Jumat,18 Maret 2016 13:12 WIB

Penulis: Otomotifnet

Modifikasi Honda Civic Estilo 1995, dari Aftermarket ke JDM OEM

  • Foto: Hardy/otomotifnet

    Mesin masih mengandalkan SOHC non VTEC, namun diupgrade sedikit

  • Foto: Hardy/otomotifnet

    Interior penuh dengan pernak pernik ala JDM OEM

  • Foto: Hardy/otomotifnet

    Pelek SSR Type F diproses dengan metode semi solid forged, lebih kuat dibanding pelek casting

  • Foto: Hardy/otomotifnet

    Wing lansiran Back Yard special tergolong langka di indonesia

  • Foto: Hardy/otomotifnet

    Kaki-kaki digarap serius selain untuk membantu handling, juga supaya tampil gaul

Setelah bosan bermain-main dengan Toyota MR-S yang pernah nongol di OTOMOTIF tahun lalu. Kini Felix Hendarlyn berpaling ke lain hati

Jakarta - Pilihannya jatuh pada Honda Civic Estilo 1995, hatchback yang legendaris, tak hanya di Indonesia namun juga mancanegara. Tingkat kesulitan modifikasi pun berbeda dengan roadster keluaran Toyota yang kini sudah dijual oleh pemuda 24 tahun ini. “Kalau dulu kan lebih bermain JDM aftermarket. Kali ini gue coba mix dengan JDM OEM (Original Equipment Manufacturer),” ujar pehobi olahraga golf ini.

Proses terumit justru terletak hunting barang-barang JDM OEM Civic EG6. Selain rumit, tentunya mengumpulkan barang-barang standar pabrik Jepang ini juga cukup mahal. Hunting parts JDM dilakoninya lewat forum-forum Honda ataupun eBay. Sesekali jika bepergian ke luar negeri diusahakan mencari parts buat proyek Estilo. Tampilan eksterior sengaja dibuat minimalis. Paling eye catching terlihat wing yang desainnya agak nyeleneh.

Kalau biasa Estilo paling banyak menggunakan wing model Spoon Sports, kali ini Felix ingin tampil beda. “Pilihannya ada J’s Racing dan Back Yard Special. Tapi J’s Racing dipikir pikir terlalu ekstrem soalnya model GT wing,” ujar salah satu anggota komunitas Connection ini. Urusan kaki-kaki mutlak di-upgrade.

Lucu dong kalau masih cingkrang dengan pelek dan ban ukuran standar. Maka dari itu keempat pelek bawaan pabrik digusur dengan lansiran SSR Type F, diameter 16 inci dengan lebar 7,5 inci. Untuk merendahkan ground clearance dipilihlah coilover keluaran Koni. • (otomotifnet.com)

Plus:
- Ubahan simpel tapi enak dilihat dan tidak cepat bosan

Minus:
- Upgrade sektor mesin terlalu minim

Data Modifikasi

Mesin

Busi NGK Iridium, Slang Radiator Samco,
Radiator ARC, Header 4-1 Budi Knalpot, Center
Pipe + Muffler Budi Knalpot, Porting Polished
Kepala Silinder, Kopling Exedy 3 Puck, Saringan
Udara Simota, Tutup Oli Spoon Sports

Eksterior

Repaint Silverstone, EG6 (Lips Depan, Side
Skirt, Fender Sign Corner, Spion Rectact, Fog
Lamp Depan, Trunk Hook), Wing Back Yard
Special, Bagasi Carbon Fiber, Lampu Belakang Es Depo

Interior

EG6 (Instrument Cluster, A/C Cluster, Konsol
Boks Tengah, Arm Rest, Jam, Double DIN
Housing, Plafon, Sun Visor, Tonneau Cover),
Setir Selm, Skunk2 Quick Shifter, Mugen Pedal
Set, Jok Retrim Edelweiss

Kaki-kaki

Coilover Koni, Pelek SSR Type F 16x7.5 Original,
Ban Toyo 195/45 R16, Lower Control Arm
Skunk2, Beaks Lower Tie Bar, Camber Kit Skunk2
 

In Car Entertainment
Head Unit Pioneer Single DIN

EDITOR

Bagja

Top