Rabu,3 Feb 2016 12:45 WIB

Penulis: Bagja

Tematis MPV Murah 7 Seater

Tematis MPV Murah 7 Seater: Mungkinkah Dibanderol Rp 150 Juta Tanpa Insentif?

Foto: Bagja

Daihatsu UFC-3 akan Dijual Secepatnya!

Jakarta - Sebagai pengembangan lebih lanjut dari Agya-Ayla, MPV Murah Daihatsu-Toyota kemungkinan besar akan dibanderol pada kisaran harga Rp 150 jutaan. Pertanyaannya, mungkinkah harganya bisa Rp 150 jutaan tanpa insentif?

Insentif tersebut bisa didapat dari program LCGC, termasuk kemungkinan mengandalkan program Low Carbon Emission Program (LCEP). Kalau sudah masuk pada kategori ini, sebenarnya secara harga jual aman-aman saja, malahan bisa lebih leluasa meningkatkan spesifikasi dan fitur-fiturnya.

Namun bagaimana kalau tidak bisa masuk kategori tersebut? Ini agak rumit sebenarnya. Namun Toyota-Daihatsu bisa tertolong karena sudah memiliki platform dari Agya-Ayla, untuk mengembangkan MPV murah 7 penumpangnya ini.

Penambahan dimensi panjang sudah pasti harus dilakukan. Saat ini Agya-Ayla punya dimensi panjang 3.600 mm, lebarnya 1.600 mm dan tinggi 1.520 mm. Sementara berdasarkan mobil konsep UFC, dimensi panjang 3.990 mm, lebar 1.690 mm dan tinggi 1.620 mm. Ada selisih panjang 390 mm, lebar 90 mm dan tinggi 10 mm. Agar lebih optimal, wheelbase pun perlu sedikit ditambahkan. 

Sebagai perbandingan, Datsun GO citycar punya dimensi panjang 3.785 mm sementara model MPV Datsun GO+ panjangnya 3.995 mm. Namun, wheelbase keduanya sama, yakni 2.450 mm, pun begitu dengan ground clearance sama-sama 170 mm.

Namun, Toyota-Daihatsu tidak mau menghadirkan MPV yang hanya berkonfigurasi 5+2, tapi benar-benar MPV 7 penumpang, sehingga penambahan dimensi lebih panjang, diikuti penambahan wheelbase agar lebih sesuai komposisinya. Sistem suspensi juga akan dibuat lebih kaku untuk mengurangi gejala limbung.

Mesin juga sudah tersedia, sehingga tidak perlu pengembangan lebih lanjut. Bisa menggunakan mesin Daihatsu Xenia 1.0 liter yang sudah VVT-i, atau menggunakan mesin Toyota Etios 1.2 liter. Semuanya masih mungkin, baik secara performa maupun konsumsi bahan bakar sudah teruji.

Hanya tinggal penyematan fitur-fitur yang diperlukan. Setidaknya, untuk bisa membedakannya dengan Agya-Ayla--bahkan kalau perlu Datsun GO+ Panca. Sehingga secara harga bisa ditempatkan lebih mahal dari Agya yang dibanderol tertinggi mencapai Rp 135 jutaan dan dibawah Toyota Avanza yang banderol termurahnya Rp 180 jutaan.

Kisaran harga Rp 140 juta sampai Rp 180 juta merupakan rentang yang sangat luas untuk menempatkan berbagai varian tipe. Sementara Daihatsu, seperti kebiasaan pada mobil-mobil kembarnya bersama Toyota, akan dibanderol lebih murah. Kisarannya bisa Rp 130 juta sampai Rp 170 jutaan.

Sebagai gambaran, Datsun GO+ panca saja bisa dibanderol paling mahal seharga Rp 118.450 jutaan. Harga tersebut bisa didapat karena masuk kategori LCGC. Sehingga, meskipun tanpa insentif, besar kemungkinan MPV murah Toyota-Daihatsu bisa ditempatkan pada segmen di kisaran Rp 150 jutaan itu, karena tertolong Agya-Ayla.

Jadi harapannya, MPV murah 7 seater Toyota-Daihatsu ini benar-benar bisa mengisi kekosongan segmen mobil dikisaran Rp 150 jutaan yang ditinggalkan Avanza-Xenia. Dengan begitu, kedua merek ini punya lineup yang semakin lengkap, mulai dari yang termurah sampai yang termahal. 

EDITOR

Bagja

Top