Kamis,1 Okt 2015 16:03 WIB

Penulis: pewete pewete

Modifikasi Datsun Go 2015, Tiga Inspirasi dari Tiga Kota

Foto: KYN

Modifikasi Datsun Go 2015, Tiga Inspirasi dari Tiga Kota

Kalau tahun lalu harus memodifikasi 2 mobil selama 3 hari. Kali ini tersedia 3 Datsun Go untuk di-upgrade live selama 10 hari nonstop

Jakarta - Di pameran otomotif nasional bulan lalu, Signal Group Indonesia bekerjasama dengan APM Datsun, Pioneer, GT Radial dan Autovision mengadakan Live Modz Show Off, yakni kontes modifikasi selama 10 hari. Konsepnya kali ini Battle of Modified Stars, jadi ada 3 modifikator nasional yaitu Team Tomi dari Jakarta, Team Alterpro dari Bogor dan Team Jogja All Star dari Yogyakarta.

“Ketiga modifikator akan bertarung memperebutkan gelar Champion of Live Modz 2015 serta berhak membawa 1 unit Datsun Go yang sudah kami modifikasi dengan personalisasi Signal Kustom Built,” terang Andre Mulyadi, CEO dari Signal Group Indonesia. Langsung lihat hasilnya nih.• (otomotifnet.com)



DATSUN GO STREET RACING


Berbeda dengan Tomi, rumah modifikasi Alterpro di Bogor memilih aliran street racing. “Menurut saya Datsun Go dimodifikasi ala street racing cocok juga, namun harus tetap bisa dipakai untuk harian,” ujar Franklin, pemilik Alterpro menjelaskan konsepnya.



Bagasi penuh audio, masih berciri street racing yang senang nongkrong


Dimulai mengganti bumper asli dengan body kit yang desainnya simpel namun terlihat sporty, bumper depan juga ditambahkan add-on lips seperti pada side skirt-nya. Lips-nya sendiri diwarnai gold agar lebih jelas terlihat.

Nah, untuk mengakali agar pelek replika Volk Rays TE37 18x9,5+10,5 inci bisa masuk, Franklin harus memotong seluruh bibir sepatbor demi proses fender flare dengan lebar sekitar 7 cm. “Jadi pelek dan ban tetap aman di dalam fender,” jelas pria ramah ini.



Fender flare 7cm agar pelek 10,5 inci masuk ke sepatbor

Agar kesan street racing semakin kuat, ia juga memasang big brake kit Brembo GT 4 pot dengan rotor Brembo drilled 330 mm. Jadi di balik pelek ini terlihat jelas BBK Brembo dan sport kit Eibach untuk Nissan March yang bisa dipasang di Datsun Go. Masuk ke interior, Franklin lebih berani berekpresi.

Dengan motif warna yang mirip dengan eksteriornya yaitu kombinasi hitam dan emas. Jok bucket Bride Ergo yang sudah di-custom, dibungkus ulang dengan MBtech Carrera black dan cooper. Lebih menguatkan kesan racing, ia juga memasang setir Sparco deep corn berikut shift knob dan pedal set Sparco.

Oh iya, yang unik adalah seatbelt-nya. Franklin sengaja mengganti dengan buatan aftermarket yang berwarna biru agar terlihat berbeda. “Jadi seperti seatbelt balap, cuma modelnya standar saja,” tukasnya. Hasil ahirnya cukup memuaskan Franklin di posisi kedua. Selamat!

