Selasa,8 Des 2015 16:00 WIB

Penulis: bagja

Mitsubishi Mirage Facelift Makin Mudah Disupirin Pemula

Foto: Paultan

Mitsubishi Mirage facelift Thailand

Jakarta - Kondisi lalu lintas di Jakarta membuat banyak orang mau tidak mau memutuskan untuk menggunakan mobil pribadi dibanding berjibaku dengan angkutan umum. Tak jarang yang baru bisa atau bahkan yang belum bisa nyetir 'nekat' membawa mobil.

Biasanya citycar dengan transmisi otomatis yang dipilih. Selain bodinya kecil, juga tak perlu repot injak kopling saat macet. Namun bukan berarti tidak ada bahaya lho, khususnya untuk para pemula.

Orang yang tidak biasa dengan mobil transmisi otomatis, apalagi dirinya pemula yang baru bisa nyetir mobil, biasanya kakinya masih harus beradaptasi dari tiga pedal ke dua pedal. Salah-salah injak pedal, bisa fatal. Mobil tiba-tiba nyelonong ke depan, atau meluncur mundur saat berhenti di tanjakan.

Karenanya, sebuah citycar yang ideal tak hanya bisa menawarkan bodi kompak, bensin irit dan juga transmisi otomatis untuk kemudahan disupirin, tapi juga harus bisa 'menjaga' para pengemudi pemula yang baru beradaptasi dengan mobil transmisi otomatis. Beban berat untuk citycar karena biasanya jenis ini paling banyak digunakan pemula.

Berharap pada Mitsubishi Indonesia

Mitsubishi Motors seolah peka dengan kondisi tersebut. Karenanya, Mitsubishi Mirage facelift untuk ASEAN yang sudah dihadirkan di Thailand, bisa menjadi solusi dan pilihan menarik para pemula yang baru ingin punya mobil untuk mobilitas keseharian. Kenapa?

Karena setidaknya, kini Mitsubishi Mirage facelift sudah dilengkapi dengan tiga fitur canggih yang membuat mobil ini semakin mudah disupirin pemula. Ketiga fitur tersebut secara umum membantu supir agar kondisi tak terduga yang bikin panik tidak sampai jadi malapetaka.

Pertama fitur Radar Sensing Misacceleration Mitigation System-Forward. Fitur yang mirip dengan yang terdapat pada All New Pajero Sport, yakni  Ultrasonic Mis-acceleration Mitigation. Berfungsi untuk mencegah All New Pajero Sport 'melesat' secara tiba-tiba karena kesalahan pengemudi menginjak pedal (biasanya terjadi pada transmisi otomatis).

Fitur Mitsubishi Mirage
ilustrasi fitur Radar Sensing Misacceleration Mitigation System-Forward

Fitur inilah yang bertugas mendeteksi objek di depan dan pedal-pedal pada mobil, sehingga bila dianggap ada potensi bahaya saat pedal gas dinjak tiba-tiba, maka mesin tidak akan merespon.

Kedua, ada fitur Autonomous braking technology. Memungkinkan mobil melakukan pengereman darurat secara otomatis kalau ada objek yang dianggap membahayakan. Kalau sebelumnya mesin tak akan merespon agar mobil tidak tiba-tiba nyelonong, maka kali ini sistem pengereman yang direspon untuk mengendalikan laju mobil.

Autonomous braking technology
ilustrasi fitur Autonomous braking technology

Ketiga Hill Start Assist. Sebuah fitur yang sebenarnya sudah lama dan banyak diterapkan pada mobil-mobil baru, kebanyakan SUV dan masih jarang untuk citycar. Asiknya, dengan fitur ini tak perlu khawatir saat berhenti di tanjakan.

Mobil tidak akan meluncur ke bawah meski injakan kaki berpindah dari pedal rem ke pedal gas. Ada jeda sekitar beberapa detik yang memungkinkan rem tetap aktif meski pedal rem sudah diangkat.

Nah, ketiga fitur canggih tersebut sudah tentu menjanjikan Mitsubishi Mirage semakin mudah dan aman disupirin pemula. Hanya menyisa satu permasalahan lagi nih. 

Maukah PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai pemegang merek di Mitsubishi di Tanah Air mau menghadirkan Mirage facelift lengkap dengan ketiga fitur tersebut. Bagaimana? (Bagja)

EDITOR

Bagja

Top