Minggu,23 Okt 2016 16:23 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Jeep Grand Cherokee Tubular

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Tangki bahan bakar custom berkapasitas 30 liter

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Dasbor bawaan Grand Cherokee hanya menyisakan bagian luar saja

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Bodinya dibikin terpisah

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Jok OMP menjaga erat badan ketika kena guncangan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Kaki-kaki mumpuni

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Mesin Chevrolet LS3, 7.000 cc

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pedal box TAilton, tinggal gas sama rem aja

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Coilover lansiran Fox Racing

  • Foto: Rian/otomotifnet

    B&M Pro Bandit Race Shifter

Dibangun selama 6 bulan, hanya menyisakan sebagian sasis dan dasbor, sisanya terinpirasi besutan ala reli Dakar

Jakarta - Nama Julian Johan di ajang speed off-road sering terdengar. Keakrabannya dengan Jeep Grand Cherokee pun seakan tak terpisahkan. Namun kali ini, hampir tak ada yang disisakan dari besutannya terdahulu, walau sepintas bentuknya mirip.   “Konsepnya gimana caranya bikin Grand Cherokee versi 2 pintu, dengan bodi bagian belakang yang bisa diangkat seperti mobil balap di reli Dakar,” kenang Jeje, panggilan akrabnya.

Alhasil, mulai dari pemilihan mesin, sistem suspensi hingga desain bodi terinspirasi ala reli ganas yang kini diadakan di Amerika Latin. Uniknya, semua besutannya selalu dinamakan dengan hewan favoritnya, serigala. Mulai dari Toyota FJ40 yang bernama Serigala Militia, lalu Grand Cherokee bermesin 6 silinder yang dinamakan Iron Wolf.

Kini Grand Cherokee terbarunya dinamakan Superwolf. “Biar lebih sangar saja dan speknya kan lebih tinggi,” papar pebalap yang tergabung di tim AHSRT (Asal Hati Senang Racing Team) ini. Apa saja ubahannya serigala super dengan tulang (sasis, red) dari pipa ini? Rio/otomotifnet.com

 
Mesin

Bagian ini yang bisa dikatakan paling mengesankan. Jeje mengimpor utuh mesin Chevrolet seri LS3, yang biasa terpasang pada sportscar seperti Corvette dan Camaro SS. “Penginnya mesin Hemi supaya satu brand sama bodi, tapi sayangnya Hemi di sini lebih sedikit parts dan mekanik yang fasih nangani mesin ini. Jadi pakai LS yang lebih familiar,” papar Jeje. Makanya enggak dibiarkan standar.

Kapasitas aslinya yang hanya 6.200 cc masih ditambah stroker kit, hingga kini jadi 7.000 cc. Alhasil, terukur di roda saat dyno test, tenaganya masih mencapai 350 dk! Stroker kit ini meliputi throttle body esktra-besar lansiran Holley, plus fuel rail berikut injektor.
Sementara untuk mengatur kinerja mesinnya, Jeje percaya pada ECU stand alone merek Haltech tipe PS2000. “Mesin ini datangnya komplet, tapi seperti exhaust system bikin sendiri di sini, plus wiring kombinasi sama merek lain,” ucap penggemar musik rock ini.
 
Transmisi

Menarik ketika melihat tuas transmisi di bagian tengah. Ternyata, jeroannya tak kalah luar biasa. “Konsep memang off-road racing Amerika, jadi pasangan mesin V8-nya girboks matik balap,” kata Jeje. Terlihat simpel, sebab girboks racikan FTI Performance ini hanya punya 2 percepatan. “Tapi sanggup menahan tenaga lebih dari 1.000 dk,” urai pria kelahiran 30 tahun silam ini.

Pakainya pun mudah. “Praktis, cukup taruh di posisi gigi 1 pas start. Tahan pakai trans-brake, lalu di trek biasanya cukup di posisi gigi 2, kecuali tikungan patah saja yang butuh pindah ke gigi 1 lagi,” ulas pria ramah ini panjang lebar. Lalu, gimana untuk mengakali ragam trek yang butuh akselerasi awal cepat atau justru trek berkarakter high speed dong?

“Yang dimainkan gigi transfer case-nya. Jadi saya baru punya 2 kit, yang halus bawaan girboks sama agak kasar,” sambung mahasiswa universitas swasta di Jakarta ini. Serunya lagi, karena memang didesain supaya memudahkan tim balap. Alhasil proses bongkar pasangnya justru lebih gampang, daripada gonta-ganti final gear di gardan.
 
