Jumat,17 Feb 2017 06:30 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi MINI John Cooper Works World Championship 50 (R56) 2010, Manic Maniac

  • Foto: Dok Motor

    MINI John Cooper Works World Championship 50 (R56) 2010 Manic Maniac

  • Foto: Dok Motor

    Naik 40 dk dengan reflash stage 2+

  • Foto: Dok Motor

    Air scoop menjadi tanda kalau mini satu ini pakai turbo

  • Foto: Dok Motor

    Rem masih standar karena masih cukup melayani tenaga mesin

  • Foto: Dok Motor

    Exhaust kit dari NM Engineering wajib terpasang untuk stag e 2+

  • Foto: Dok Motor

    Penegas eksistensi komunitas

  • Foto: Dok Motor

    Akseori karbon fiber khas John Cooper Works

  • Foto: Dok Motor

    Hanya ada 5 unit di Indonesia

  • Foto: Dok Motor

    Setingan stage 2+ di MINI JCW milik Anthony

Pasang kit stage 2+, bikin tenaganya melonjak hingga 290 dk!

Jakarta - Nama besar Manic Motorsport yang membuat Anthony tergoda untuk mengembangkan performa MINI John Cooper Works (JCW) World Championship 50 miliknya.
 
FYI, Manic Motorsport merupakan tuner yang sedang popular, berkat tangan dinginnya meramu performa mobil mungil legendaris ini agar lebih bengis.

Serunya, ubahan dan chip tuning yang dilakukan merupakan plug and play, sehingga praktis, aman dan langsung terasa khasiatnya. Anthony menggunakan stage 2+ yang langsung diprogramkan ke ‘otak’ mesin MINI JCW.

Tahapan ini membutuhkan penyesuaian beberapa komponen mesin. Contohnya, downpipe yang kini menggunakan Armytrix, exhaust set dari NM Engineering, discharge dan air charge pipe dari NM Engineering hingga intercooler Forge.

Stage 2+ memang mengharuskan penggantian beberapa komponen mesin, minimal pada downpipe dan exhaust set, agar kerja software yang sudah di-upgrade lebih maksimal,” sahut pria berkaca mata yang juga distributor komponen aftermarket untuk MINI, BMW dan VW ini.  

Dalam paket tuning stage 2+ dari Manic Motorsport ini, boost standar dinaikkan dari 1,3 bar menjadi 1,4 bar. Cukup banyak memang parameter settingan lainnya yang ditingkatkan oleh chip tuning.

Namun, inti dari optimalisasi terletak pada timing pengapian juga dimajukan (advance) dan suplai bahan bakar lebih deras untuk mendukung boost turbo yang kini lebih besar.

Tak hanya itu, Nicholas Kasberger, punggawa Manic Motorsport pun turun tangan, khusus untuk memaksimalkan setingan stage 2+ di MINI JCW milik Anthony.

”Jadi bisa dibilang, stage 2+ saya ini sedikit custom, karena dioptimalkan lagi sama Nicholas,” senyum Anthony bangga. Hasilnya, tenaga melonjak menjadi 290 dk yang terukur di mesin. Sementara tenaga maksimal MINI JCW dengan Manic stage 2+ hanya berkisar 250 dk.  

Lonjakan tenaga tersebut tak banyak mempengaruhi handling dan driveability dari MINI JCW yang terkenal superb.

Terlepas dari penggunaan coilover NM Engineering GP2, lengkap dengan pelek NM Engineering RSe05 17x8 inci yang dibalut ban Yokohama Advan Neova AD08 235/45R17, porsi antara performa yang bengis dan handling sigap bisa terakomodir dengan optimal dalam tubuh ’mini’ yang hanya berbobot 1,2 ton ini.

Begitu fun to drive-nya, Anthony pun tetap menggunakan MINI ini sebagai kendaraan hariannya. * Tom/otomotifnet.com

MINI JCW World Championship 50 hanya Ada 5 Di Indonesia

MINI JCW World Championship 50 ini merupakan edisi terbatas yang hanya tersedia 250 unit di dunia. Pertama kali diperkenalkan di ajang Mini United di sirkuit Silverstone di Inggris pada 2009.

MINI JCW World Championship 50 dibuat untuk memperingati momen ketika Cooper Car Company (perusahaan pembuat mobil F1 yang nantinya bergabung dengan Mini) berhasil menjadi juara dunia F1 pada 1959 dengan pembalapnya, Jack Brabham.

Kabarnya, hanya ada 5 unit MINI JCW World Championship 50 di Indonesia. Pembedanya dengan MINI JCW reguler adalah penggunaan warna British Racing Green yang legendaris dan beberapa detail carbon fiber pada bonnet scoop, kaca spion, handel pintu, diffuser belakang dan interior.

Data Modifikasi:
Manic Motorsport stage 2+ reflash, high flow induction kit NM Engineering, oil catch tank NM Engineering, discharge & air charge NM Engineering, exhaust set NM Engineering, engine torque arm NM Engineering, diverter valve Bonalume, downpipe Armytrix catless, intercooler Forge, coilover NM Engineering GP2, rear aluminium control arm NM Engineering, sway bar NM Engineering, velg NM Engineering RSe05 17x8 inci, ban Yokohama Advan Neova AD08 235/45R17, underbrace CPM

Rumah Modifikasi
Manic Motorsport Indonesia, Salemba Tengah, Jakarta Pusat

 

EDITOR

rio

Top