Jumat,28 Okt 2016 17:07 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Mitsubishi Mirage GX M/T 2015

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Upgrade semaksimal mungkin, ditambah NOS dengan pengaturan manajemen mesin di-by pass oleh piggyback Dastek Unichip.

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Kelir yang mencolok

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Jok racing dengan safety belt 6 titik, juga dipasang roll-bar 6 titik.

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Head unit Pioneer, Power amplifier 4 channel dari Soundstream dan Cello. Kemudian 2 buah subwoofer 12 inci dari Mohawk, mengisi bagian bagasi.

  • Foto: Rian/otomotifnet

    4 buah lampu sorot dan ini langsung jadi identitas konsep yang dianut.

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pemasangan coilover yang bersamaan dengan cakram lebar, pelek ukuran 17 inci

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Buka tutup pintunya pakai model gullwing.


Aksesori susah didapat dan jadi kepuasan tersendiri bila bisa memodifikasi Mirage
 
Jakarta
- Bagi pecinta balap MotoGP, sudah barang tentu enggak asing dengan brand Repsol. Yup, pabrikan minyak dan gas bumi asal Spanyol ini, sekali lagi mengantarkan Marc Marquez jadi juara dunia MotoGP 2016. Bagaimana kalau di ajang balap mobil? Di ajang reli dunia, Repsol juga turut serta jadi sponsor. Mitsubishi R5 Mirage jadi kendaraan yang menggunakan livery-nya.

“Ajang reli jadi arwahnya Mitsubishi dan oleh karena itu, ubahan yang dilakukan pada Mirage keluaran 2015 ini mengarah pada konsep rally style,” ungkap Budi dari workshop Autotech Semarang, Jateng. Lebih lanjut pria yang bermarkas di Jl. Puri Anjasmoro ini bilang, konsep ubahan bodinya mengacu pada R5 Mirage yang dipakai musim reli 2015. Sementara livery yang kelirnya dianggap cool itu, bawaan Mitsubishi Repsol Team 2015.

Walau mengacu pada konsep rally style, tapi kalau dilihat lebih seksama, ada beberapa hal yang arah modifikasinya memang bertujuan untuk ikutan kontes.
Yuk mari dipandang secara seksama apa yang dilakukan oleh Budi.  oct/otomotifnet.com
 
Eksterior

Sudah jelas konsep yang diusung adalah rally style, namun buka tutup pintunya pakai model gullwing. Ini tentunya diakibatkan oleh kesenangan Budi untuk ikut dalam ajang kontes. Beberapa ubahan yang nampak di eksterior, di antaranya kap mesin yang disesuaikan dengan contoh R5 buat rally. Penggunaan pelek ukuran 17 inci, menjadikan ada sedikit urusan tarik menarik di bodi. Pemanis tampilan eksterior, tempelan cutting sticker dianggap lebih efektif dari pada airbrush. Pasalnya, mobil reli banyak tempelan-tempelan dari pabrikan atau produk yang jadi sponsor.

Interior

Kelir yang mencolok tampak terlihat ketika pintu dibuka. Biru dan oranye jadi 2 kelir yang paling menarik perhatian dan ada pada hampir keseluruhan bagian dalam Mirage GX keluaran 2015 ini. Jok racing dengan safety belt 6 titik, menjadi pendukung konsep yang diusung. Enggak hanya itu, pada bagian interior juga dipasang roll-bar 6 titik. Cukup bikin geleng kepala, ternyata jok belakang masih difungsikan sebagaimana mestinya. Bagian ini juga enggak luput dari pembungkusan, dengan bahan kulit berkelir biru dan oranye.
 
Kaki-kaki

Ada hal yang cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran ketika berurusan dengan bagian kaki-kaki. Pemasangan coilover yang bersamaan dengan cakram lebar, terpaksa harus mencari cara untuk buat dudukan yang sesuai. “Pengereman depan pakai big brake kit dengan cakram berukuran 320 mm dan ini yang sedikit bikit pusing kepala. Terutama di bagian pembuatan adaptor disc brake-nya,” jelas Budi. Hal kurang lebih sama, juga terjadi pada saat pengaplikasian disc brake di roda belakang. Meski diameternya enggak selebar depan. Pelek ukuran 17 inci yang lebar depannya 7,5 inci dan belakang 9,5 inci, dipadukan dengan ban berlabel Falken.
 
Audio

Bisa dibilang, bagian ini yang enggak terlalu wah. Bila dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan pada bagian eksterior, interior maupun mesin. Meski terlihat hanya sebagai perangkat pendukung agar diberi nilai oleh juri saat ikutan kontes, namun aplikasinya tetap rapi dan selaras dengan kelir interior. Perangkat yang terpasang meliputi head unit Pioneer, Power amplifier 4 channel dari Soundstream dan Cello. Kemudian 2 buah subwoofer 12 inci dari Mohawk, mengisi bagian bagasi.
 
Mesin

Dari power maksimalnya yang 76 dk, Budi ingin meng-upgrade semaksimal mungkin. Pertama dari kepala silinder dilakukan porting polish. Juga ditambah perangkat forced induction berlabel Garret dan semua pendukungnya. “Ditambah dengan NOS dengan pengaturan manajemen mesin di-by pass oleh piggyback Dastek Unichip. Bikin power-nya melambung sampai 135 dk,” bangga Budi.
 
Aksesori Rally Style

Bagian eksterior juga enggak luput dengan pemasangan aksesori ala mobil rally. Dari depan ada 4 buah lampu sorot dan ini langsung jadi identitas konsep yang dianut. Bagian juga ada aksesori yang dipasang, lihat saja ada lubang hawa untuk bikin adem interior. Selain itu juga ada lampu tambahan untuk penerangan malam hari.

Data Modifikasi
Eksterior: Pintu Gullwing, cutting sticker, kap mesin custom, airflow custom
Interior: Roll-bar 6 titik custom, Jok Sparco, Safety belt Sparco, Setir Sparco, Shift knob Sparco, Pedal set Sparco
Kaki-Kaki: Sokbreker Coilover D2, Ban Falken 215/45R17 dan 225/45R17, Pelek OZ R17, Big Brake Kit Prodrive
Audio: Head unit Pioneer, Power 4 channel Soundtream & Cello, Subwoofer 12X2 Mohawk
Mesin: Turbo Garret, NOS, Intercooler HKS, Dastek Unichip, Porting polish, Exhaust Custom

Plus: Ubahan bagian ekterior seusia dengan konsep
Minus: Jok belakang bikin modifikasi terasa kurang total

EDITOR

Bagja

Top