Rabu,2 Nov 2016 14:02 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi All New Pajero Sport Dakar 2016, No More Lag For Family

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Mesin terlihat minimalis, cukup ganti filter udara replacement dan tambah blow-off valve HKS

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Per racikan Tein terbukti ampuh meredam guncangan, nyaman untuk pergi sama keluarga

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pelek Eve Wheels 22 inci masuk tanpa ubahan apapun, tinggal tunggu kampas rem aftermarket supaya makin aman

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Cutting sticker oranye karena Ferdy ingin tampil menonjol. Jangan terkecoh dua lubang knalpot, sebab yang aktif hanya satu

Walau hanya dipakai untuk keperluan keluarga, namun performanya harus dibuat semaksimal mungkin
    
Jakarta
- Hobi Ferdy Santoso tak pernah jauh dari upgrade kendaraan hariannya. Tak ketinggalan, All New Mitsubishi Pajero Sport yang kini jadi andalannya. “Yang penting harus tetap nyaman karena masih dipakai keluarga, tapi sekaligus ingin mengurangi gejala turbo lag,” terang pemilik showroom Blinkz-Blinkz Motor di daerah Kelapa Gading, Jakut ini.

Alhasil, setelah berdiskusi dengan Taqwa Suryo Swasono, tuner bengkel Garden Speed di daerah Cilandak, Jaksel. Opsi reflash ECU jadi pilihan paling worth it. Pun, tak butuh banyak pasang komponen aftermarket untuk meningkatkan tenaga. Buka kap mesin, hanya sebuah blow-off valve HKS dan filter udara replacement K&N yang kini mengisi boks bawaan.

“Sebenarnya jauh lebih enak reflash ECU standar. Sebab parameternya lebih komplet dari ECU aftermarket,” ungkap tuner yang sekaligus atlet terbang layang ini. Demi mengurangi turbo lag yang jadi impian Ferdy, Taqwa pun menyetel beberapa hal. “Misal boost turbo yang tadinya sekitar 1,3 bar jadi 1,7 bar,” ulas pria berambut ikal ini.

Tak hanya turbo, semprotan bahan bakar pun dibuat lebih lama. Plus waktu buka tutup EGR valve kini bisa diatur, kapan tepatnya untuk menyesuaikan kebutuhan mesin. Hasilnya tenaga jauh meningkat, namun tanpa gas buang berlebih yang acap terlihat pada mesin diesel hasil modifikasi kebanyakan.

“Diukur mesin dyno, tenaga di roda yang tadinya sekitar 140 dk, kini jadi 188 dk. Ingat, ini tenaga di roda loh,” urai mekanik yang sudah malang melintang di dunia motorsport sejak awal 1990-an ini. Tenaga sudah berlimpah, tampilan pun dibuat mentereng. Kalau bodi cukup dilapis cutting sticker oranye, namun ‘sepatu’ lah yang jadi center of interest.

Dipercayakan ke gerai Autostyle di bilangan Sunter, Jakut. Amin Sutiono sebagai owner memilih pelek ekslusif lansiran Eve Wheels berdiameter 22 inci. “Tinggal pasang, enggak ada ubahan apapun dan enggak mentok juga sama mangkok sokbreker atau pas belok,” ujar Amin.

Mendukung pelek gambot tersebut, Ferdy memasang per Tein supaya bantingan suspensi masih dapat ditolerir untuk pemakaian harian. Hasilnya tak sia-sia, sebab OTOMOTIF yang ikut mencoba di berbagai kondisi jalan, masih merasakan bantingannya tak terlalu keras, plus dapat bonus handling yang jauh lebih nikmat.  Rio/otomotifnet.com

 
Data Modifikasi
Mesin: Reflash ECU by Garden Speed, Air Filter replacement K&N, Blow-off HKS, Double rear muffler Marco Gold custom  
Kaki-Kaki: Pelek Eve Wheels 22 inci x 9,5 inci ET 20, ban Pirelli Scorpion Zero 275/45ZR22, per Tein
Eksterior: Custom body-wrap sticker, deflecta for All New Pajero Sport

Minus : Mesin kencang tapi tetap aman untuk pemakaian harian dan tidak tambah boros
Plus : Grafis bodi bisa dibuat lebih mentereng lagi

 

EDITOR

Bagja

Top