Jumat,15 Jan 2016 08:45 WIB

Penulis: parwata

Indikasi Rack Steer Rusak Makin Canggih, Makin Rentan!

  • Foto: KIPLI/otomotifnet

    Rack steer konvensional lebih awet

  • Foto: KIPLI/otomotifnet

    EPS canggih, namun lebih rentan ketimbang konvensional

  • Foto: KIPLI/otomotifnet

    EPS menggunakan motor untuk menggerakkan sistem mekanisnya

  • Foto: KIPLI/otomotifnet

    Penyakit rack steer konvensional biasanya hanya bocor seal

  • Foto: KIPLI/otomotifnet

    Ogah beli baru, silahkan beli copotan dengan harga sepertiganya. Tetap jangan lupa untuk lebih teliti

Jakarta - Jalanan berlubang adalah musuh utama kaki-kaki kendaraan, terlebih lagi di musim hujan seperti sekarang, dimana banyak lubang tertutup genangan air. Nah jika sering diterabas, imbasnya bukan hanya pada bagian suspensi yang bisa rusak, namun juga rack steer yang notabene lebih jarang rusak dibanding suspensi. Parts yang menghubungkan lingkar kemudi menuju bagian kaki-kaki ini merupakan salah satu bagian penting dari fitur power steering. Jika sudah rusak, tentu akan menghambat kinerja power steering itu sendiri.

“Cara paling mudah adalah membelokkan setir sampai ¾ mentok dan pegang batang rack steer, sambil meminta tolong seseorang untuk menggoyangkan setir. Jika batang rack steer terasa getar dan oblak, dapat dipastikan part tersebut sudah harus diganti,” ujar Herry Liu, pemilik bengkel Bandar Per di bilangan Cikokol, Tangerang. Pria berambut klimis ini juga menambahkan indikasi kerusakan lain dapat diketahui saat melakukan wheel alignment pada kendaraan.

Biasanya mobil akan tetap terasa ‘lari’ ke kanan atau kiri, meski setelah melewati proses ini. Selain itu, pola mengemudi pun merupakan salah satu faktor berkurangnya usia pakai rack steer sendiri. “Seringkali pengemudi tidak sadar bahwa membelokkan radius setir hingga mentok secara keras dapat merusak rack steer,” terang Edi Sutasno, Instruktur Mekanik Honda Kebon Jeruk, Jakbar. Pria asal Cilacap tersebut juga bilang bahwa presentase masa pakai rack steer konvensional lebih awet dibanding yang sudah dilengkapi fitur EPS atau Electric Power Steering.

Pasalnya rack steer konvensional tidak membutuhkan motor serta sensor untuk pengoperasian mekanisnya. “Jika rusak pun, yang konvensional paling hanya bocor pada seal dan akan rembes oli. Beda dengan yang sudah dilengkapi fitur EPS, rentan sekali rusak misal terendam air seperti banjir,” ujar ayah 2 orang anak ini. Edi bilang, jika sudah rusak, rack steer harusdiganti satu set. Misal untuk Honda Jazz GE8, harga rack steer-nya sekitar Rp 13,8 juta. “Untuk Honda Jazz GK5 malah lebih murah, harganya Rp 10,8 juta dan sudah termasuk motor EPS-nya, karena jadi satu dengan rack steer di bawah.

Beda sama GE8 yang punya motor terpisah,” terang pria 30 tahun ini. Jika terlalu mahal, ada juga solusi rack steer copotan seperti yang dijual di junk yard milik Yusuf Ghazali di bilangan Parung, Bogor.
“Sebelum kita jual, pastikan dulu masih berfungsi dengan normal meskipun barang seken. Untuk Jazz GK5 kita jual Rp 4,3 juta termasuk motornya,” terang pria dengan sapaan akrab Jali ini. • (otomotifnet.com)



- EPS canggih, namun lebih rentan ketimbang konvensional
- EPS menggunakan motor untuk menggerakkan sistem mekanisnya
- Penyakit rack steer konvensional biasanya hanya bocor seal
- Ogah beli baru, silahkan beli copotan dengan harga sepertiganya. Tetap jangan lupa untuk lebih teliti

EDITOR

Bagja

Top