Selasa,28 Juni 2016 15:13 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Honda Civic Estilo 1995, Kurangi Tenaga Biara Jadi Juara

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Mesin berkode B18 yang terpasang cukup mengeluarkan tenaga 300 dk supaya tahan hingga 10 lap bertarung di balap touring

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Desain dasbor masih bawaan Estilo, tambah tachometer Auto Meter Phantom II dan transmisi ganti punya Type R close ratio demi akurasi perpindahan gigi

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Roll-cage custom 6 titik langsung dilas ke bodi untuk melindungi Herdy, sekaligus berfungsi sebagai penguat dan bikin sasis lebih kaku

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Kaki-kaki kini pakai Intrax plus ASR, lebih cocok dengan balap touring yang mesti mengejar waktu di tikungan

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Hardy. Juara berkat support dari PT Herminda Setia Abadi, oli Motul, ban Achilles Radial, SFK Auto dan kaca film Perfection

Dibangun untuk drag race, tapi karena event yang semakin sepi dan dengan sedikit ubahan, Estilo tim B16 AP Speed ini berhasil naik podium di kelas Super Touring

Jakarta - Awalnya, M Herdy Fauzi meracik Honda Civic Estilo 1995 ini untuk turun drag race. Tenaga sebesar 350 dk pun beberapa kali bikin pria asli Cianjur, Jabar ini naik podium. Namun belakangan, karena jadwal balap drag semakin sepi. Pria murah senyum ini pun beralih ke balap turing. Untung spesifikasi mobil enggak butuh banyak ubahan.

“Tenaganya sedikit dikurangi, biar tahan sampai 10 lap,” papar pengusaha penyalur gas Elpiji ini. Makanya, walau jeroan mesin masih sama dengan racikan drag race, hanya sedikit komponen yang berubah. Misalkan saja ECU Hondata yang dulu dipakai, kini beralih piggyback Dastek dengan modul pengapian dari MSD. Namun resikonya, karena sudah berganti mesin seri B18C.

Mau tak mau Herdy mesti turun di kelas Super Touring. Lawannya enggak mainmain, rata-rata pakai sedan Eropa seperti BMW dengan mesin 3.000 cc. Mesin yang dibangun oleh bengkel AP Speed ini cukup mengeluarkan tenaga sekitar 300 dk demi daya tahan, tapi kaki-kaki dibangun ulang supaya enak melahap tikungan Sentul.

“Sokbrekernya sekarang pakai Intrax. Setelannya taruh ke kanan 2 klik,” sambung pembalap yang disponsori PT Herminda Setia Abadi, oli Motul, ban Achilles Radial, SFK Auto, dan kaca film Perfection ini. “Sulitnya tentu mencari feel paling pas ketika nikung. Sebab, bodi Estilo kan relatif enteng dibanding tenaganya.

Makanya enggak banyak yang diganti ke fiberglass. Cukup bagasi sama kap mesin,” kekeh pria yang menamakan mobilnya Shakyra, sesuai nama anaknya. Kuncian lain balap turing adalah sistem pengereman, apalagi mesti bertarung 10 lap. Makanya, AP Racing dengan kaliper 4 piston kini menggantikan standarnya. Saking beratnya menahan tenaga mesin, pendinginan rem dibantu slang udara supaya tidak terlalu panas.

Hasil akhirnya, di seri 3 ISSOM (14-15/5) lalu, Herdy berhasil jadi juara pertama di kelas STC 2100 dan juara 2 Overall. Selamat!!

Data Modifikasi Honda Civic Estilo 1995:

Mesin
B18C, piston Wiseco 82 mm, setang piston Eagle,
metal set ACL, baut head ARP, paking head
Cometic, per klep Supertec, cam gear Bisimoto,
camshaft Skunk2, throtlle body Skunk2, fuel rail
AEM, injector Clinic, header custom AP Speed
4-1, modul pengapian MSD 6 AL, koil MSD SS
Blaster, piggyback Dastek Unichip
Transmisi
S80 Type R close ratio, LSD 1,5-way Type R,
kopling set Ogura
Kaki-Kaki
Sokbreker Intrax, camber kit standar OEM
custom
Rem
Disc brake custom, kaliper AP Racing 4 piston,
slang rem Safebrake
Interior
Rollcage custom 6 titik, jok Sparco Rev,
safety belt Sparco 4 titik, setir Spaco deep corn,
tachometer Auto Meter Phantom II

 

EDITOR

Bagja

Top