Rabu,30 Nov 2016 12:01 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Toyota Avanza Veloz M/T 2013 Luxury ala ‘Tommy Kaira’

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Arief sadar betul soal dimensi Avanza Veloz dan mobil impiannya yang berbeda jauh. “Keterbatasan ruang, menjadikan ubahan di kabin mengacu pada konsep VIP,” kata Arief.

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Semua perangkat berlabel Venom

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Ubahan yang dilakukan disesuaikan dengan kendaraan yang diinginkan.

  • Foto: Rian/otomotifnet

    Air suspension, dipilih untuk menggantikan bawaan pabrik


Saat ini keinginannya belum terpenuhi, namun tidak membuat Arief putus asa

Jakarta - Ingin punya mobil mewah”. Itu sepenggal lirik lagu berjudul Cuma Khayalan, yang dibawakan penyanyi Oppie Andaresta dan populer di era 1990-an. Lalu apa hubungannya dengan Toyota Avanza Veloz berkelir hitam keluaran 2013 ini? Ternyata eh ternyata, si empunya yang bernama Raditya Arief Wibowo juga ingin punya mobil mewah. “Toyota Alphard Velifire jadi kendaraan incaran saya,” ucap pria yang bekerja di bidang kontruksi ini.

Lebih lanjut dia bilang, tapi saat ini yang ada di rumah baru Avanza Veloz. Sambil menunggu keinginannya suatu saat nanti terwujud, Arief melakukan banyak ubahan di bagian eksterior maupun interior kendaraan bertransmisi manual tersebut. Ini dia yang dilakukannya, sehingga menjadikan Avanza Veloz tampil Luxury. • oct/otomotifnet.com

Interior

Bagian luar boleh jadi mengacu pada tampilan Alphard Vellfire. Tapi hal tersebut ternyata enggak tembus sampai bagian dalam. Arief sadar betul soal dimensi Avanza Veloz dan mobil impiannya yang berbeda jauh. “Keterbatasan ruang, menjadikan ubahan di kabin mengacu pada konsep VIP,” kata Arief. Makanya enggak heran, bila kabinnya berbalut bahan kulit. Juga ada minibar dari akrilik yang diletakkan pada bagian depan dan tengah.

Eksterior

Pada bagian ini, ubahan yang dilakukan disesuaikan dengan kendaraan yang diinginkan. Disesuaikan saja, bukan dimiripkan dengan Alphard Vellfire. “Disesuaikan dengan ubahan ala Tommy Kaira,” papar Arief. Penyesuaian yang dilakukan, meliputi ubahan pada bagian depan. Lalu juga diikuti dengan pemasangan body kit custom berbahan fiberglass. Biar dipandang tampak lebih mewah, head lamp LED pakai model proyektor.

Pemasangan pelek ukuran 18 inci dan dicelup, membuat bagian fender dibuat sedikit lebih mengembung. Sayangnya secara detail Arief enggak bilang soal modifikasinya. “Tetap enak dipakai harian,” jelasnya.

Audio

Semua perangkat berlabel Venom, jadi andalan Arief untuk mengisi bagian audio. “Kecuali head unitnya yang pakai Pioneer AVH5650 dan juga speaker 3-way dari Rockford,” terangnya. Mix and match yang dilakukan pada bagian audio, di antaranya disisi subwoofer Venom Triple Coil 12 inci 2 buah dan juga speaker dari merek yang sama. Prosesor Venom Pandora disandingkan dengan power 4 channel Venom Silver (2x) plus monoblok juga Silver.

Kaki-kaki

Demi mendukung kenyamanan saat dipakai sehari-hari di Solo, Jateng. Sistem suspensi udara alias air suspension, dipilih untuk menggantikan bawaan pabrik. Dengan mengaplikasikan air sus, maka ada ubahan yang dilakukan pada bagian dalam fender. Enggak banyak kok, coakan yang dilakukan asal ban enggak menempel di dinding, saat udara di tabung kompresor air sus dibuang habis. Pemanis kaki-kaki, dipilih pelek ADV dengan diameter 18 inci, dibalut ban Accelera yang memiliki spesifikasi 235/35R18.

Data Modifikasi:

Ban: Accelera 235/35R18
Pelek: ADV 18 inci
Body Kit: Custom
Side Skirt: Custom
Spoiler: Custom
Jok: MBtech
Aksesori: DAD
Air sus: Airmaxx 2ch
Head lamp: LED Proyektor
Head Unit: Pioneer AVH5650
Speaker: Venom
Speaker 3-way: Rockford
Subwoofer: Venom Triple
Power: Venom

Plus: Dalaman disesuaikan dengan dimensinya
Minus: Bodi hitam kurang menunjukkan karakter sesungguhnya

EDITOR

Pilot

Top