Rabu,7 Okt 2015 10:11 WIB

Penulis: pewete pewete

Modifikasi Suzuki Baleno M/T 1996, Dedikasi untuk Rally

Foto: Rian, Rio

Modifikasi Suzuki Baleno M/T 1996, Dedikasi untuk Rally



Serius turun reli, pereli senior ini faham betul spesifikasi besutan andalannya. Yang penting harus sesuai gaya mengemudinya


Jakarta - Dari awal, memang sengaja bangun untuk rally. Makanya harus dihitung betul, menyesuaikan gaya mengemudi saya,” ucap Yoyok Soebadi, pemilik Suzuki Baleno keluaran 1996 saat ditemui di ajang sprint rally tarmac di Sentul (12/09) lalu. Karena Yoyok memang fokus turun di kelas sedan penggerak 2 roda, maka ubahannya pun harus mengikuti regulasi.



Mesin buatan Suzuki Sport demi menyesuaikan gaya mengemudi Yoyok yang agresif

Mesin misalnya, walau masih terlihat wujud fisik keluarga G16 di balik kap mesin. Namun mesin ini dibawa langsung dari Jepang, hasil rakitan Suzuki Sport. “Hanya sedikit di-porting polish saja pas sampai sini,” urai Normansyah, navigator yang sekaligus bertanggung-jawab soal proyek modifikasinya.



Girboks juga dari Suzuki Sport, sudah close ratio

Regulasi di kelas GR.2 sendiri lebih mengutamakan mesin standar, makanya nyaris tak ada ubahan berarti di mesin. “Karena masih SOHC, jadi tenaga harus dimaksimalkan,” papar Yoyok lagi. Paling injektor dikalibrasi untuk menyesuaikan debit bensin yang diinginkan, berikut penggantian fuel pump lansiran Bosch. Demi menahan gaya mengemudi Yoyok yang agresif.



Girboks juga dari Suzuki Sport, sudah close ratio

Setelah diatur oleh ECU standalone Haltech PS1000, aliran gas buang melewati pipa rancangan SAKI (Standard Adi Knalpot Indonesia), mulai dari header sampai muffler. Hasilnya adalah tenaga sebesar 92 dk untuk menaklukkan ragam trek reli. Power sebesar ini diteruskan melalui girboks close ratio, yang lagi-lagi diboyong dari Jepang.



Harus pakai jok bucket agar posisi badan tidak mudah berubah saat balap

Oh iya, kaki-kaki pasti pegang peranan penting. Makanya sokbreker dipilih keluaran MCA ukuran 50, yang memang terkenal andal di dunia balap. Namun kuncian di reli adalah permainan rem untuk mengejar racing line paling optimal. Alhasil, rem belakang pun diganti versi hidrolis. “Dibawa langsung dari Jepang juga sama kampas remnya,” sambung pria berpostur sedang ini.

Hasilnya, pasangan Yoyok dan Omen pun berhasil meraih posisi ketiga dengan total waktu 18:39,5 detik. • (otomotifnet.com)




Pelek masih sama, hanya ban berubah karena menyesuai-kan trek aspal





Yoyok bangun mobil reli harus dihitung semuanya, menyesuaikan gaya nyetir



Plus:

-Part aftermarket full dari Jepang

Minus:
- Bodi masih standar

DATA MODIFIKASI:

Mesin G16B Suzuki Sport, Transmisi close ratio, Haltec PS1000 engine management system, Q-max turbo voltage stabilizer, Bosch fuel pump, header full system 4-1 Standard Adi Knalpot, sokbreker MCA 50, reinforced full body, roll-bar seamless uk.38 & 48





EDITOR

Otomotifnet

Top