Jumat,9 Okt 2015 13:06 WIB

Penulis: pewete pewete

Modifikasi Mercedes-Benz S320 1995, The Lowest S-Class

Foto: KYN

Modifikasi Mercedes-Benz S320 1995, The Lowest S-Class



Obsesi Indra selain ingin tampil beda, juga ingin jadi yang paling ceper

Jakarta
- Umumnya para pecinta Mercedes-Benz lebih banyak memilih varian C-Class atau E-Class. Tapi lain lagi dengan yang satu ini. “Saya enggak suka yang terlalu umum, saya ingin tampil beda,” ujar Indra Nurtantio, pemilik Mercy S320 kelahiran 1995 ini.



Corner lamp dan side lamp USDM jadi pembeda

Tampil beda? Yup, Indra lebih memilih S320 generasi W140 untuk jadi bahan modifikasinya. “Jarang kan yang mau modif S-Class? Nah, mumpung masih jarang, saya coba deh,” tukas Indra, sapaan akrabnya. Mantap nih!



Enaknya S-Class sudah punya interior mewah, tinggal upgrade dikit

Memang enggak gampang memodifikasi S-Class. Pasalnya aksesorinya enggak banyak dijumpai di pasaran. Namun itu tidak melunturkan niat Indra untuk tetap memodifikasi. “Pasti ada opsionalnya, meski harus hunting sampai keluar negeri, hehehe,” kekehnya.



Pedal set AMG jadi salah satu yang menerima kebanggaan di interior

Hasilnya tidak mengecewakan Indra. “Saya dapat body kit Wald di Malaysia. Meski seken, tapi kondisinya masih cukup bagus,” sebut pria 36 tahun ini. Namun Indra hanya mengambil bagian depan saja, sementara side skirt dan body kit belakang enggak diambil, karena Indra enggak terlalu suka tampilannya.



Pelek Lorinser RSK yang banyak jadi incaran para pecinta Mercy

Setelah body kit ini tiba di Tanah Air, maka langsung dicat dengan warna blue black seperti bawaan mobil, agar bisa langsung dipasang. Tampilan depan pun langsung berubah, apalagi corner lamp dan side lamp-nya sudah diganti dengan versi USDM.



Lihat dari belakang, tampangnya kini jauh lebih segar dan menarik

Selesai dengan pernik bodi, Indra beralih ke pelek. “Sekarang saya lagi pasang Lorinser RSK III. Kalau dihitung, ini pelek ke 7 yang pernah saya pasang,” akunya. Wuihhhh! Bahkan di antaranya ia pernah memasang pelek 22 inci! “Tapi cuma bertahan 6 bulan,” sambung pria ramah ini.

Lalu untuk menceperkan, Indra ‘tega’ memotong per aslinya. “Saya sudah cari ke mana-mana susah banget cari sport kit untuk W140. Ya sudah mau enggak mau potong saja per aslinya,” tutur ayah 3 anak ini. Sokbrekernya pakai Bilstein yang juga sudah di-custom untuk mendapatkan jarak mainnya.

Tentu saja dengan settingan suspensi seperti ini Mercy Indra jadi tampil kandas. “Sesuai yang saya mau, tampil beda dan ceper!” serunya. • (otomotifnet.com)

Plus:
- Tampil lebih mewah dengan body kit dan pelek

Minus:
- Body kit tidak full set

DATA MODIFIKASI:


Eksterior: USDM corner lamp & side lamp, Wald body kit orisinal Pelek dan suspensi: Lorinser RSK III 3 pieces 19x9,5+10,5 inci, ban Accelera Phi 225/35R19 dan 235/35R19, per custom, sokbreker Bilstein









EDITOR

Otomotifnet

Top