Senin,26 Okt 2015 19:52 WIB

Penulis: pewete pewete

Mitsubishi Pajero Sport Dakar 2011 BIKIN JURI NGOLONG

Foto: SALIM

Mitsubishi Pajero Sport Dakar 2011 BIKIN JURI NGOLONG



Agar bisa tetap ngebut, Yohanes menghindari memakai air sus untuk merendahkan Pajero Sportnya


Jakarta - Terinspirasi dari game Midnight Club 3 DUB Edition yang sempat ngetren sekitar satu 8 tahun lalu, Yohanes Dwika Hartono Tedja mulai mencari celah untuk memodifikasi Mitsubishi Pajero Sport Dakar milik ayahnya.

"Tadinya dipakai bokap sehari-hari untuk kerja, tapi katanya bantingannya terlalu keras, jadi sekarang gue yang pakai. Syaratnya, enggak boleh dimodifikasi," terang pria berumur 22 tahun tersebut. Tetap bandel, SUV itu pun mulai diutak-atik dari segi audio terlebih dahulu.

"Tapi akhirnya ketahuan, bokap pasrah juga, ya sudah gue lanjutin," candanya. Bersama modifikator sekaligus teman, Virdan Junar, mereka berdua mulai menggarap konsep DUB sesuai inspirasinya. Awalnya, cari pelek berukuran besar. Setelah dipasang Verde 22 inci, baru sadar hasilnya ternyata cukup jangkung, padahal konsep DUB jelas mengharuskan mobil terlihat ceper.

"Gue enggak mau pakai air suspension, nanti jadi susah ngebut soalnya takut balonnya pecah, jadi coba-coba cari per custom deh," terang pria yang berdomisili di Meruya, Jakbar itu. Akhirnya Yohanes dan Virdan berhasil menemukan per yang cocok.

Di depan menggunakan bawaan Honda Odyssey, sedangkan belakang pakai punya Toyota Fortuner dan dipotong sampai ketinggian minimum. Tidak mau usahanya sia-sia hanya sebagai sarana mejeng saja, Pajero miliknya pun didaftarkan ke kontes modifikasi di Technomart, Karawang pada awal Oktober lalu.

Jelas sempat minder ketika melihat mayoritas pesaing-pesaingnya di kompetisi, kebanyakan sudah menggunakan air suspension sehingga bisa jauh lebih ceper. Bermodalkan pede dan kreasinya, tidak disangka Pajero miliknya berhasil menggarap gelar Best Mitsubishi dan Best Too Damn Low non Sedan.

"Awalnya juga bingung kenapa, tetapi pas penilaian itu, jurinya sampai ngolong-ngolong mau lihat setting kaki-kaki, padahal yang lain enggak ada yang digituin," tutur heran Yohanes. Ternyata menurut juri, konfigurasi menggunakan air sus itu sudah biasa dan cenderung kurang usahanya, sehingga ubahan custom seperti milik Yohanes lebih terpilih. Wah, mantap! • (otomotifnet.com)

Plus:
- Ceper elegan untuk SUV ladder-frame

Minus:
- Kurang sentuhan interior

DATA MODIFIKASI:

Exterior: Front Bumper Zercon add-on, Pajero Sport Limited Emblem, Headlamp Custom, LED Custom
Interior: Indikator Defi Turbo, Water Temperature, Voltage, GPS Garmin, Headrest monitor AVT, M2V
Kaki-kaki: Pelek Verde 78 Helix ring 22, Ban Accelera, Front Spring Custom from Honda Odyssey, Rear Spring Custom from Toyota Fortuner
Audio: Headunit Pioneer Seri 5, Subwoofer Pioneer 2 pcs, Speaker 3-way LM, Speaker Pioneer 4 pcs, Power Amplifier PCA, Monoblock Performance



Berbagai indikator Defi dipasangkan untuk menambah kesan sporty



Main audio juga, ke depannya mau dibuat konsep home theatre



Menghindari bantingan terlalu keras, potongan sandal jepit karet digunakan sebagai stopper



Penggunaan pelek 22 inci namun tetap terlihat ceper bikin juri naksir



Belakang minim sentuhan, ditambahkan emblem limited saja



EDITOR

fauzi

Top