Sabtu,24 Okt 2015 13:05 WIB

Penulis: pewete pewete

Modifikasi Toyota Corolla Twincam Liftback 1989, Boosted Corolla!

Foto: KYN

Modifikasi Toyota Corolla Twincam Liftback 1989, Boosted Corolla!



Awalnya main VW, tapi sekarang penasaran main mobil Jepang


Jakarta - Dulu pakai VW Kodok Oval tahun 1954, gue pendekin, mesin pakai karbu 2-barrel. Terus penasaran sama mobil Jepang, akhirnya ngomong ke bokap,” ujar Tirta Wicaksana, sang pemilik Toyota Corolla Twincam Liftback ini.



Mesin jadi injeksi dan ditambah turbo, mantap!


Sayang sang ayah kurang mendukung. “Maklum, bokap itu orang VW lama, jadi agak ‘alergi’ dengan mobil Jepang, hehehe,” kekeh Tirta, panggilannya. Namun tak berapa lama Tirta dapat kabar baik dari saudaranya yang akan menjual Corolla Liftback keluaran 1989. Nah!



Pelek Compomotive TH1 ini masih asli England nih!

Untunglah sang ayah senang dengan model Liftback. “Kebetulan dulunya milik kakek saya, makanya bokap mau beli,” ujar pria 20 tahun ini. Begitu mobil di tangan, langsung saja dirapikan. “Cat ulang beberapa bagian yang sudah jelek,” seru Tirta lagi.



Air purifier sudah jadi barang langka sekarang di keluarga Corolla

Setelah itu ia mengganti bumper depan dengan kepunyaan Corolla Twincam sedan versi lokal, sementara grillnya diganti dengan kepunyaan Corolla Carib 4WD. “Di Australia, Corolla Liftback model bumpernya sama dengan Corolla Twincam sedan lokal,” jelas Tirta.



Interior belum banyak ubahan, baru sebatas setir dan indikator mesin

Setelah itu ia langsung membenahi sektor mesin. Mesin asli 4A-F langsung dipasangi injeksi eks Great Corolla. “Wiring dan ECU pakai punya Greco juga, piggyback pakai Mega Squirt bikinan Nurik,” jelasnya. Belum cukup, Tirta juga memasang turbocharger. Wah!




Sekarang aura rally style sudah kuat, tapi rencana ke depannya mau modif eksteriornyaa lagi berikut cat ulang


“Awalnya gue pasang turbo CT12A bawaan mesin Cressida luar Indonesia. Enggak lama jebol, terus ganti lagi dengan turbo yang sama sampai tiga kali gara-gara kekurangan oli semua, hahaha,” gelaknya. Akhirnya ia ganti dengan turbo KKK14 yang biasa dipakai di mobil Jerman seperti VW atau Audi.

Turbo ini aktif di 3.000 RPM dan tekanannya diset di 0,8 bar yang masih aman untuk harian, intercoolernya pakai yang universal. Lalu piping-nya dibuat custom menggunakan besi padat. “Gue pakai besi padat supaya bisa dicat, kalau stainless steel enggak bisa,” ujar mahasiswa Universitas Atma Jaya ini.

Terakhir ia mengganti pelek dengan Compomotive TH1 ukuran 15x6,5 inci dengan balutan ban Continental ContiPremiumContact 185/55R15. “Masih ori England nih!” bangganya. Kemudian ia juga memasang mud flap custom dari bahan karet polyurethane warna merah yang kemudian ditempel stiker Sparco untuk memperkuat kesan rally style. Mantap! • (otomotifnet.com)

Plus:

- Mesin sudah dipasang turbo dan injeksi, style rally terlihat kuat

Minus:
- Interior belum banyak ubahan


DATA MODIFIKASI:

Injeksi 4AF-E, wiring set dan ECU Greco, piggyback Mega Squirt, turbo KKK14, piping custom, header custom, intercooler universal, blowoff valve Greddy RZ, injektor custom, muffler custom, strutbar universal, pelek Compomotive TH1 15x6,5 inci, ban Continental ContiPremiumContact 185/55R15, mud flap custom, gril Corolla Carib 4WD, emblem Sprinter, bumper Corolla Twincam lokal, setir Sparco suede, Greddy boost meter, air purifier





EDITOR

Otomotifnet

Top