DATA MODIFIKASI

Eksterior: Repaint Black Xyralic, Airbrush Flaming (free hand), Cutting Sticker Datsun Abstrak (cooper), Custom body kit, Custom Lips Front Bumper & Lips Side skirt, Custom Spoiler, Spion F1 Carbon, Wide Body depan belakang, Custom Fender Flare, Headlight Custom, Flex Tube White Autovision, Projector & HID Autovision, Sein Bulb LED Autovision, DRL Autovision, Fog lamp Autovision, LED Fog lamp Autovision, LED RGB Autovision at Audio & Interior & Undercarriage, Strobo Autovision, Backlight Custom, Flex Tube Red Autovision, Stop lamp Bulb LED Autovision Mesin: Airbrush Cover Engine Flaming, Tailpipe Titanium HKS Interior: Bucket seat Bride Ergo Custom Foam, Setir Sparco, Shift Knob Sparco, Pedal Set Sparco, dasbor & door trim repaint Black Nappa, Embordiery Vector MBtech & Carrera di jok, Synthetic Leather MBtech Carrera Black & Cooper di jok (Custom Stitching & Foam), Synthetic Leather MBtech Carrera Black di karpet dasar, Custom Panel Door trim & Acrylic Lighting Door trim, Synthetic Leather MBtech Carrera Cooper di panel door trim, Rubber Safety Belt biru, karpet custom MBtech Cooper & Black, synthetic Leather MBtech Carrera Cooper di cover spidometer, synthetic Leather MBtech Carrera Cooper di cover head unit Pelek dan suspensi: Ubah PCD ke 5x114,3, pelek replika Volk Rays TE37 18 inci x 9,5+10,5 inci, Lug Nut Volk Rays Black Alumunium, ban GT Radial HPY 205/40R18 dan 225/40R18, sport kit dan sokbreker Nissan March, bold Nut Chamber American Racing, BBK Brembo GT 4 pot & Rotor Brembo Drilled 330 mm, custom Bracket pelat metal Audio: Head Unit Pioneer DVH-875 AVBT, speaker split 6 inci Pioneer TS-A1650, speaker split 6 inci Pioneer TS-R1650S, subwoofer 12 inci Pioneer TS-W311, power amplifier 4 Channel Pioneer GM-6604, power monoblock Pioneer GM-D9601, Bass Boost Pioneer, Custom Design Box Cosmetic, Custom Pilar A funtuk tweeter, custom Box Subwoofer Ported, Custom Acrylic, Custom Lighthing LED RGB, Custom Lighting 3D, Custom Cover Tire Changer With Rayban Mirror & LED 3D RGB, Synthetic Leather MBtech Carrera Black & Cooper at Box Audio Teknologi: WiFi Controller LED Magic Color V2




DATSUN GO GT CONCEP ELECTRIK CAR


Tomi Airbrush selama ini terkenal di dunia modifikasi berkat kepiawaiannya membuat airbrush. Kali ini ia menghadirkan salah satu masterpiece-nya yang dinamakan Datsun Go GT Concept Electric Car. “Konsep modifikasi Go ini kita buat sedemikian rupa untuk memanjakan pemakai untuk rute dalam maupun luar kota,” ujar Tomi. Caranya?




Interiornya paling mentereng


“Kita untuk menambahkan volume kendaraan seperti tampilan luar dengan extention roof top dan tambahan towing car untuk membawa barang-barang,” ulasnya lagi. Kombinasi warna airbrush biru, putih, merah, silver, emas, dan hitam jadi satu kesatuan yang menarik.



Motor elektrik DC disambung langsung ke roda. Bunyi besi beradu antar-gir bikin ngilu

Tomi juga membuat motif batik dan peta Indonesia untuk menegaskan bahwa modifikasi ini dibuat oleh modifikator Indonesia dengan tema Indonesian Graffiti. “Warna biru untuk menonjolkan kekayaan laut Indonesia, emas untuk kekayaan alam Indonesia, batik untuk kekayaan budaya Indonesia dan peta untuk menonjolkan kesatuan dari bangsa Indonesia,” tegas Tomi. Mantap!



Towing car ekstra memperkuat karakter sebagai kendaraan travelling

Mesin hanya sebatas tambahan di cover aksesorinya. Tapi yang unik adanya mesin kedua menggunakan motor elektrik DC dengan bantuan baterai 12 volt dan bisa diisi oleh dynamo ampere mesin utama.

