai per H&R dan sokbreker Bilstein agar lebih ceper, namun tetap nyaman dan stabil.

Tapi Angga enggak mau hanya tampilan saja yang full Brabus. “Malu ah kalau cuma look-nya saja yang full Brabus hehehe,” kekeh pria 39 tahun ini. Ia pun langsung membenamkan mesin Brabus 3.8 ke dalam ruang mesinnya! “Itu juga masih saya tambah Dastek Unichip dan throttle controller supaya lebih ‘gila’ lagi tarikannya,” seru Angga lagi. Wuiiihhhh...

Sayang pada saat mau dicoba ngebut, bannya tidak dalam kondisi memadai. “Mobil ini sempat lama diam di garasi dan enggak digantung, makanya bannya sudah mulai agak keras. Ngeri pecah kalau dipakai ngebut atau burn out, hahaha,” gelak pemukim di Jaktim ini. Yahhhh... • (otomotifnet.com)

Plus:
- Aplikasi engine swap Brabus terbilang jarang

Minus:
- Minus sunroof

Data Modifikasi:

Eksterior Brabus lips spoiler depan belakang dan side skirt, emblem Brabus kap mesin dan bagasi, emblem Brabus 3.8, emblem Brabus sepatbor depan, head lamp Avantgarde, head light washer, spion retractable, side marker USDM, Avantgarde body color trim Interior Spidometer Brabus, setir orisinal Brabus, pedal set Brabus, shift knob Brabus, door lock pin Brabus, sil plate Brabus, panel karbon interior, sunshade kaca belakang otomatis, sunshade kaca pintu belakang Mesin Brabus 3.8L engine, muffler Brabus, filter udara K&N, Dastek Unichip dan throttle controler Kaki-kaki Per H&R, sokbreker Bilstein, pelek Brabus Monoblock IV 18x8,5+9,5 inci, ban Toyo C1S 235/40R18 dan 265/35R18

EDITOR

Bagja

Top