Kamis,12 Nov 2015 14:10 WIB

Penulis: pewete pewete

Mitsubishi Lancer GTI 1996 KEPINCUT EVO II GSR

Foto: KYN

Mitsubishi Lancer GTI 1996 KEPINCUT EVO II GSR



Kalau kebanyakan Lancer lokal di-convert ke Evo III, yang satu ini memilih tampilan Evo II GSR


Jakarta
- Beberapa kali OTOMOTIF meliput Mitsubishi Lancer yang sudah di-convert menjadi Lancer Evolution yang tidak beredar di Indonesia, kebanyakan lebih memilih diubah ke Lancer Evolution III. Namun tidak berlaku buat Ivan Varian, “Gue lebih kepincut tampilan Lancer Evolution II GSR, lebih simpel dan jarang,” ujarnya.

Setelah mendapatkan bahan Lancer GTI lokal, ia pun langsung mengoprek mesinnya di bengkel ProDrag milik Edi Sitohang di kawasan Bekasi. “Awalnya dioprek dan pasang NOS, lama-lama enggak puas juga akhirnya engine swap deh,” tukas Ivan, sapaan akrabnya.



Mesin 4G93T 1.800 cc lagi happening di negeri tetangga

Kemudian ia meminta Edi untuk mencarikan mesin eks-Lancer Evolution II GSR yang ‘cuma’ memiliki kapasitas 1.800 cc dan sudah dilengkapi turbo intercooler. “Dudukan mesin semua sama, enggak ada yang diubah,” tuturnya.

Selain itu ia juga penasaran karena di Malaysia banyak yang pakai mesin tersebut, “Modifnya gila, kencang banget disana!” seru pria 24 tahun ini. Lalu sebongkah mesin berkode 4G93T pun langsung dipasang setelah dimodifikasi internalnya.



Intake Edelbrock dipasang dengan sedikit ubahan, mesin jadi lebih kencang!

“Gue ganti camshaft, cam gear, piston, intake pakai Edelbrock, turbo ganti TD05, intercooler punya Evo III berikut piping custom, header Tonka khusus mesin turbo, dan lainnya,” urai Ivan panjang lebar. Mengenai intake Edelbrock, “Sebenarnya intake ini umumnya dipasang di mesin B-series Honda, gue coba pasang di mesin ini dan ternyata berhasil enggak ada masalah sampai sekarang,” bangganya.



Sayang interior belum terkena ubahan jadi Evo II

“Yang diubah di bagian flank, bentuknya disesuaikan dengan mesin Evo II ini,” bilang pemukim di Pasar Minggu ini. Sebagai pengganti ECU, ia menggunakan stand alone Microtech LT10S, untuk koilnya pakai kepunyaan Honda. “Gue lupa punya Honda apa, tapi kayanya punya mesin seri K dari Honda,” cetusnya.



Kaca belakang sudah pakai Evo II, ada wipernya

Setelah puas dengan mesin, ia pun beralih mendandani bodinya. “Biar sama dengan mesinnya, gue convert ke Evolution II aja hehehe,” kekehnya. Untunglah temannya ada yang ganti bodi Evo III, “Yang Evo II gue bayarin,” bisiknya. Jadilah bumper depan, side skirt, sepatbor, corner lamp, fender sign, dan wing spoiler Evo II pindah ke mobilnya.

Terakhir mengecat ulang bodi yang aslinya berwarna silver dengan warna abu-abu metalik seperti warna asli Evo II GSR. Lalu pelek Enkei RP01 ukuran 15x7 inci juga ikut dipasang dengan balutan ban Toyo Proxes R888 depan dan Achilles ATR Sport ukuran 195/55R15. Masih ada yang kurang? “Untuk sementara cukuplah segini dulu hehehe,” tutupnya. • (otomotifnet.com)



Tampilan Evolution II terbilang jarang karena sudah mulai sulit dicari

PLus:

- Tampilan Evolution II termasuk jarang

Minus:
- Interior masih minim sentuhan ala Evolution II

DATA MODIFIKASI:

Mesin Mesin 4G93T Evo II, camshaft, cam gear, piston, intake Edelbrock, turbo TD05, intercooler Evo III, piping custom, header Tonka khusus mesin turbo, ECU stand alone Microtech LT10S, koil Honda K-series, bodykit Evo II, pelel Enkei RP01 15x7 inci, ban Toyo Proxes R888 195/55R15, ban Achilles ATR Sport 195/5R15









EDITOR

fauzi

Top