Senin,17 Okt 2016 08:10 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Honda Brio Satya E M/T 2015, Ulah Seorang Penerbang

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Banyak aplikasi aksesori racing

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Interior yang dibungkus dengan bahan suede

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Subwoofer 10 inci yang dibungkus dalam boks custom

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Balutan kelir putih mutiara pada seluruh bodi

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pelek berlabel Volk Racing

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Engine bonnet Carbon

Dari duduk di bangku SMK sudah doyan ikutan kontes dan berlanjut sampai sekarang

Semarang - Dunia kontes modifikasi, memang baru digeluti oleh Utomo Wibowo. Tapi urusan terjun di kontes modifikasi, sudah lama dilakoni pria yang akrab disapa Duma. “Sejak SMK lebih kurang 12 tahun yang lalu, sudah mulai bergelut di kontes modifikasi. Tapi memang untuk motor dan kelas airbrush yang jadi target,” jelas pria yang sekarang sudah jadi penerbang di TNI AD.

Untuk kontes mobil, baru dimulai sejak 1 tahun yang lalu. Kendaraan yang dijadikan bahan untuk, yakni Honda Brio Satya tipe E M/T. Oleh karena aktif di komunitas, maka konsep ubahan yang diusung menuju ke safety car. Tapi tantangan yang makin banyak ketika ikut kontes, maka dari tema safety car, Brio keluaran 2015 ini beralih gaya street racing.

Ubahan yang terakhir ini, jadi modal Duma untuk ikutan kontes. Enggak hanya yang diselenggarakan di lokalan Semarang saja, tapi juga yang labelnya nasional. Ini dia modifikasi beraliran street racing yang dilakukan Duma pada Brio miliknya. * oct/otomotifnet.com

Bodi

Balutan kelir putih mutiara pada seluruh bodi. Sekilas membuat apa yang dilakukan pada bagian ini cukup tersamar, alias terlihat seperti standar bawaan pabrik. Padahal kalau dilihat dari dekat, maka akan nampak ubahan di fender. “Pada sisi itu dibuat lebih lebar dengan ubahan bergaya Liberty Walk. Enggak terlalu ekstrem,” jelasnya. Selain wide body, juga dipasang body kit custom berbahan carbon. Bahan yang sama, juga digunakan untuk mengganti engine bonnet.

Kaki-Kaki

Mengusung konsep ubahan street racing, maka pelek yang dipasang cukup berdiameter 16 inci. Lebar tapak yang dipilih pada pelek berlabel Volk Racing itu adalah 8,5 inci untuk depan dan 9,5 inci di belakang. Sokbreker enggak mau macam-macam, alias pakai standarnya saja. “Hanya bagian per yang diganti dengan lowering kit dari produk aftermarket,” papar Duma.
 
Pintu Gullwing

Duma punya alasan yang kurang lebih sama soal aplikasi pintu ini, yakni supaya kelihatan gaya dengan style pintu dari sport car. Selain alasan standar itu, pria ramah ini juga bilang agar saat buka pintu enggak banyak makan tempat. Sepertinya karena area kontes yang rata-rata ruang show off-nya tergolong sempit.  
 
Interior

Seperti kebanyakan kendaraan berkonsep street racing, maka jok yang dipasang juga harus senada. Jok Bride Cuga karbon dipasang plus safety belt 4 titik. Beberapa panel di kabin, juga dibalut dengan bahan carbon. Roll-bar 6 titik, bisa dibilang jadi ubahan yang cukup ekstrem pada kabin mungil Brio. Interior yang dibungkus dengan bahan suede berkelir hitam, menjadikan kabin ini beraura fashion street racing.
 
Audio

Meski enggak terlalu fokus dengan ubahan bagian audio, namun Duma enggak mau sembarangan pasang. Head unit berlabel Sony XAV65 dipadukan dengan audio system berlabel Venom. Dari mulai speaker 3-way untuk bagian depan dan juga subwoofer 10 inci yang dibungkus dalam boks custom. Power 4 channel juga menggunakan produk yang punya kelir khas violet itu.

Data Modifikasi
Pelek: Volk Racing R16
Ban: Toyo 205/50R16
Knalpot: Custom
Per: Tein
Wide body: Liberty Walk
Engine Bonnet: Carbon
Gril: Carbon
Roll-bar: Custom 6 Titik
Pintu: Custom Gullwing
Plafon: Suede
Jok: Bride
Head unit: Sony XAV65
Speaker: Venom 3 Way
Subwoofer: Venom 10 inci
Power amplifier: Venom 4 Channel

Plus: Kelir putih menyamarkan ubahan bodi
Minus: Dalaman dibungkus suede kurang senada dengan konsep

 

EDITOR

Bagja

Top