Senin,25 April 2016 09:09 WIB

Penulis: Otomotifnet

Modifikasi Honda Jazz GE8 S 2010, Enggak Puas Dengan Turbo Kit

  • Foto: Hardy/otomotifnet

    Tanaga naik 175 persen dari standar pabrik 120 dk berkat sistem forced induction

  • Foto: Hardy/otomotifnet

    Motor WMI sembunyi di balik bumper depan

  • Foto: Hardy/otomotifnet

    Spion Craft Square berbahan carbon sempet ngetrend di awal tahun 2000-an

  • Foto: Hardy/otomotifnet

    Bagian kabin layaknya kendaraan balap, intinya weight reduction

  • Foto: Hardy/otomotifnet

    Reduksi bobot cukup banyak dilakukan contohnya terlihat pada kaca belakang dan bagasi

Manusia memang tidak pernah puas. Sudah merasakan sensasi torsi dari turbo boost rendah, akhirnya di-upgrade ke boost tinggi

Jakarta - Awalnya sekadar memasang turbo kit lansiran Zage pada mesin berkode L15A7. Dengan boost 0,4 bar, lama kelamaan tangan mulai gatal untuk menaikan tekanan turbo. “Masih kurang puas dengan turbo kit,” terang H Yudi Hendrayana, sang pemilik  Honda Jazz GE8 S  lansiran 2010 ini. Alhasil seluruh kit Zage dijual.

Namun sebelum memasang perangkat turbo custom baru, tentu internal mesin perlu disiapkan dengan benar. “Supaya aman, mesin tidak mudah jebol kena tekanan turbo yang besar,” ujar pria yang juga tengah membangun Honda Brio 1.300 cc ini.

Agar siap menerima boost tinggi, perlu menggunakan piston kompresi rendah dan juga setang piston Hbeam buatan Carillo. “Ada 2 model  piston low compression 9:1 dan 8,5:1.

Tapi saya ambil yang 8,5:1 agar benarbenar kuat menahan boost turbo hingga 1,4 bar,” papar Yudi lagi. Camshaft racikan JUN dipercaya menaikkan debit udara. Plus supaya tidak terjadi floating ketika putaran mesin tinggi, per klep standar diganti dengan keluaran Bisimoto. Piping turbo dibuat custom dengan bahan stainless steel.

Untuk mengakali pasokan bahan bakar tidak lean saat boost turbo mulai masuk ke ruang bakar, digunakan injektor tambahan berkapasitas 600 cc per menit. “Percuma kan kalau pasokan udara sudah melimpah, tapi tidak diimbangi dengan suplai bahan bakar yang sesuai,” terang pria asal Garut, Jabar ini.

Mesin bertenaga besar harus tersalur dengan baik ke roda. Maka dari itu, kopling set diganti tipe kompetisi rancangan ACT.

Traksi saat start juga dibantu limited slip differential buatan Carbonetic Ban juga minimal menggunakan semi slick. “Belum pernah coba menggunakan slick drag. Mungkin ke depannya mau dicoba menggunakan ban khusus drag,” sebut salah anggota komunitas #Harapmaklum.

Sayang seri 2 Drag Race Sentul turun hujan, jadi tidak dapat menorehkan waktu terbaik. “RekorJazz saya masih di angka 14,0 detik dengan boost 1,4 bar. Harusnya bisa masuk 13 detik dengan cuaca yang baik dan tidak ada trouble mesin,” jelas pria kelahiran tahun 1980 ini.• (otomotifnet.com)

Data Modifikasi  Honda Jazz GE8 S 2010

Mesin   : Piggyback Dastek Q+, Piston CP Kompresi Rendah 8.5:1, Setang Piston Carillo, Camshaft JUN, Busi NGK Racing Competition, T.M.Works Ignition Coil, Klep + Per Klep Bisimoto, Turbo Garrett GT25, HKS (Intercooler, Saringan Udara, Tutup Oli), Turbo Smart (External Wastegate, Solenoid, Blow Off), Kopling Set ACT, LSD
Carbonetic, Billion (Slang Radiator, Slang Vakum, Tutup Radiator), Engine Mounting Polyurethane, Porting Polish + 3 Angle Valve, Pivot Throttle Control, Oil Cooler Autobahn, Oil Catch Tank Cusco, Nitrous Express Water Methanol Injection, Baut Kepala Silinder ARP, Forged Radiator, Custom Stainless Exhaust
System

Eksterior : Carbon (Fender, Bagasi, Pilar, Headlight Air Scoop), Kaca Belakang Polycarbonate, Billion Air Funnel, Spion Craft Square Carbon,

Interior  :  Jok Bride Cuga Original, Seatbelt Takata Original, Pivot Tachometer Digital + Shift Light, Defi Tachometer, Dastek Digital Mapping Selector, Full Carbon Panel, Turbo Timer HKS Type 1, Pedal Set Mugen Original, Shift Knob Skunk2

Kaki-kaki : Per Tanabe Untuk Harian, Tanabe Strutbar,  Depan Dan Belakang, Hot Bits Coilover Drag,  Use Only, Rem Depan OPTION 4 Piston + 330mm Disk Brake, Kampas Rem Belakang,  Project U, Pelek Depan OZ Racing Ultraleggera, Ban Nitto NT01 205/50R15, Pelek Belakang, Custom Skinnies, Ban Belakang Achilles K Sport 165/50R15

Plus:
- Kapasitas kecil tapi tenaga mencapai 320 dk dengan boost 1.3 bar

Minus:
- Sayang tidak pakai roll bar walaupun regulasi membolehkan tapi segi safety harus dipikirkan

EDITOR

Bagja

Top