Senin,22 Feb 2016 12:05 WIB

Penulis: Otomotifnet

Mercedes-Benz S202 C230T 1997, Balon Obat Bosan

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Pelek MAE by OZ sebagai pengganti Enkei

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Mewah, panjang, kandas, keren… Kurang apalagi?

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Kompresor Universal Air ditaruh di kabin belakang

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Air sus dua titik cukup untuk wagon Kojek

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Jok Recaro menambah nilai di interior

Enggak mau kalah dengan mobil lain, wagon ini pun dipasang air sus supaya makin keren

Jakarta - Wabah air suspension memang semakin ramai belakangan ini, mulai dari sedan, hatchback, coupe atau MPV, sudah banyak yang pakai. Tak mau kalah, Mercedes-Benz C230T wagon milik Dian Wahyu ini pun ikutan mengunakan suspensi pintar ini.

Awalnya masih bertahan dengan suspensi statis. “Waktu itu belum banyak yang pakai air sus, cuma ini mobil jarang keluar, hahaha,” gelak Kojek, panggilan akrabnya. Ia pun semakin gatal untuk mengubah lagi tampilan estate-nya. “Hitung-hitung supaya enggak bosan, hahaha,” gelaknya.

Dasarnya memang senang ceper, Kojek langsung terpikir mengguna air sus. “Capek juga pakai suspensi statis. Yang pasti, belum ada yang pakai kan di S202?” kekehnya. Lalu ia pun segera menemui Ronny, juragan air sus dari bengkel Akasia Motor untuk berkonsultasi jenis apa yang cocok untuk Mercy-nya.

Setelah ngobrol, Ronny menyarankan pakai air sus dua titik saja. Jadilah lansiran Universal Air dengan solenoid controller langsung dipasang. Pada saat pemasangan, sokbreker juga diganti dengan Sachs untuk depan dan Bilstein untuk belakang. “Supaya bantingannya enggak sekeras kalau pakai sokbreker standar,” ucapnya lagi.

Kepalang tanggung, pelek ikut diganti. Dari pelek Jepang Enkei, ia beralih ke MAE by OZ. Pelek 3 pieces construction berukuran 18x9,5+11 inci ini pun jadi pilihan. Yang pasti ketika air sus disetting tekanan 0. “Pelek dan bannya ‘nyebur’ di dalam spakbor,” seru ayah satu anak ini.

Beres urusan air sus dan pelek, Kojek memasang beberapa pernik Brabus orisinal. Mulai dari knalpot, shift knob, pedal set, door lock pin dan
setir Brabus Vector. “Semuanya Brabus Original Teile,” bangga Kojek. Keren! • (otomotifnet.com)

Plus:
- Masih jarang mobil jenis wagon pakai air sus

Minus:
- Belum pakai body kit

Data modifikasi

Pelek MAE by OZ 3 pieces construction 18 x 9,5 + 11 inci, ban Falken ZE 522 225/40ZR18 + Yokohama S Drive 255/35ZR18, Universal air
suspension 2 titik dengan selenoid controller, sokbreker depan Sachs, sokbreker belakang Bilstein, knalpot Brabus Original Teile, shift
knob Brabus Original Teile, pedal set Brabus Original Teile, door lock pin Brabus Original Teile, setir Brabus Vector Original Teile, jok
Recaro LS Modular Artista, rel Recaro original, head unit Alpine CDA 9887, power Alpine V12, subwoofer Flux 10 inci, speaker Morel
Supremo, CD tray OEM W202, phone holder OEM W202, retractable mirror OEM W202, fog light by Hella Micro DE

EDITOR

Bagja

Top