Selasa,29 Maret 2016 16:30 WIB

Penulis: Bagja

INAPA 2016

Diantara Dominasi Asing, Ada Tempat untuk Mobil Nasional di INAPA

Foto: Bagja

Komodo, mobil nasional ditengah dominasi asing di INAPA 2016

Jakarta - Pameran industri pendukung otomotif INAPA 2016 yang sudah dibuka secara resmi hari ini (29/3) memang berskala internasional, terlihat dari para peserta yang turut serta. China menjadi salah satu negara terbanyak dan mendominasi.

Namun menariknya, dari 1.100 perusahaan yang mewakili 25 negara yang didominasi China, tetap ada tempat untuk produsen lokal unjuk produk. Salah satunya FIN Komodo. Pabrikan mobil nasional yang tergabung dalam Asosiasi Industri Otomotif Nusantara (Asia Nusa) masih tetap eksis sampai sekarang.

Dewa Yuniardi, Marketing Fin Komodo Teknologi sekaligus mewakili Asia Nusa berkomentar. Sekarang ini, kata Dewa, tak hanya di INAPA saja produsen mobil nasional kerap berada di tengah dominasi asing. Pada dunia nyata pun, industri mobil nasional masih di dominasi asing tanpa bisa berbuat banyak.

"Tapi kita akan terus berkembang, tak sekedar hanya bertahan. Meski semakin banyak pihak lain yang mengklaim mobil nasional, kita senang dan tidak masalah. Karena kami (Asia Nusa), punya definisi sendiri soal mobil nasional," komentar Dewa.

Komodo
Komodo di INAPA 2016

Dirinya melanjutkan, "Kami sampai saat ini sudah masuk tahap pengembangan ke empat dari pertama kali dulu Komodo diperkenalkan. Waktu itu mesinnya saja masih 2 tak, dan sekarang sudah jauh lebih canggih dan efisien," ujar Dewa.

Dari yang tadinya hanya mobil offroad ringan bermesin 2 tak 1 silinder berkapasitas 150cc, berubah menjadi 4 tak berkapasitas 250cc. Sudah begitu, transmisi pun sudah otomatis. OTOMOTIFNET yang sempat menjajal langsung Komodo di sirkuit offroad buatan di Cimahi, kala itu kisaran tahun 2011, merasakan sensasi yang berbeda pada mobil ini, utamanya soal empat suspensi independen yang terpasang. 

Komodo
OTOMOTIFNET saat menjajal langsung Komodo di Cimahi (2011)

Suspensi racikan Ibnu Susilo sang pendiri FIN Komodo, yang juga sempat berkarir di IPTN Bandung ini begitu lembut mengayun seolah melintas di air, mengikuti bagaimanapun kondisi permukaan jalan tanpa gejala limbung sama sekali.

Dan kini Komodo tak berhenti begitu-begitu saja karena pengembangan terus dilakukan, utamanya dalam hal fungsinya. Berbagai tipe pun dibuat untuk menunjang berbagai kebutuhan, dari sosial sampai wisata.

"Saat ini Komodo sudah punya varian Pemadam (Fire Fighter), ambulan (Medivac), sampai kendaraan jelajah ringan militer yang paling tinggi spek-nya. Bodinya pakai plat baja, kalau yang lain kan fiber," beber Dewa.

Komodo
Tadinya di dasbor masih serba analog, kini sudah digital

"Tempat wisata juga banyak, biasanya disewakan. Pokoknya mobil ini memang untuk semua medan, kecuali jalan raya. Tapi kan kami sebenarnya 'no road no problem'. Cocok untuk Indonesia yang luas dan banyak pelosok," tambah Dewa. 

Ya, selalu ada ruang untuk tampil. Banyak yang bilang kita masih bermimpi untuk punya industri mobil nasional. Namun, benih-benih kecil seperti Komodo ini nyatanya terus mengalir--dan akan terus mencari celah untuk tampil dan menjadi besar.

Spesifikasi Teknis Komodo:

Mesin                                         : 4 stroke 250cc 1 silinder
Tenaga                                       : 14 dk
Torsi                                           : 17,6 Nm
Sistem pendingin mesin               : cairan
Kapasitas tangki BBM                 : 20 liter
Starter                                        : elektrik
Transmisi                                    : otomatis CVT
Sistem penggerak                        : Roda belakang dengan sproket
Rangka                                       : Tubular
Steering System                          : Rack & Pinion
Suspensi depan                           : fully independent double wishbone dengan per keong
Suspensi belakang                       : fully independent double wishbone dengan per keong
Sistem pengereman                     : Cakram hidrolik

EDITOR

Bagja

Top