Kamis,7 April 2016 17:06 WIB

Penulis: Otomotifnet

Mitsubishi Outlander Sport PX 2014, Maskot Juragan Lampu

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Interior tetap dibiarkan standar karena dirasa sudah cukup nyaman

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Ini dia yang paling unik, lampu dibuat 2 proyektor dan warna devil eyes-nya bisa diganti dan diatur dari smartphone

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Pelek Lenso Conquista 18 inci, kalau dijual ternyata lebih mahal dibanding perkiraan

  • Foto: TYO/otomotifnet

    Lampu belakang cari versi OEM yang sudah pakai LED

Simpel namun tetap menarik perhatian dengan headlights yang unik

Jakarta - Sebagai pemilik gerai modifikasi lampu di BSD, Ananta Mahesvara tentu harus memilki ‘maskot’ yang bisa dijadikan contoh dari proyek-proyek lampunya. Akhirnya, pilihan jatuh ke Mitsubishi Outlander Sport 2014 miliknya. Tanpa banyak membuang waktu, operasi mata pun segera dijalankan. Meski headlights bawaan Outlander Sport sudah mengusung proyektor, pria berumur 24 tahun ini merasa masih kurang. Lampu depan pun dibelek dan ditambahkan satu proyektor lagi. Agar tak kerja dua kali, modul RGB Devil Eyes pun disisipkan pada setiap proyektornya agar warnanya dapat berubah-ubah atau berkedap-kedip mengikuti irama lagu yang diatur via smartphone.

“Sekaligus buat ngeracunin teman-teman dan komunitas nih lampunya, hehehe,” jelas pemilik Avantgarde Autostyle ini. Begitu pula lampu belakang diganti versi LED, lantaran model standarnya dirasa terlalu biasa. Selesai mengutak-atik lampu, pria yang berdomisili di Serpong ini tetap merasa masih ada yang kurang, hingga akhirnya Ia memutuskan untuk memodifikasi bagian lainnya. “Konsepnya sih masih pengin terlihat original, tapi dengan tambahantambahan simpel yang bisa dongkrak penampilan,” terang Ananta. Seperti biasa, bagian mana lagi selain kaki-kaki yang pertama disentuh setelah lampu.

Cari sana-sini, akhirnya ada model pelek yang sreg dengan selera Ananta Dapat di Pit Stop BSD, pelek Lenso Conquista dengan diameter 18 inci sedikit mendongkrak penampilan Outlander Sport berkelir Titanium Grey Metallicnya. Namun agar tidak terlihat terlalu tinggi, lowering kit dari Triple S pun dipasangkan. Kemudian Ananta mencari cara agar sedikit mendongkrak tarikan mesin di putaran bawah. Setelah dibawa ke gerai Budi Knalpot, akhirnya dibuatkan knalpot custom yang berkarakter suara sedikit nge-bass. Interior pun belum disentuh, tetapi pria ramah ini ternyata sudah ada rencana ke depannya. “Di workshop lagi coba water printing, nanti mau pasang motif karbon di interior kalau sudah jadi,” tutupnya. • (otomotifnet.com)


Data modifikasi
Eksterior
Front Bumper, Rear Bumper, Side skirts
by DAMD, Custom Headlights with Quad
Projectors Setup and RGB Devil Eyes by
Avantgarde Autostle, Taillights Aftermarket,
Shark fin Antenna
Interior
Custom Comfort Carpet
Kaki-kaki
Lenso Conquista R18, Dunlop Grandtrek AT22
235/44R18, Lowering Spring Triple S
Mesin
Custom Exhaust by Budi Knalpot
Workshop
Avantgarde Autosyle, Budi Knalpot, Mega Per
BSD, Pit Stop BSD

Plus:
- Tetap terlihat elegan meski modifikasi simpel

Minus:
- Interior bisa diberli personalisasi lebih

EDITOR

Bagja

Top