Rabu,6 Jan 2016 15:00 WIB

Penulis: bagja

Peluang Trio Low MPV 2016: Honda Mobilio Jangan 'Nanggung' Kalau Mau Moncer

Foto: Honda

Honda Mobilio

Jakarta - Honda Mobilio sudah berhasil membuktikan dirinya tidak hanya diselamatkan merek Honda. Low MPV andalan Honda Prospect Motor ini masih cukup bicara banyak. Namun, penyegaran tetap perlu kalau mau tetap berkibar sepanjang tahun ini.

Poinnya, seperti kebiasaan Honda di Indonesia, jangan nanggung dalam menyuguhkan ubahan maupun fitur-fitur pada Honda Mobilio. Sebab, angka penjualan mencapai 41 ribu unit sepanjang tahun ini belum menjamin apapun, Honda Mobilio masih rentan untuk ditinggalkan konsumen.

Apalagi Jonfis Fandy, Direktur Marketing dan Aftersales Service Honda Prospect Motor sendiri mengungkapkan, kalau tahun 2016 ini bakal terjadi penurunan segmen low MPV sebesar sekitar 5 persen. "Itu kalau kondisi perekonomian tidak berubah. Namun kalau lebih baik, kondisinya juga pasti berubah," ujarnya.

Honda sendiri saja masih 'harap-harap cemas' kalau segmen low MPV bakal mengalami sedikit penurunan. Karenanya, tawaran yang segar-segar sudah merupakan kesegeraan yang harus disiapkan Honda. 

Minimal, Honda bisa mulai menghilangkan kesan Honda Brio pada sosok Honda Mobilio. Jangan sampai lagi ada komentar; "Kok interiornya Mobilio mirip banget ya sama Brio," yang muncul karena konsumen merasa ada yang tanggung dari pengembangan Honda Mobilio.

Hanya unsur kebaruan saja, dimana saat Mobilio diluncurkan masyarakat seolah diberikan penawar kebosanan akan model-model low MPV yang sudah lama eksis semisal Avanza-Xenia (saat itu belum model baru). 

Namun tahun ini, jangan lagi Honda berharap masyarakat masih bisa diajak kompromi, karena usungan fitur-fitur yang disuguhkan Mobilio saat ini sudah mulai terasa usang dan ketinggalan dengan para pesaingnya.

Mungkin langkah pada pengembangan Honda BR-V bisa sedikit ditiru. Paham kalau masyarakat bakal tau kalau sebenarnya Honda BR-V hanya pengembangan lebih lanjut dari Honda Mobilio--istilahnya, BR-V cuma Mobilio yang dibuat tinggi. Tapi sejumlah ubahan yang ditawarkan terasa bedanya.

Tampilan luar, jeroan kabin sampai desain dan tata letak dasbor sudah menghilangkan kesan Honda Mobilio di kabin Honda BR-V. Belum lagi usungan fitur-fitur barunya.

Sekali lagi, jangan nanggung. Honda harus mengembalikan citra yang selama ini mulai menghilang; "Honda selalu menyuguhkan produk diatas ekspektasi masyarakat". Tak apa harga jadi sedikit lebih mahal, tapi terasa ekslusif.

EDITOR

Bagja

Top