Minggu,27 Sept 2015 13:06 WIB

Penulis: pewete pewete

Modifikasi Toyota 86 A/T 2013

Foto: KYN

Modifikasi Toyota 86 A/T 2013



Rela potong dan sobek fender biar bisa pasang body kit orisinal. Totalitas Kiki bikin kejutan menarik untuk OTOMOTIF


Jakarta - Toyota 86 milik Kiki Anugraha ini sempat menghiasi OTOMOTIF beberapa bulan lalu. Kala itu tampilannya masih seperti 86 kebanyakan. Cuma pakai body kit TRD, kap motor karbon, pelek Volk Rays TE37 dan air suspension. Namun ia juga mengatakan akan memberikan kejutan di pertengahan tahun.



Interior belum banyak ubahan dari sebelumnya tapi jadi next project Kiki

“Nah, ini dia sob kejutan yang gue bilang waktu itu. Gue pasang body kit Rocket Bunny v.2 nih!” seru Kiki, sapaan akrabnya. Melihat tampilannya sekarang jadi jauh berbeda! Gilanya lagi, pemasangan body kit ini tidak bisa asal. “Harus potong dan bobok sepatbor aslinya supaya bisa kepasang dan nantinya peleknya juga bisa masuk,” jelas Kiki lagi. Wow!



Mesin sudah cukup ubahannya untuk saat ini

Semua kesulitan pada saat modifikasi ini dilalui dengan ‘tabah’. “Miris sih lihat tuh sepatbor dipotong-potong gitu, tapi ya demi tampilan apa boleh buat, hehehe,” kekeh Kiki. Ia pun rela menunggu selama beberapa bulan untuk kedatangan body kit dan peleknya. “It was worth to wait deh pokoknya,” bisiknya.



Big brake kit Alcon 350 mm, beda jumlah kaliper untuk depan 6 piston dan belakang 4 piston

Hasilnya sangat membanggakan Kiki, sekarang mobilnya ini ramai dibicarakan oleh para pehobi modifikasi, terutama di Indonesia. Fotonya pun bertebaran di banyak media sosial. Foto yang punyanya ada enggak sob? Hehehe… • (otomotifnet.com)

HARUS RADIUS FENDER

Awalnya semua body kit dibeli dan dipasang di Inspire yang ada di daerah Kebon Jeruk, Jakbar. “Di Inspire semua fender dimodif lagi, bibir fendernya dilipat keluar terus dibor juga buat pasang overfendernya. Pokoknya habis deh tuh sepatbornya, hahaha,” gelak ayah dari Navies ini.



Pemasangan overfender harus dibarengi dengan radius fender dan juga dibor loh!

Namun begitu pelek yang sudah dibeli dipasang, ternyata masih ada yang mengganggu pikiran. “Gue ngelihatnya kok masih kurang ‘nyebur’ yah, kurang pendek,” tukas pemukim kawasan Bintaro, Jaksel, ini.



Suara knalpotnya sangar dan bisa disetting berkat valvetronic dengan remote

Akhirnya setelah keluar dari Inspire, 86 ini dikirim ke bengkel Ex ‘N In milik Ado di kawasan Cipinang, Jaktim, untuk diubah lagi sepatbornya. “Intinya gue pengin supaya pelek sama sepatbornya semepet mungkin,” tegasnya.



Pelek Work CR2P Stancenation limited edition nomor 56 dari 100 unit. Amblas dalam sepatbor!

Akhirnya Ado pun melakukan radius fender. Radius fender? “Yup, lingkar sepatbornya dibesarin lagi supaya pelek dan ban enggak gesrot dengan sepatbor. Kalau pun gesrot, enggak separah dalam kondisi sepatbor standar yang sudah dilipat sekalipun,” jelas Kiki.



Bagasi disesaki audio dan peranti air suspension

“Konsekuensinya semua overfender dilepas lagi supaya bisa gue lihat seberapa banyak yang harus diradius fendernya. Supaya pelek dan ban bisa masuk ke dalam fender tanpa mentok dan bisa lebih pendek lagi jadinya,” sebut Ado.