Hanya saja, bukan berarti Go ini jadi mobil hybrid, motor elektrik ini bisa digunakan dengan joystick ataupun remote control, tapi hanya untuk maju mundur saja. Motor elektrik ini berjalan dengan sistem gear transfer.

“Pembuatannnya cukup susah dan harus presisi pada saat pemasangan. Cukup sulit karena dibuat secara hand made dengan bahan besi padat dengan mesin bubut khusus,” ulas Tomi lagi. Hadirnya motor elektrik ini jika sewaktu-waktu kehabisan bensin ketika sedang traveling, maka mobil masih bisa berjalan dengan motor elektrik ini. Hasilnya? Jadi juara 1 deh… Top!


DATA MODIFIKASI:

Eksterior: Body kit custom model GT Concept, side skirt dan wing spoiler berikut roof top custom, airbrush full body tema Indonesian Graffiti with goldlife system, lampu depan custom Autovision, lampu belakang custom Autovision Pelek dan suspensi: Pelek replika Volk Rays TE37 18x8 inci, ban GT Radial 215/40R18, coilover Hotbits, BBK Brembo 320 mm Mesin: Cover engine custom & anodized red colour, Motor Electric engine system & gear transfer, Remote control system Interior: Full Android system, projector Android controller, Android tab + wireless keyboard, recorder front cam, Coffee maker, jok custom, full MBtech Audio: Head Unit Pioneer DVH-875 AVBT, speaker split 6 inci Pioneer TS-A1650, speaker split 6 inci Pioneer TS-R1650S, subwoofer 12 inci Pioneer TS-W311, power amplifier 4 Channel Pioneer GM-6604, power monoblock Pioneer GM-D9601, bass boost Pioneer, box custom




DATSUN GO DAILY USE


Adalah Yunanda dari tim Jogja All Stars yang memodifikasi Datsun Go dengan konsep Simpel Untuk Harian Dengan Budget Minimalis. “Kami memang mengedepankan konsep simpel dan minimalis. Jadi dengan budget yang minim, Datsun Go juga bisa tampil beda,” ujar Yunanda, modifikator asal Yogyakarta.



Jok masih standar, tapi kelirnya lebih cerah

Dibantu tim Kupu-kupu Malam, body kit dari bahan fiberglass pun dibuat. “Desainnya memang lebih ke arah sporty, lekukan garisnya kelihatan banget kan,” tukas Yunanda lagi. Sementara desain side skirt-nya hanya simpel, berbeda dengan body kit belakang lebih sangar dengan adanya diffuser.

Kemudian seluruh bodi dibungkus stiker dengan motif khas kota Yogyakarta. “Di bagian belakang kanan dan kiri motif batik dengan gambar tugu Yogyakarta, kalau di kap mesin motif batik dengan gambar tugu juga, cuma lebih kecil ukurannya,” jelasnya lagi. Lalu peleknya juga diganti dengan replika Mugen ukuran 17 inci dengan ban GT Radial.



Mobil batik khas Yogyakarta berhasil tampil beda dengan bujet minimalis

Interiornya juga berbeda dengan Tomi dan Franklin, tim Jogja All Stars tetap mempertahankan desain jok aslinya. “Kita cuma melapis ulang dengan bahan kulit sintetis MBtech Carrera kombinasi warna hitam dan merah, di kabin belakang juga pasang audio yang sudah disiapkan oleh Pioneer,” jelas pria ramah ini. Ciamik juga ya!

DATA MODIFIKASI:

Eksterior: Body kit custom, full wrapped decals Interior: MBtech Carrera black and red Audio: Head Unit Pioneer DVH-875 AVBT, speaker split 6 inci Pioneer TS-A1650, speaker split 6 inci Pioneer TS-R1650S, subwoofer 12 inci Pioneer TS-W311, power amplifier 4 Channel Pioneer GM-6604, power monoblock Pioneer GM-D9601, Bass Boost Pioneer, full box custom lapis MBtech Carrera Pelek dan Suspensi: Per custom, pelek replika Mugen 17x7,5 inci, ban GT radial 215/45R17











EDITOR

Otomotifnet

Top