Minggu,2 Okt 2016 12:01 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Toyota Avanza G M/T 2008, Dari Lokal Sampai Nasional

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Wide body-nya lebih kurang 8 cm

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Desainnya mini bar

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Pelek Leading Edge R20

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Mengandalkan bahan dari kulit

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Semua ubahan disesuaikan

  • Foto: Rian/otomotifnet

    “Dari depan sampai belakang, full Venom,” tegas Ferdian

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Harus bisa dengan jelas dilihat juri kontes dan dinikmati bagi yang ingin melihat lebih detail

Niat awal untuk Avanza ini sebagai kendaraan kontes. Makanya semua ubahan disesuaikan regulasi yang berlaku
 
Solo
- Don’t judge a book from its cover atau kalau diterjemahkan jangan menilai seseorang dari tampilan luarnya. Kurang lebih ungkapan ini juga bisa dipakai pada unit Toyota Avanza bertransmisi manual, dengan ubahan yang cukup total ini. Melihat ubahan yang dilakukan, banyak yang akan mengira bahwa siempunya kendaraan memiliki bisnis dibidang modifikasi bodi atau audio. Sehingga menjadikan Avanza sebagai korban untuk kendaraan show off.

“Kebetulan saja salah satu tempat usaha milik keluarga, disewa oleh pengusaha di bidang otomotif. Khususnya modifikasi mesin dan audio,” kata Ferdian. Lebih lanjut pria ramah itu bilang, bahwa dirinya sendiri itu hanya pegawai swasta. Bidang yang ditekuninya adalah pariwisata di Solo, Jateng.

Soal apa yang dilakukan pada kendaraan tipe G keluaran 2008 itu semata-mata hanya mengikuti hobi ikut kontes. Kesenangan itu dimulai dari 2010 silam dan berlanjut sampai sekarang. “Awalnya hanya coba-coba ikut kontes lokalan saja dan itu pada 2010. Lalu berlanjut jajal peruntungan di kontes yang kelasnya lebih tinggi, yakni nasional,” paparnya.

Mulai ikut kontes dari 2010, Ferdian menyiapkan kendaraannya dari 2009. Persiapan yang cukup lama itu, membuktikan keikutsertaannya di dalam sebuah kontes bukan asal nongol saja. Bahkan dengan tujuan jadi yang terbaik dari sebuah kelas yang dilombakan, maka Avanza tersebut diubah sesuai dengan regulasi yang diberlakukan. “Jadi dari awal kontes sampai sekarang, semua ubahan disesuaikan dengan kelas yang ingin kita menangkan,” jelasnya. Oct/otomotifnet.com

Bodi

Bila bagian ini boleh disebut pembungkusnya, maka masih terlihat bahan modifikasi milik Ferdian ini unit Avanza. Memang terlihat pemasangan body kit dan aksesori lainnya. Lebih detai lagi, baru terlihat adanya perubahan yang dilakukan pada bagian bodi. Di antaranya adalah dengan melakukan wide body dan itu akibat dari penggunaan bagian kaki-kaki yang lebar. Coak kanan kiri, seperti itu istilah yang dipakai Ferdian. “Maksudnya bagian dalam dicoak dan bagain luarnya dibuat lebih mengembung. Wide body-nya lebih kurang 8 cm,” kelasnya. Custom model ini berlaku baik di bagian depan maupun belakang.

Kaki-kaki

Pelek ukuran 20 inci, ditemplokkan untuk menonjolkan bagian kaki-kaki. Penggunaan pelek inilah yang membuat bodi Avanza dicoak kanan dan kiri. Urusan sokbrekernya enggak lagi pakai punya Avanza. Sok bawaan kendaraan jenis sedan, dipilih untuk menggantikan bawaan pabrik. “Per pakai produk aftermarket berlabel Tein,” ungkapnya. Interior

Jadi kendaraan yang hanya untuk kontes, sudah pasti bagian dalamnya juga mengalami ubahan. Pertama sudah pasti ubahan dengan mengandalkan bahan dari kulit. Maksudnya untuk menyegarkan tampilan di bagian jok, plafon, lantai, dasbor dan door trim. Menyegarkan, karena kelir yang dipilih adalah oranye dengan kombinasi beige.

Ubahan selanjutnya adalah mengandalkan bahan dari akrilik. Mengubah tampilan yang sifatnya menambahkan itu, desainnya mini bar. Itu dilakukan dari mulai dasbor sampai jok tengah. Bahkan ada rak untuk gelas yang didesain sedekimian rupa dengan posisi ada di plafon. Di bagian interior ini, jok hanya sampai dengan penumpang tengah saja. Bagian belakang dipergunakan khusus untuk urusan audio sistem.

Audio

“Dari depan sampai belakang, full Venom,” tegas Ferdian. Bagian depan, speaker yang dipakai model 3 way sedangkan untuk tengah dan belakang cukup 2 way. Subwoofer 2 unit berdiameter 12 inci, didesain sedemikian rupa untuk mengisi bagian kosong di bagasi. Kemudian ada unit power 4 channel dan 1 monoblok. “Headunit pakainya produk Alpine DVA 9861E,” terangnya.

Pintu

Apa yang sudah dilakukan pada bagian interior plus setting akustik audio, rasanya harus bisa dengan jelas dilihat juri kontes dan dinikmati bagi yang ingin melihat lebih detail. Guna mempermudah urusan itu, maka bukaan pintu diubah. Tetap pakai pintu orisinal Avanza, namun bukaannya dibuat model suicide. Jadi kalau dibuka semua kelihatan apa isi dalamannya. Loh ini kok dalamannya isi bidadari dari Solo?

Monitor

Pada kontes yang diikutinya, dibuka kelas yang membuat pesertanya menyuguhkan monitor sebanyak-banyaknya di dalam kendaraan yang dipajang. Kelas itu juga jadi target Ferdian untuk mengoleksi piala sebagai juara. Makanya jangan heran, kalau ada monitor baik di sisi luar maupun dalam Avanza. Di bagian luar adanya pada side skirt kiri maupun kanan dengan monitor 3,5 inci.

Di dalam khususnya bagian dasbor, juga berjajar monitor dengan ukuran yang juga 3,5 inci. “Selain ukuran yang kecil, juga ada monitor dengan ukuran 7 inci dan yang lebih besar lagi. Pokoknya total monitor yang dipasang lebih kurang 70-an unit,” ungkap Ferdian.

Data Modifikasi

Ekterior : Bodykit Custom, Widebody 8 cm, Headlamp Sonar, DRL Custom
Interior : Jok MBtech, plafon MBtech, Dasbor Custom, Akrilik Custom
Kaki-kaki : Pelek Leading Edge R20, Ban Toyo Proxes (235 & 245/30-R20), Sokbreaker Custom, Per Tein
Audio: Headunit Alpine DVA 9861E, Speaker Venom, Subwoofer Venom, Power 4 Channel Venom, Monoblok Venom, Monitor Procoustic

Plus : Dalaman sesuai konsep kendaraan kontes
Minus : Bodi masih kurang sentuhan

 

EDITOR

Bagja

Top