Rabu,9 Maret 2016 13:15 WIB

Penulis: Bagja

Honda Tak Pernah Lupakan Mobil Sport "Harian"

Foto: Bagja

Honda CR-Z facelift resmi diluncurkan

Jakarta - Honda memang unik, dibalik semua model mobil-mobilnya, terdapat DNA sport yang menjadi akar karakter dari pabrikan Jepang berlogo H ini. Kadang nuansanya banyak, kadang hanya sedikit saja. Penerapannya pun bisa dimana saja, entah sekedar tampang, maupun sampai beneran sport sampai ke teknologi dan mesin.

Kenapa karakter sport yang dipilih? Karena ini pun berdasarkan filosofi Honda. Jadi begini, mungkin hampir semua sepakat, mobil sport adalah mobil paling enak untuk dikemudikan. Hampir selalu menyenangkan. Ya, "kesenangan berkendara" atau bahasa gaulnya Fun to Drive. 

Namun, sudah urusan para insinyur Honda untuk membuat sebuah mobil berkarakter sport, yang fun to drive, tapi tetap menawarkan kenyamanan--sialnya, juga menjadi ciri khas Honda dalam menawarkan mobil. 

Pusing bagaimana cara mengemasnya? Sepertinya tidak. Karena Honda sebenarnya lumayan berhasil menerjemahkan DNA dan filosofonya dalam wujud mobil sport yang bisa dipakai harian. 

Jauh lebih rumit. Selain harus nyaman, namanya juga mobil dipakai tiap hari tentu konsumsi bahan bakar harus irit, ramah lingkungan karena polusi di kota besar sudah kotor. Semua itu, ditambah asupan teknologi tertentu, maka jadilah Honda CR-Z.

Mobil bergaya ala sport, apalagi tampilannya mungkin tak perlu diragukan nuansa sport-nya. Sudah begitu hadir dengan konfigurasi dua pintu dan dua tempat duduk. Lalu dipakailah teknologi IMA (Integrated Motor Assist) yang tugasnya sebenarnya lebih mirip turbo, tapi ini versi elektrik.

Ya, ada motor listrik pada CR-Z, selain mesin bensin berkapasitas 1.5 liter i-VTEC yang terdapat dibalik kap mesinnya. Motor listrik tersebut punya tugas khusus yakni menjadi suplemen tenaga tambahan ketika dibutuhkan.

Jadi Honda memilih cara yang rumit untuk memanjakan para pengguna CR-Z. Bisa tetap merasakan sensasi performa mobil sport meskipun mesinnya hanya 1,5 liter, tapi tetap irit BBM layaknya mobil dengan mesin yang sama. Juga tentunya, ramah lingkungan.

Tapi sayang, harga yang ditawarkan masih tergolong mahal untuk kebanyakan pecinta mobil sport di Indonesia. Banderol Rp 535 juta tentu tidak sedikit. Padahal, CR-Z benar-benar jadi mobil sport harian yang sangat asik dikendarai sehari-hari.

Itu bicara mobil sport yang dari tampangnya saja sudah sport. Kalau mau lebih elegan, lebih kalem, lebih nyaman bahkan, tapi tetap merasakan sensasi mengemudi mobil sport? Tunggu sebentar lagi kehadiran Honda Civic 1.5 turbo!

Honda Civic 1.5 liter Turbo
Honda Civic 1.5 liter Turbo sebentar lagi hadir di Indonesia

Sedan legendaris di Indonesia ini juga bakal disuguhkan dengan cara yang unik. Bahkan jauh melebihi evolusi Civic selama ini. Karena model terbarunya nanti tak hanya menawarkan sebuah sedan yang berkarakter sport, tapi juga banyak menawarkan hal baru yang belum pernah ada pada generasi Civic sebelumnya.

Mesinnya tiba-tiba dipangkas jadi hanya 1.5 liter saja. Tapi menariknya Honda menyematkan turbo pada mesinnya. Sehingga urusan performa, tak akan beda malah jauh melebihi Civic 1.8 liter yang selama ini beredar.

Kejayaan Honda Civic di Tanah Air bisa jadi bakal kembali terangkat dengan hadirnya Honda Civic 1.5 turbo, apalagi kalau harga yang ditawarkan 'bersahabat'. 

Selain itu, pamor mobil sedan secara keseluruhan juga bisa kembali terangkat. Bayangkan saja, dibalik kelesuan minat masyarakat pada sebuah sedan, Honda coba memberikan penawaran unik, mesin kecil dengan turbo.

Sekali lagi, tak beda dengan CR-Z, hadirnya Civic turbo membuat kita bisa melihat arah masa depan Honda di Indonesia. Ada niatan untuk semakin melebarkan segmen mobil sport, dengan menawarkan lebih banyak model yang bernuansa sport, CR-Z dan Civic contohnya.

"Kami tidak pernah melupakan mobil sport yang bisa dipakai harian, menyenangkan dipakai pengguna. Kami akan terus melebarkan segmen sport di Indonesia dengan lebih banyak menawarkan mobil yang kental karakter sport," kata Tomoki Uchida, orang nomor satu di Honda Indonesia.

EDITOR

Bagja

Top