Senin,23 Nov 2015 11:45 WIB

Penulis: parwata

Mitsubishi Galant V6 2.5 1999 Menjadi VR4!

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Mesin Galant VR4 sudah ada turbo intercooler, lebih kencang!

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Tampilan Galant VR4 memang lebih keren!

  • Foto: KYN/otomotifnet

    BBK Altech untuk pengereman yang lebih pasti

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Wing Evo VI mengentalkan aura sporty VR4

Lancer di-convert ke Evo sudah umum, kalau Galant convert ke VR4? Jarang banget!

Jakarta - Adalah Dimas Ari Irawan, pemilik Mitsubishi Galant V6 berwarna hitam ini. Yup, Dimas, demikian ia biasa disapa, tidak mau disamakan dengan penyuka Mitsubishi lainnya, “Kalau Lancer di-convert jadi Evo itu sudah mainstream, Galant di-convert ke VR4 masih bisa dihitung pakai jari...hehehe,” kekeh pria 37 tahun ini.

Sebenarnya ini adalah Galant keduanya yang diubah menjadi Galant VR4. “Yang pertama sudah dijual, baru keluar bengkel langsung ditawar...Ya sudah jual aja hahaha,” gelaknya. Akhirnya Dimas pun kembali berburu Galant lagi, beruntung ia mendapatkannya dalam waktu yang tidak lama.

Begitu dibayar, mobil pun langsung dibedah. “Saya langsung engine swap ke mesinnya Galant VR4 berikut transmisi manualnya, kalau matik takut enggak kuat,” seru Dimas. Bedanya mesin ini sudah DOHC dan dilengkapi turbo intercooler.“Selain itu sudah sistem AWD,” tambahnya. Oh iya, gardan belakang eks-Galant VR4 turut dipasang.

Kepalang tanggung, mesin pun di-upgrade lagi. “Enggak berat, yang diganti hanya piping custom, pasang Dastek Unichip Q+, Blow Off Valve HKS SQV, cool air intake HKS, intercooler pakai punya Evo VI, fuel press regulator Sard, dan full exhaust Apex’i,” bilang penghuni Cinere, Jaksel ini. Agar tenaga lebih terasa pada saat perpindahan transmisi, pelat kopling standar diganti dengan Exedy Twin Plate.

Urusan mesin sudah kelar, berlanjut ke bodi. “Awalnya saya dapat lampu-lampu dan body kit VR4 juga grill depan. Belakangan baru dapat kap mesin Mitsubishi Legnum yang ‘jenong’ di tengahnya, menyusul bagasi belakang dan wing Evo VI,” urai Dimas panjang lebar.

Baru kemudian ganti warna dari silver jadi Jet Black dari Spies Hecker di Naufal Creative Indonesia milik Daned di kawasan Bintaro.

Spion juga diganti lansiran Granador yang sebenarnya buat Evo 7, dudukannya di-custom oleh Daned. “Biar lebih keren aja tampilannya, soalnya spion aslinya biasa bentuknya,” tukasnya beralasan.

Kemudian pelek Enkei eks-Evo X ukuran 18x8,5 inci berikut ban Continental SportContact2 225/40ZR18 ikut dipasang. Lalu BBK Altech 360 mm 8 pot dan 330 mm 6 pot dipasang untuk faktor safety. Sedangkan suspensi coilover BC juga ikut dipasang dengan strut bar ori VR4. “Sekarang kalau lagi ngebut jadi lebih pede,” ujarnya yakin.

Nah, masih ada yang kurang? • (otomotifnet.com)

Plus:
- Konversi ke Galant VR4 terbilang jarang dan cukup lengkap

Minus:
- Kaca belakang Galant VR4 belum didapat

DATA MODIFIKASI:

Mesin Mesin Galant VR4, transmisi manual dan gardan belakang, piping custom, Dastek Unichip Q+, BOV HKS SQV, cool air intake HKS, intercooler punya Evo VI, fuel press reg Sard, plat kopling Exedy Twin Plate, knalpot A’pexi, exhaust custom, pelek Enkei Evo X 18x8,5 inci, ban Continental SportContact2 225/40ZR18, BBK Altech 360mm 8 pot dan 330mm 6 pot, coilover BC, strutbar ori VR4, repaint Jet Black, headlamp dan stoplamp Galant VR4, grill Galant VR4, bodykit Galant VR4, wing Evo VI, setir Evo VIII, jok Recaro Millenium, boost meter, spidometer Galant VR4

 

EDITOR

Otomotifnet

Top