Bodi + Sasis

Tampilannya memang Jeep Grand Cherokee, tapi sebenarnya itu pun hanya bentuknya yang dibuat dari fiberglass. Lalu, part apa saja yang masih bawaan SUV mewah itu? “Sebagian sasis masih pakai dari tengah ke belakang. Lalu sebagian dek lantai,” kekeh putra dari pereli senior Ismail Johan ini. Sisanya adalah pipa tubular hasil rancang bangun bengkel DSS Garage di Ciputat, Tangsel.

“Pakai bahan seamless Jerman. Penginnya pakai chromolly seperti mobil tubular di Amerika, tapi cukup sulit untuk mewujudkannya di Indonesia,” tutur pria ramah ini. Kalau diperhatikan detail sih, ada juga handle pintu yang bawaan Grand Cherokee, hihihi... Tentu semua geometri bawaan Grand Cherokee tidak ada yang dipakai lagi. Misalkan saja letak mesin kini jauh lebih mundur, lalu komponen seperti tangki bahan bakar custom berkapasitas 30 liter dan radiator dipindah ke belakang.  

Bodinya sendiri dibikin terpisah antara depan, tengah dan belakang. Menariknya, bodi bagian belakang dibuat membuka ke atas ala mobil reli Dakar.
 
Kaki-Kaki   

Berlaga di ajang speed off-road, tentu butuh kaki-kaki mumpuni. Tak ada lagi bawaan Grand Cherokee, kini rancangannya hasil karya DSS Garage dengan sistem 4-Link. Gardannya sendiri dipilih keluaran Toyota untuk Land Cruiser VX, tapi bonggol depan diganti yang ukuran 9 inci, pakai dari gardan FJ40.

Untuk bonggol belakang dipotong, terus posisinya dipindah ke tengah. Jadi kurang lebih gardan VX Hybrid, dengan reinforced secukupnya.   Suspensinya, Jeje percaya coilover lansiran Fox Racing, hanya sedikit beda spesifikasi. Depan pakai travel 12 inci, sedang di belakang sedikit lebih panjang, yakni travel 14 inci. Keduanya dipadu Triple Tube Bypass, dengan bump stop 3 inci, untuk menahan gempuran sehabis jumping.

“Ukuran ini dipilih supaya saat jumping tinggi, landing-nya bisa optimal tanpa ada bottoming dan rebound berlebih,” ungkap CEO & Founder Abbey & Rigby, perusahaan penyedia jasa desain logo ataupun website ini.

Data Modifikasi:

Mesin: Chevrolet LS3, 7.000 cc, SAG Perfomance Stroker Kit, Holley Hi-Ram Intake Manifolds, Holley Hi-Flow Fuel Rails, Bosch 044 High Pressure Fuel Pump, Racepak IQ3 Logger Dash, ECU Stand Alone Haltech PS2000, Griffin Alumunium Radiator, Custom 12 gallon Fuel Tank, Expedition One Cooling Water Tank, Custom Stainless Steel Header and Exhaust, Flex-a-Lite Complete Oil Cooling System
Transmisi: FTI Performance Powerglide 2-speed, B&M Pro Bandit Race Shifter, SCS Gearbox Billet Transfer Case, Custom TLC Drive Shaft, Hybrid TLC 9 inch Axles, Auburn Gear Pro Series Limited Slip Differential, Nitro Gear Chromoly Axle Shafts, Nitro Gear 5.29 Ring & Pinion
Kaki-Kaki: Fox Racing Coilover 12 inch & Triple Tube Bypass  12 inch (Depan), Fox Racing Coilover 14 inch & Triple Tube Bypass 14 inch (Belakang), Fox Racing Bumpstop 3 inch, DSS Garage 4-Link Suspension System, DSS Garage Sway Bar, DSS Garage Limiter Strap
Roda: Pelek Brian Deegan 38 Signature Wheels - Pro 2 16 inch, ban GT Radial Savero Komodo A/T 265/75R16 & Savero Komodo M/T Plus
Rem: Carbon Lorraine Racing Brake Pads
Sistem Setir: Sweet Manufacturing Race Steering Box, Sweet Manufacturing High Flow Steering Pump
Bodi & Sasis: DSS Garage Rollcages, Custom Jeep Grand Cherokee Fiberglass Body
Interior:  OMP ARS Bucket Seat, Impact Racing Pro Series 6 points Restraint System, Tilton 600 Series Racing Pedal – Floor Configuration, Sparco R325 Steering Wheel, FAST Helmet & Suit Cooling System
Aksesori: Rigid Industries E-Series LED Light Bar 40 inch, Rigid Industries D-Series LED Light Bar

Plus: Konsep desain ala reli Dakar dengan mesin V8 Amerika
Minus: Masih terkendala rasio gir transfer case yang cocok untuk ragam trek Indonesia

 

EDITOR

Bagja

Top