Jumat,5 Feb 2016 14:15 WIB

Penulis: Bagja

Tak Usah Muluk-muluk, Seperti ini Saja Spesifikasi Pertamina Dex-Lite

Foto: Dok. OTOMOTIFNET.COM

Spesifikasi solar berkualitas Pertamina

Jakarta - Pekerjaan rumah Pertamina persero kalau memang benar mau menghadirkan satu varian baru bahan bakar diesel Pertamina Dex-Lite, adalah seberapa bagus kualitasnya. Minimal, kalau meski tidak akan menyamai Pertamina Dex, tapi harus jauh lebih berkualitas dari solar subsidi.

Saat ini, spesifikasi solar subisidi sendiri masih jauh dari yang dibutuhkan mobil-mobil diesel modern. Hampir semua mobil diesel modern yang beredar sudah mengaplikasi sistem pasokan bahan bakar common rail.

Dibutuhkan bahan bakar yang kandungan sulfurnya rendah, sebagai antisipasi sistem common rail yang lebih presisi. “Sistem ini punya pola spray halus yang dihasilkan dari tekanan bahan bakar tinggi dan saluran bahan bakar yang halus.

Bayangkan dengan saluran yang kecil dan tekanan bahan bakar tinggi, endapan sedikit saja bisa menyumbat saluran dan bikin performa turun. Kalau sampai ada endapan di dalam saluran common rail, terutama di injektor yang punya lubang sangat halus, pasti berabe bukan? 

Varian Solar Baru Pertamina
Mesin diesel modern berteknologi common-rail

Nah solar subsidi sendiri punya kandungan sulfur diatas 2.000 ppm, sementara Pertamina Dex yang lebih mahal harganya punya kandungan sulfur dibawah 100 ppm, tepatnya 90 ppm. 

Tidak seperti bensin yang berpatokan pada angka oktan. BBM diesel modern merujuk pada Cetane Number dan kandungan sulfur. Kalau Pertamina Dex cetane number-nya 53 dan solar subisidi hanya 48, bisalah bahan bakar baru Dex-Lite ditawarkan dengan cetane number sekitar 50. 

Kemudian kandungan sulfur. Kalau Pertamina Dex dipatok maksimal dibawah 500 ppm, maka untuk Dex-Lite ambang batas maksimal sulfurnya bisa dipatok dibawah 1.000 ppm. Secara kualitas akan jauh mengungguli solar subisidi, tapi bisa dijual dengan harga yang lebih murah dari Pertamina Dex.

"Makin tinggi cetane number, mesin lebih bertenaga dan makin responsif karena titik nyala makin banyak, lalu detonasi mengecil sehingga mesin jadi lebih halus, cocok untuk mesin modern yang pakai common-rail," terang Tri Yuswidjajanto, dosen Teknik Mesin ITB.

Dirinya melanjutkan, sementara makin tinggi kandungan sulfur, maka harga bahan bakarnya makin murah. "Tapi Sulfur mengganggu kinerja catalytic converter, memperpendek usianya. Juga merusak komponen seperti pompa jika ketemu dengan air, mengakibatkan korosi," papar Yus, sapaan dosen ramah itu.

Nah, untuk bahan bakar solar baru garapan Pertamina tersebut, setidaknya bisa mengambil spesifikasi ditengah-tengah antara solar subisidi dan Pertamina Dex. Selain kualitas lebih baik, harga bisa ditekan jadi lebih murah. Bagaimana?

EDITOR

Bagja

Jumat,23 Sept 2016 10:30 WIB

Toyota Sienta - Test Drive Review

Senin,19 Sept 2016 15:15 WIB

All New Honda BeAT ESP 2016 - Test Ride

Jumat,9 Sept 2016 13:30 WIB

KUN Bali & Banyuwangi 2016

Top