Jumat,19 Feb 2016 12:00 WIB

Penulis: Bagja

Psywar Daihatsu Terhadap Honda

Foto: ilustrasi

Terios vs BR-V

Jakarta - Kemarin (18/2) disela peluncuran Daihatsu Terios Custom di Sunter, Jakarta, ada momen menarik yang sepertinya jarang terjadi disesi konferensi pers. Astra Daihatsu Motor (ADM) dengan terang-terangan memuji strategi Honda di pasar mobil Tanah Air.

"Honda itu briliant. Mengeluarkan produk baru yang lebih dari yang lain," kata Direktur Marketing ADM, Amelia Tjandra mengomentari kehadiran Honda BR-V yang merupakan pesaing langsung dari Daihatsu Terios.

Sementara Honda mengambil langkah dengan menghadirkan produk yang benar-benar baru, ADM merasa cukup percaya diri dengan hanya mengandalkan 'permakan' resmi pabrikan pada Terios untuk menghadapi Honda BR-V.

Melihat hasil penjualan keduanya pada Januari 2016 yang sangat berbeda jauh (Terios sekitar 1.200 unit, Honda BR-V lebih dari 6.000 unit) pun, ADM masih menurut Amelia sama sekali tidak khawatir. 

"Kita lihat minimal tiga bulan kedepan. Namanya produk baru pasti laris, pasti banyak yang beli. Begitu juga dengan Terios saat pertama kali hadir. Tapi sampai sekarang kami masih bisa jual diatas 1.000 unit itu sangat bagus. Malah saat masa jayanya bisa sampai 1.500 unit," beber Amelia.

Daihatsu juga merasa nyaman meski kondisi ekonomi saat ini belum juga merangsang konsumen untuk banyak-banyak membeli mobil, sebab dikatakan Amelia, stok mobil-mobil Daihatsu di lapangan sangat-sangat sehat.

"Coba kita bandingkan. Jualan ritel Daihatsu pada Januari sekitar 14.505 unit atau 17.5 persen. Sedangkan Honda ritelnya 13.288 unit atau 17.1 persen. Jadi kami tetap nomor dua secara penjualan riil ke konsumen (ritel)," tambah Amelia.

Sementara wholesales, Daihatsu diakui Amelia memang sangat jauh dengan Honda yang melepas mobil sebanyak 19.431 unit, sementara Daihatsu wholesales hanya 13.184 unit. "Dengan produksi yang lebih sedikit, ini menunjukkan kalau stok kita dilapangan sangat-sangat sehat," yakin Amelia.

Karenanya, sebenarnya ADM tidak terlalu mempusingkan soal peringkat dan peringkat, siapa pabrikan yang paling banyak jualan dan lai9n sebagainya. Menghadapi persaingan pasar ditengah kondisi ekonomi yang belum ramah, ADM hanya berusaha untuk fokus mempertahankan pangsa pasar minimal 15 persen.

"Produk baru itu biar bagaimanapun penting, meski tidak seratus persen menentukan volume penjualan. Kita tau diri lah. Enggak ada produk baru, mau gimana lagi strateginya? Jadi ya kami realistis saja untuk saat ini. Tapi perang belum berakhir..," tutup Amelia seolah menyiratkan pesan tertentu.

EDITOR

Bagja

Top