Senin,6 Juni 2016 13:28 WIB

Penulis: otomotifnet

Nissan Laurel C33 1993, Bukan Cinta Biasa

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Bukan Cinta Biasa

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Mesin RB25-DET sudah diremajakan dan ganti turbo. Jangan kecele sama penampilan luarnya yang kalem ya

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Apexi FC Commander, lengkap menampilkan ragam informasi mesin plus bisa fine tune sembari jalan

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Rollbar Cuscon memang khusus Laurel C33, tinggal pasang dan baut tanpa ubah apapun

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Pelek Gram Lights 57c ini dipilih karena enteng dan sesuai tenaga mesin

  • Foto: F Yosi/otomotifnet

    Lampu belakang pakai Kouki, plus body kit custom gabungan dari berbagai merek

Cinta Laurel ini bukan lah artis yang ngetop karena pernah naik ojek sambil becek- becekan. Tapi panggilan kesayangan untuk sedan andalannya

Jakarta - Buat lucu-lucuan saja, biar gampang ingat,” ucap Yuda Resigama, pemilik Nissan Laurel lansiran 1993 ini. Kebetulan, Nissan Cefiro yang jadi andalannya dulu sudah beralih jadi mobil drifting. Makanya, Yuda harus mencari kendaraan lain demi meneruskan obsesinya ngoprek mesin.

Sebagai pemilik bengkel AHT Garage di bilangan Serpong, Tangsel. Tentu Laurel kesayangan tak bisa dibiarkan tampil biasa dong.

Paling awal di balik kap, mesin RB25 standarnya beralih seri jadi RB25-DET. Huruf di belakang menandakan mesin berkapasitas 2.500 cc ini sudah dilengkapi turbo, itupun tak standar lagi. “Masih sama pakai turbo untuk mesin RB25, tapi ganti yang tahunnya lebih muda, milik Nissan R34,” jelas ayah 3 anak ini.

Demi mengatur kinerja mesin,stand alone ECU keluaran Apexi mengganti bawaan standar, plus Yuda memasang Apexi FC Commander yang berfungsi sebagai display informasi performa mesin.

“Enaknya bisa fine tune sambil jalan,” urai pria yang gemar memakai topi ini. Nah, karena Yuda ingin sedan mewah di zamannya ini tak hanya andal untuk harian, namun juga bisa dipakai balap. Makanya transmisi otomatis bawaan beralih manual 5 percepatan milik Skyline R33.

Jeroannya juga sudah berganti pelat kopling OS Giken single clutch dan gardan diisi LSD Tomei 2-way. “Buat kalau lagi iseng mau turun drift,” kekeh warga Tebet, Jaksel ini.

Pehobi otomotif ini pun belum berhenti berkreasi. Ingin bisa turun balap di sirkuit, Cinta Laurel berganti kaki-kaki. Memang, sepintas hanya pelek Rays Engineering Gram Lights 57c berdiameter 17 inci. Tapi pelek ringan ini dipilih karena sesuai spesifikasi mesin.

“Lumayan, di Sentul masih dapat best time 1 menit 55 detik dengan bobot lebih dari 1.400 kg,” ujar Yuda lagi. Kalau sudah begini sih, ngapain juga naik ojek becek-becekan kan, hihihi… • (otomotifnet.com)

 

Data Modifikasi Nissan Laurel C33 1993

Mesin
R33 RB25DET S2, R34 RB25 OE Turbocharger w/ internal wastegate, ACL Race Main Bearings, ACL Race Conrod Bearings, Cometic Headgasket, ARP Headstuds, Custom Front Mount Intercooler, Custom Intercooler piping w/ silicon hose clamps, Turbosmart Recirculating Blow Off Valve, Custom Aluminum 3-ply radiator, Silicon Radiator Hoses, N1 Oil pump, Raw Brokerage oiling circulation improvement kit, Autobahn Oil Cooler & filter relocation kit, Nismo Engine Mounts, Custom Stainless Steel Intake Snout, Custom 3 inch Stainless steel Down pipe, Custom 3 inch full free flow exhaust

Transmisi
R33 RB25DET 5-speed manual transmission, OS Giken single plate clutch, Tomei 2-way LSD w/ 4.1 final, Nismo Transmission Mount

Rem
R33 4 pistons front caliper & discs, R33 2 pistons rear caliper & discs, Project Miu Performance Brake Pads

Suspensi
Circuit sports front strut bar, Circuit sports rear strut bar, Cusco front Sway bar, Cusco Bolt-on 6 point rollcage, Circuit sports front adjustable tension rods, Circuit sports Rear adjustable lower arm, Circuit sports Rear adjustable upper/ camber link, Circuit sports Rear adjustable toe link, Circuit sports rear adjustable tension link, Front Camber Plate, D2racing Circuit Coilovers/ STD Drift Coilovers (Depending on needs), Custom PU bushings, Aluminum Rear Subframe bushings, R33 5x114.3 Hubs, ATTAIN Race Hub Bearings, Nismo Hub bolts

Elektrikal
Apexi Power FC RB25DET (Plug & Play Standalone ECU), Apexi FC Commander handheld (Display Injector Duty, Airflow Voltage, Water Temp, Knock, etc), FC Datalogit module, Turbosmart adjustable electronic boost controller (set for 7 psi, 10 psi, 15 psi), Blitz turbotimer, Pivot Raisin, Custom electric fan override IPF switch, Permacool electric fan, Sgear Boost Gauge, Sgear Intake Air Temp Gauge, Sgear EGT gauge, Sgear Oil Pressure Gauge, Sgear Oil Temperature Gauge, Delcor Drycell Battery 75amp (Trunk placement), OJOP Quick Release Battery Clamp

Audio
Pioneer single DIN head unit, Sony Speakers

Interior
Fully functional Air Conditining System, Fully functional Power Steering System (with adjustable force), Fully functional power window & central lock, Mbtech upholsteries, Nardi 350 mm deep cone steering wheel, Nismo Shift knob, Circuit Sports E-brake knob

Eksterior & Bodi
Restored paintjob, New OEM chrome window liners, Kouki C33 tail lamps, Custom Overfenders, Okuto Corporation front lip, Dmax Side skirts, Custom Rear Valence

Roda
Rays Engineeing Gram Lights 57c 17x9,5 inci (Depan), Gram Lights 57c 19x9,5 inci (Belakang), GT Radial SX2 Champiro 245/40R17

Plus:
- Tampilan sederhana, tapi tenaga besar
Minus:
- Interior bisa dibuat lebih senada

EDITOR

Bagja

Sabtu,1 Okt 2016 18:45 WIB

KUN Manado 2016

Jumat,23 Sept 2016 10:30 WIB

Toyota Sienta - Test Drive Review

Top