Rabu,16 Sept 2015 10:04 WIB

Penulis: pewete pewete

Modifikasi BMW 318i M40 1991

Foto: KYN

Modifikasi BMW 318i M40 1991



Ketika mesin asli sudah tidak memenuhi hasrat ngebut lagi, maka mesin V8 pun dibenamkan ke ruang mesin E30 ini


Jakarta - Sebelum masukin mesin V8, mobil ini sempat pakai mesin 2.5L M52B25, sampai gardan 323i juga Limited Slip Differential (LSD). Lama-lama kok bosan juga ya, pengin coba sesuatu yang baru,” ujar Bang Co, demikian pria ini mau disebut namanya.


 
Mesin V8 masih tambah stroke up kit lagi. Sekarang kapasitas jadi 4.400 cc!

Akhirnya opsi engine swap pun dijalaninya. Tak tanggung-tanggung, kali ini ia membenamkan mesin eks BMW seri 7 E38. “Yup, penasaran bisa enggak E30 gue ceburin mesin V8,” tutur pria berusia 34 tahun ini dengan nada serius. Untuk itu ia menggandeng bengkel RDM di kawasan Kampung Rambutan, Jaktim untuk mengerjakan proyek luar biasa ini.



Jok Recaro LX plus arm rest jadi center of interest di interior

Begitu didapat, mesin ini langsung dibongkar total guna mengetahui kondisi jeroannya. Rupanya tidak itu saja, Bang Co mentitahkan untuk melakukan stroke up di mesin yang berkode M60B40 ini. “Stroke up kit-nya pakai jeroan mesin V8 BMW yang umurnya lebih muda, kodenya M62TUB44.



Konfigurasi jok belakang diubah jadi 2+2, keren!

Yang diambil piston berikut setang dan kruk as,” jelas Andhika yang mewakili Bang Co pada saat pemotretan. Otomatis bukan hanya kapasitas mesin saja yang naik jadi 4.400 cc, power pun melonjak jadi 280 dk. Untuk menangani tenaga sebesar itu, tentu saja transmisi harus ikut diganti.



Suspensi dan pengereman dibenahi supaya kencang tapi tetap aman

Pilihannya girboks BMW 540i E34 untuk menggantikan standarnya. “Setelah dicocokkan, rasio gigi dan dimensinya paling pas,” tutur Andhika lagi. Pekerjaan terus berlanjut ke kopel dan gardan. “Kopel dan gardan kita ganti dengan eks BMW M5 E34 yang juga sudah ada LSD-nya,” tukas pria ramah ini.



Tampilan eksterior full Hartge, salah satu tuner kenamaan BMW

Dengan paduan ini, power besar mesin V8 bisa disalurkan dengan aman. “Tapi kalau gasnya dibejek tiba-tiba, ya bisa ‘belanja’ juga buritannya, hahaha,” gelak pria 32 tahun ini. Tak hanya itu, faktor safety juga jadi concern. “Mobil kencang kalau enggak bisa ngerem gimana coba, ngeri ah,” ucap Bang Co. Akhirnya perangkat rem cakram dari BMW 323i E36 versi lokal jadi pilihan.

Namun untuk bagian belakang lengan ayun harus diubah dengan E30 versi luar negeri yang sudah dilengkapi cakram. “Tapi cakramnya kita ganti dengan yang eks 323i E36 tadi,” jelas Andhika. • (otomotifnet.com)

Data Modifikasi:
Mesin M60 B40 stroke up 4.400 cc, engine mounting custom, full exhaust system custom, transmisi BMW 540i E34, kopel dan gardan BMW M5 E34, add-on body kit Hartge original, pelek Hartge 16x7,5 inci, ban Toyo Proxes T1R 205/50R16, coilover GAB, disc brake BMW 323i E36, wiper headlight OEM BMW, sunroof OEM BMW, emblem BMW Black Out, jok Recaro LX + armrest Recaro, jok belakang custom Recaro, cover shift knob dan hand brake Gaiter









EDITOR

Otomotifnet

Top