Coba lihat dari belakang. Tampilannya sexy banget kan sekarang...

Alhasil sepatbor depan pun diradius sekitar 4 cm dan belakang sekitar 6 cm. Hasil jadinya, pelek dan ban pun aman sekaligus tampilan ceper yang dikehendaki Kiki tercapai. “Kalau dilihat tanpa over fender sih gede banget sepatbornya, hahaha,” gelak Kiki dan Ado bersamaan. Hasilnya cukup ampuh, mobil pun bisa tampil lebih pendek dari sebelumnya. Top!

MESIN DAN AUDIO

Memodifikasi mesin, Kiki mengganti header-nya dengan Tomei Unequal dan knalpot Amuse Titanium yang dilengkapi dengan valvetronic remote. “Jadi suara knalpotnya bisa gue atur, mau keras apa sedang,” bangganya. Selebihnya intake Cusco, oil catch tank Cusco, ARC air filter, dan beberapa parts pendukung lainnya juga sudah terpasang.

Di interior yang sudah full carbon, Kiki juga membenahi sistem tata suaranya. Untuk suara depan Kiki memasang speaeker split dari Focal, sementara di bagasi, power monoblock dan subwoofer dari Rockford Fosgate juga dipasang berbarengan dengan tabung udara dan kompresor air suspension-nya.Stunning!

PELEK KE-56 DARI 100

Kiki juga tak mau tanggung-tanggung soal pilihan pelek. “Body kit sudah limited masa peleknya yang biasa-biasa saja? Sayang kan,” ujarnya. Akhirnya ia pun membeli pelek bermerek Stancenation Work Wheels 19 inci.

Hanya saja lebarnya dibedakan, kalau depan cukup pakai 9,5 inci, sementara di belakang lebih ekstrem lagi, hingga 11 inci! Ban pembungkus pun dipilih yang tampilannya agak ‘narik’. Depan pakai Yokohama Advan Neova 225/35R19 dan belakang ukuran 265/30R19.

Oh iya, soal pelek Work CR2P Stancenation Limited Edition ini juga ada ceritanya loh. “Pelek ini cuma dibuat 100 pieces di seluruh dunia. Punya gue ini produksi ke-56 dari 100 tadi. Offset-nya juga custom supaya bisa dapat fitment seperti sekarang ini,” tukas pria 30 tahunan ini.

Sementara air suspension K-Sport Super Professional dengan management system K-Sport juga jadi andalan Kiki untuk suspensinya. “Air sus-nya cuma dua titik saja, depan dan belakang,” bilang Kiki lagi.

Plus:
- Body kit Rocket Bunny V.2 orisinal, berani potong sepatbor

Minus:
- Interior belum banyak ubahan baru

DATA SPESIFIKASI


Eksterior Genuine body kit Rocket Bunny Version 2, Hood carbon Varis, tail light valenti CR (clear red), Head lamp HID Philips 6000k, Fog lamp HID Philips 6000k, Garnish fender carbon, gasoline tank cover TRD, door handle TRD, antena Sharkfin Interior Carbon panel
Interior, hand brake drift style Cusco, start engine TRD red, Pivot, logo 86 setir, speaker Focal 2-way, subwoofer Rockford Fosgate P1, power monoblock Rockford Fosgate
Mesin Amuse titanium exhaust full, intake Cusco, Header Tomei unequal, valvetronic remote, oil catch tank Cusco, slang radiator Samco, ARC air filter
Suspensi dan Pelek Pelek Work CR2P Stancenation limited edition No.056/100 19x9,5+11 inci, ban Yokohama Advan Neova AD08R 225/35R19 (depan) dan 265/30R19 (belakang), Air suspention K Sport super professional, management system K Sport, Big Brake Kit Alcon 350 mm 6 pot (depan) & 4 pot (belakang), camber kit Cusco, arm full Cusco, strut bar Cusco









EDITOR

Otomotifnet

Top