Selasa,29 Sept 2015 12:03 WIB

Penulis: pewete pewete

Modifikasi Suzuki Swift 2005 Karena Tertular Virus

Foto: Hardy

Modifikasi Suzuki Swift 2005 Karena Tertular Virus



Awalnya hanya ingin upgrade ringan, karena sudah cukup berumur. Eh malah kecebur lebih dalam


Jakarta - Keseringan hangout dengan teman-teman klub yang hobi kontes, akhirnya membuat Agung Alit Widyana Putra ‘tercebur' membangun kendaraan spesifikasi show off. "Iya nih jadi ketularan virus kontes. Padahal sebelumnya sama sekali tidak ada niatan untuk ikut-ikutan," jelas pehobi traveling ini.



Mesin sekadar bermain fashion karena bukan untuk kebut-kebutan

Proyek pertama yang digarap dimulai dari kaki-kaki. Langkah yang diambil memang bisa dibilang tepat. Tentukan dulu mau pakai pelek ukuran, lebar dan offset berapa. Hal ini agar tidak kerja 2 kali. Misal masih pakai pelek standar tapi sudah wide body, malah hasilnya tidak proporsional.



Jok replika Sparco di-retrim dengan kulit sintetik MBtech

"Cukup pakai pelek diameter 18 inci dengan lebar belang, 8 inci depan dan 9 inci belakang," terang salah satu anggota komunitas Specialist ini. Urusan kaki-kaki kelar, barulah pekerjaan berlanjut ke bodi. Dimulai dari pembuatan fender depan yang dimelarkan sebanyak 2,5 cm.



Audio aliran SQL menyita seluruh ruang bagasi

Bahannya menggunakan pelat galvanis 0,8 mm. "Sengaja bikin baru supaya jika mau balik ke kondisi standar lebih mudah," sebut mahasiswa Universitas Ngurah Rai ini. Lanjut ke fender belakang terkena pelebaran sebanyak 4 cm. Mau tidak mau harus potong fender asli, kemudian dibentuk fender flare baru.



Bumper belakang custom dengan muffler center exit gaya supercar


Tren pintu gunting juga masih banyak peminat di pulau Bali. Proses pembuatannya relatif mudah, hanya mengubah engsel pintu saja dan ditambah 2 buah sokbreker setiap pintu, agar bisa menahan saat terbuka penuh di atas. Sebagai pamungkas oprekan eksterior, seluruh bodi di-airbrush bergaya anime.

Biasanya kebanyakan ingin tampil eye catching dengan seni ‘tato permanen' alias airbrush. "Memadukan lebih dari 1 warna memang bisa terlihat keren, tapi saya lebih pilih gaya monochromatic. Kesannya lebih kalem tidak mencolok," ujar pemuda yang berusia 23 tahun ini. • (otomotifnet.com)

Plus:

- Hasil airbrush rapi dengan teknik free hand

Minus:

- Sektor interior perlu banyak pembenahan terutama bagian finishing


DATA MODIFIKASI

Mesin:
Saringan Udara HKS,  Pivot Raizin Spark Module, Kabel Ground HKS Circle Earth, Oil Catch Tank D1 Spec Volt Stabilizer Hurricane XCS 3, Airbrush Cover Ignition Coil, Muffler Custom

Eksterior:
Custom Body Kit,  Custom Fender, Custom Pintu Gunting, Full Airbrush, Headlamp Proyektor, Lampu Belakang LED

Interior:
Jok Sparco Retrim
- Seatbelt Sparco, Tachometer Auto Meter, Setir Momo, Shift Knob Momo, Jok Belakang MBtech, Plafon Retrim MBtech

Kaki-kaki:
Pelek Egois 18x(8+9), Ban Depan Accelera 205/40 R18, Ban Belakang Accelera 215/40 R18, Per Tein S-Tech, Mur Roda Rays

In Car Entertainment:
Head Unit Clarion Double DIN, Speaker Depan VOX 3 Way, Speaker Belakang VOX, Subwoofer Clif Desgin 12 Inci, Power Amplifier Clif Design 4 Channel, Power Amplifier Harmonic Drive Monoblock, Capacitor Bank 2 Farad






EDITOR

Otomotifnet

Top