Jumat,15 Jan 2016 12:30 WIB

Penulis: bagja

"Semoga Sirion Sport Bisa Ngebut Bareng Kompetitor"

Foto: Bagja

Sirion Sport

Jakarta - Meski katanya ini ulangan strategi tahun lalu, tetap banyak yang tidak menyangka kalau Astra Daihatsu Motor (ADM) malah menghadirkan Sirion Sport sebagai model pembuka tahun. Sementara beberapa pabrikan mulai sibuk dengan mobil keluarga berjenis MPV dan SUV. 

Langsung dong terlintas tanya, kenapa ya Daihatsu malah andalkan Sirion Sport? Mungkin memang sudah punya strategi sendiri yang beda sendiri, atau memang merasa percaya diri sehingga enggan mengikuti atau membaca tren di awal tahun ini?

"Ya tiap pabrikan memang punya strategi sendiri. Kenapa Sirion Sport duluan? Karena kita ingin menunjukkan mobil kompak Daihatsu tidak hanya MPV atau SUV saja," jawab Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra.

Mau ngebut di awal tahun dengan kesegaran versi sport? Memangnya seberapa menarik pasar citycar sekelas Sirion sepanjang tahun 2016 ini sehingga Daihatsu sampai harus mendahulukannya di awal tahun ini.

"Ini sudah strategi kami. Jadi bukan mana duluan mana, tapi kalau diperhatikan tahun lalu, Sirion (facelift) memang pertama kami hadirkan, sehingga saat ini jadi yang paling lama, tentu harus kami segarkan duluan dong," tambah Amelia.

Memang, tambah Amel, dirinya mengakui pasar citycar tidak besar. Karenanya, Sirion juga tidak diharapkan sebagai volume maker. Tapi ya itu tadi, dikatakan Amel, Daihatsu ingin menunjukkan kalau mobil kompaknya tak hanya MPV dan SUV, citycar juga seperti Sirion, perlu dapat perhatian.

Sirion Sport
Sirion Sport

Sepanjang tahun 2015 lalu, dari Januari sampai November, berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan citycar memang kalah jauh dari LCGC. 

Honda Brio misalnya, untuk yang versi sport 1.3 liter bahkan tidak dijual sama sekali sepanjang tahun lalu. Tapi masih bisa mengandalkan Honda Brio versi 1.2 AT sebanyak 10.362. Sementara Toyota Etios terjual sebanyak 5.137 unit. Mitsubishi Mirage 6.164 unit. Suzuki Splash 1.763 unit. Nissan March 4.038 unit. Juga Hyundai i10 sebanyak 403 unit.

Ada beberapa produk baru seperti Suzuki Celerio, tapi tetap tak bicara banyak meski menawarkan transmisi canggih CVT, hanya terjual 504 unit dimulai Mei 2015. Masih beruntung KIA Picanto yang juga hadir versi barunya tahun lalu, terjual sebanyak 1.427 unit. Sedang Daihatsu Sirion facelift terjual sebanyak 3.678 unit. 

Setidaknya langkah Daihatsu tersebut seperti ditegaskan Amelia, bukan karena Daihatsu tidak punya produk baru, atau sekedar menyuguhkan versi segar diawal tahun. Meski hanya menambahkan beberapa aksesori--otomatis menaikkan harga jualnya sampai Rp 8,5 juta, ya cukup lumayan untuk menawarkan kesegaran awal tahun.

Berkaca dari tahun lalu dan melihat potensinya tahun ini, sebuah kesegaran baru pada Sirion berlabel Sport ini apakah cukup ngebut nantinya untuk melawan para kompetitor? Karena kedepannya tak hanya Sirion yang disegarkan. Beberapa pabrikan pun kabarnya berencana untuk menghadirkan citycar yang segar-segar tahun ini.

Mitsubishi Mirage misalnya, dirumorkan bakal hadir versi facelift yang punya ubahan lebih segar. Juga Toyota Etios bisa dibuat lebih ngebut lagi kalau dihadirkan versi transmisi otomatisnya. 

Begitu juga Nissan March, yang lebih baik fokus pada penyegarannya dibanding terus berkutat pada pencitraan Fashion Show, tanpa bisa menunjukkan seberapa banyak pembeli wanita atau anak-anak gaul melek fashion yang fashionable menjadikan citycar Nissan untuk mendongkrak tampilan gaulnya.

Prediksi otomotifnet sih, dari segi tampang bisa saja Sirion Sport unjuk aksi tahun ini--setidaknya sebagai kuda hitam, tapi tidak dengan fitur-fiturnya. Interior saja masih tetap dibiarkan seperti tahun lalu, meski kini banderol harganya paling mahal mencapai Rp 179,325 jutaan. 

Seberapa bagus audionya? Seperapa lengkap MID-nya? Atau silakan sebutkan fitur-fitur apalagi yang ada pada citycar yang menjadi kompetitor Sirion. Jujur saja, Sirion Sport masih sedikit sulit bersaing untuk ngebut.

Tapi kalau sekedar main aman, yang penting ada yang baru, dan kalau konsumen mencari citycar bermerek Daihatsu, ada Sirion, maka langkah Daihatsu cukup aman. Penjualan sebanyak tiga ribuan unit sepanjang tahun lalu bisa saja dilewati. 

Seperti kata Amelia juga, "Daihatsu tidak berharap banyak tahun 2016 ini. Cukup mempertahankan prestasi tahun lalu saja. Kami tidak muluk-muluk," katanya. Ya, tidak muluk-muluk, apalagi sampai kebut-kebutan bareng kompetitor. 

Tapi tetap saja, Daihatsu cukup jeli melihat tren modifikasi resmi pabrikan lumayan diminati masyarakat. Sehingga diharapkan Sirion Sport bisa bicara banyak. Tambah sporty dengan aksesori resmi, tapi tak kemahalan karena hanya selisi Rp 8,5 juta saja dari versi standar. Lumayan..

EDITOR

Bagja

Top