Minggu,2 Okt 2016 16:30 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Subaru BRZ M/T 2013, Korban Supercharge

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Dari luar biasa aja, tapi jangan coba-coba nantangin ya!

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Pasang supercharger gara-gara diasapi terus waktu morning run

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Pelek Rays dipilih karena dianggap sesuai dengan kontur bodi

  • Foto: KYN/otomotifnet

    BBK Buddy Club depan belakang untuk membantu pengereman yang lebih pasti

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Coil over supaya lebih stabil saat kecepatan tinggi

Hati jadi panas gara-gara terus ‘diasapi’ oleh teman-temannya waktu morning run, akhirnya pasang supercharger

Jakarta - Demam morning run kembali memakan korban. Bukan korban kecelakaan, tapi korban kekesalan. “Saya tiap ikut morning run dengan teman-teman di Speedloverz pasti diasapi terus, lama-lama panas juga nih,” ujar Alexander Setiawan, pemilik Subaru BRZ ini. Harus ada peningkatan nih!

Memang awal modifikasi ia hanya melakukan modifikasi ringan saja. “Tahapnya masih natural aspirated (NA), itu juga enggak berat kok modifikasinya,” ujar Alex, panggilan akrabnya. “Modifikasi NA saya enggak ada apa-apanya dibandingkan mobil teman komunitas, saya diasapi terus… hahaha,” gelak pria berkacamata ini.

“Akhirnya saya ngobrol dengan Ongky yang sudah lebih dulu memodifikasi Toyota 86 miliknya yang juga pernah dimuat OTOMOTIF, akhirnya dikasih opsi pasang supercharger ini,” tukas Alex. Setelah ngobrol dengan Ongky, mobil ini pun langsung dikirim ke bengkel CPNK di kawasan Jaktim untuk dibedah.

Satu perangkat supercharger Kraftwerk C30 sudah menunggu untuk dipasang ke mobil bermesin Boxer ini. Dengan menggunakan blower Rotrex akhirnya supercharger terpasang dengan boost 8,5 Psi. Guna membantu pendinginan oli dipasang oil cooler dari Kraftwerks juga, sedangkan filter oli dari produk HKS.

Agar sisa uap oli tidak terbuang maka dipasang oil catch tank Greddy. Lalu untuk busi dipakai HKS Iridium. Terakhir dipasang knalpot custom sampai belakang. Hasil akhirnya saat ini power mesin naik jadi 200 Whp. “Akhirnya bisa ngejar juga, hahaha,” bangganya.

Mobil sudah kencang, suspensi pun harus dibenahi. Alex memasang pelek Rays Gramlight 18x8+9 inci dengan balutan ban Accelera ukuran 235/40R18, agar lebih stabil dipasang coil over KW V3 yang sudah terbukti bisa meningkatkan handling jadi lebih baik dan juga bisa setting tinggi rendahnya.

Terakhir, sektor pengereman turut ditingkatkan. Big brake kit Buddy Club 6 pot 355 mm untuk depan dan 4 pot 330 mm untuk belakang pun diaplikasi. “Sekarang remnya jadi lebih yakin dan lebih cepat,” serunya dengan nada bangga. Gas pol! Kyn/otomotifnet.com

Data Modifikasi :
Mesin :
Supercharger Kraftwerks, blower Rotrex, oil cooler Kraftwerk, filter oli HKS, busi HKS Iridium, oil catch tank Greddy
Pelek dan kaki-kaki :
Strutbar Cusco, pelek Rays Gramlight 18x8+9 inci, ban Accelera 235/40R18, coilover KW V3
Eksterior :
Front lips carbon, sideskirt custom, panel dasbor carbon

Plus :  Pasang supercharger sebagai solusi paling cepat dan mudah
Minus:  Interior minim ubahan

EDITOR

Bagja

Top