Jumat,26 Feb 2016 09:02 WIB

Penulis: Otomotifnet

Nissan X-Trail 2.0 2010, Paling Ceper?

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Bisa dibilang ini X-Trail pertama yang pakai air suspension loh!

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Paling Ceper?

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Webasto Holandia ragtop custom canvas

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Pelek forged HRE memberi kesan mewah

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Custom tail pipe chameleon

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Jok Mercy C-Class W203

  • Foto: KYN/otomotifnet

    Interior kelihatan mewah berkat lapisan MBtech warna mocca

Kalau disejajarkan dengan Grand Livina, masih lebih tinggi Livina sekitar 15 cm

Jakarta - Nissan X-Trail milik Audi Daniel Wajong ini sudah lama jadi selebritis di berbagai media sosial. Namun karena kesibukan Audi membuka usaha bengkel cuci mobil di kawasan Bintaro, SUV ini sempat menghilang dari peredaran. Baru-baru ini, X-Trail berkelir biru metalik ini kembali nongol dengan beberapa modifikasi baru. “Mobil gue ini sekitar setahunan lebih, mondar-mandir bengkel mulu, hahaha,” gelak Audi. “Gue pasang air suspension, ragtop, audio baru, sama pasang turbo. Makanya lama hehehe,” kekehnya.

Awalnya dulu berwarna silver, lalu catnya diganti jadi mauritius blue. “Terakhir gue ganti Estoril Blau Spies Hecker dengan pernis DeBeer, ini warnanya BMW M5 F10,” ucap pria bertubuh besar ini. Berbarengan dengan pengecatan terakhir, sepatbor depan di radius sekitar 2 cm dan sepatbor belakang 4 cm. “Lis plastiknya gue lepas juga karena mentok sama pelek,” ucap Audi. Di bumper depan juga dipasang add-on dan lips dari bahan pelat.

“Supaya kalau mentok enggak pecah kaya fiberglass,” bisiknya. Oh iya, atap juga dibolongi karena Audi memasang ragtop Webasto. “Aslinya bahan canvas warna hitam, terus gue ganti canvas sambrela warna saddle biar lebih kontras,” jelas ayah dua anak ini. Karena sudah lelah dengan suspensi statis, maka Audi memasang air suspension Universal Air 4 channel elektrik. “Air sus elektrik ini keuntungannya pengisian udara lebih cepat, naik turunnya juga lebih cepat,” bilang Audi lagi. Cussss…

Kepalang tanggung, Audi juga melakukan modifikasi di mesinnya. “Gue pasang turbo Garret GT28 berikut piping custom dan open air filter K&N Apollo, untuk komputernya pakai Dastek Unichip Q+,” cetus pemilik Cleaners Autospa di kawasan Jombang, Bintaro, ini. Kurang apalagi? • (otomotifnet.com)

Data Modifikasi

Mesin
Turbo Garret GT28, Blow off HKS, intercooler
Apex-I, Custom piping all stainless, ECU
Dastek Unichip Q+, Custom kopling, Muffler
Borla, Custom resonator, Custom tail pipe
chameleon

Eksterior
Cat Estoril Blau 2 Spies Hecker, pernis deBeer,
Custom add on lips, ducktail & side skirt,
Radius fender 2 jari wide body natural 2 cm
depan, belakang 4 cm, Head lamp X-Trail tipe
2.5 XT, Cat panel chrome ke hitam chrome,
Webasto Holandia ragtop custom canvas
pakai bahan kanvas CJ

Interior
Jok Mercy C-Class W203, Retrim jok tengah,
Retrim dasbor, door trim MBtech Carera,
Retrim pilar dan plafon bahan OEM BMW X5,
Setir Nissan Grand Livina, Bubble crystal shift
knob, Pedal set sparco

kaki-kaki
Suspensi Universal Air air suspension 4 titik
elektrik, Custom camber kit, pelek HRE 543R
20x9+10,5 inci PCD 5x120, ban Accelera Phi
225/30R20, Pirelli Cinturatto 245/35R20, naik
dek depan belakang, Jembatan c notch chassis
belakang

Audio
Head unit Sony 7 series, Speaker depan
Vifa Logic split, speaker tengah JBL coaxial,
speaker belakang Cliff Design coaxial 3-way,
power Pro Kick 4000 watt, power monoblock
Cliff Design 2000 watt, Subwoofer Cliff Design
showcase 12 inci double coil

Plus:
- Bisa mereduksi ketinggian SUV jadi setinggi sedan dan MPV

Minus:
- Beberapa detail aksesori sudah harus diperbaiki

EDITOR

Bagja

Jumat,23 Sept 2016 10:30 WIB

Toyota Sienta - Test Drive Review

Senin,19 Sept 2016 15:15 WIB

All New Honda BeAT ESP 2016 - Test Ride

Jumat,9 Sept 2016 13:30 WIB

KUN Bali & Banyuwangi 2016

Top